Membangun Kebudayaan dan Pariwisata
Cari Berita

Membangun Kebudayaan dan Pariwisata

MARJIN NEWS
15 December 2018


Foto: Dok. Pribadi

Oleh: Eman Jabur

SUARA MUDA, marjinnews.com- Perubahan merupakan suatu hal yang lumrah dan pasti terjadi. Adanya perubahan menunjukkan bahwa ada pergeseran pola pikir, pola tingkah laku dan pola dalam melangsungkan hidup. Perubahan hampir dirasakan oleh semua manusia di masyarakat, dan itu wajar-wajar saja.

Pemicu adanya perubahan adalah karena munculnya kebutuhan dan keinginan baru dari manusia itu sendiri. Seperti yang diketahui bahwa manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas dengan segala yang diterimanya saat ini atau pun di masa lalu.

Dewasa kini kita dihadapkan pada suatu perubahan yang cukup serius. Bagaimana tidak, kehidupan zaman sekarang seperti tidak memiliki batas geografi. Sekat yang merupakan pembatas antara wilayah seperti yang dirasakan oleh orang zaman dulu kini tidak berlaku lagi. Hal ini menyebabkan tatanan hubungan antar bangsa semakin bebas.

Media informasi yang memberi kabar ke seluruh dunia menjamur dan tak terkendalikan. Arus informasi budaya yang datang dari luar benar-benar tidak bisa dicegah, sehingga apabila tidak waspada, dikhawatirkan akan dapat mengancam budaya bangsa. Oleh sebabnya upaya untuk memperkuat ketahanan budaya bangsa menjadi suatu keharusan.

Berbicara mengenai kebudayaan berarti membahas sesuatu yang sangat luas, termasuk membahas tentang pariwisata. Kebudayaan atau budaya memiliki hubungan yang sangat erat dengan pariwisata.

Hal ini bisa dilihat dari definisi budaya yang merupakan simbol masyarakat sekitar yang di dalamnya terdapat makna yang mencakup segala hal yang merupakan hasil cipta, karya manusia. Sedangkan Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat setempat.

Pariwisata dapat juga kita artikan sebagai suatu bentuk proses pertukaran informasi. Dalam hal ini, jika seorang wisatawan berwisata ke suatu daerah maka di sana dia akan mendapatkan pengalaman baru yang tidak sama atau sekurang-kurangnya tidak persis sama dengan di daerah asalnya. Dia juga akan membawa sesuatu yang baru bagi daerah yang dikunjunginya.

Budaya dan pariwisata adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, karena keinginan untuk mengamati dan mempelajari budaya di daerah tujuan wisata merupakan salah satu motivasi seorang wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata.

Indonesia sendiri memiliki beragam kebudayaan seperti misalnya tarian, sejarah suatu tempat, rumah adat candi, prasasti, kebiasaan masing-masing daerah dan lain sebagainya. Karena itu ada begitu banyak wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

Pariwisata dan budaya, keduanya membentuk hubungan saling menguntungkan (Kartimin, 2018). Pariwisata tanpa adanya budaya hanya akan menjadi “jalan-jalan” biasa, sehingga pada perkembangannya bisa saja pariwisata di daerah tersebut tidak dapat berkembang karena terlalu monoton.

Begitu pula dengan budaya, budaya tidak akan bisa diketahui oleh masyarakat luas tanpa adanya kegiatan pariwisata. Jadi hubungan keduanya saling berbagi keuntungan, yaitu meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja dan budaya di daerah tersebut akan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Membangun Kebudayaan dan Pariwisata.

Visi Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata adalah: “Terwujudnya kebudayaan dan Pariwisata yang maju, dinamis, dan  berwawasan lingkungan yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan peradaban, persatuan dan persahabatan antar bangsa” (Sedarmayanti, 2005).

Indonesia  memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar. Sebenarnya semua itu bisa dijadikan sebagai modal dasar untuk mengembangkan kebudayaan dan kepariwisataan. Apa bila modal dasar tersebut bisa dikelola dan direncanakan dengan baik maka bukan tidak mungkin kemakmuran bangsa akan terjamin.

Seperti yang diketahui bahwa kegiatan kepariwisataan tentu akan memicu munculnya para pengusaha baru, baik pengusaha dengan skala usaha besar maupun pengusaha dengan volume usaha yang kecil. Adanya usaha baru tentu akan menambah kuota lowongan kerja sehingga pada akhirnya akan menekan angka pengangguran.

Selain itu budaya yang ada di Indonesia juga akan semakin dikenal oleh dunia internasional. Banyaknya wisatawan yang tertarik dengan budaya dan tempat wisata yang ditawarkan, secara tidak langsung akan membuat masyarakat semakin mencintai budaya dan menjaga keasrian alam wisata.

Kepariwisataan merupakan aktivitas yang luar biasa kompleks, termasuk dalam hal kebijakan yang diperlukan untuk mendukung keberhasilannya. Kegiatan kepariwisataan pada prinsipnya bukanlah suatu pembangunan “dasar” bersifat fisik, melainkan suatu kegiatan “gabungan” yang membutuhkan koordinasi tingkat tinggi antar pembuat kebijakan. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan untuk meyakinkan seluruh pemangku kepentingan terkait berbagai hal yang dapat mendukung pelaksanaannya.

Untuk membangun kebudayaan dan pariwisata tentu tidak mudah, keterlibatan dari semua sektor adalah suatu hal yang harus terjadi. Kerja sama antara pemerintah dan sektor-sektor yang lainnya adalah kunci keberhasilan. Instansi atau lembaga lain yang ikut terlibat harus membuat program pendukung yang dapat menunjang pembangunan kebudayaan dan pariwisata. (*)

Penulis adalah jurnalis Marjinnews