Ketika Mantan Menjadi Bangsat, Cerpen Karya Eman Jabur


Foto: istimewa


CERPEN, marjinnews.com-  Di sebuah kota metropolitan, seorang lelaki gagah nun rupawan sedang memeluk sepihnya. Kegetiran karena ditinggal pergi oleh kekasihnya membuat dia mengutuk nasibnya sendiri. Dia jatuh terlalu dalam pada jurang kesunyian. Di waktu senggang, kerap kali dia meraba-rara rasa yang pernah dia puja. Alhasil, air mata jatuh tak tertahankan. (Baiklah untuk tidak membuat bingung, kita namai saja lelaki itu dengan nama Naris)

Naris sebenarnya sadar bahwa apa yang dia lakukan itu hanya akan membuatnya semakin terluka, tetapi dia tidak bisa mengultimatum keinginannya sendiri. Di dunia ini tidak ada hal yang paling menyedihkan selain ketika manusia tidak lagi bisa menjadi tuan atas tubuh dan jiwanya sendiri, dan itulah yang terjadi dengan Naris. Malang sekali tentunya. 

Lalu, di suatu pagi penuh kabut, Naris duduk di teras depan kontrakannya. Di atas meja sudah tersedia segelas kopi dan sebungkus rokok. Dua menu sialan itulah yang selalu dinikmatinya ketika mentari menyapa bumi. 

Hari itu, seperti biasa Naris kembali terjebak dalam lamunannya sendiri. Asap rokok dan aroma kopi yang dia diciumnya seharusnya dapat menenangkan sarafnya, tetapi sepertinya dua menu sialan itu tidak lagi manjur untuk menghibur kegundahan hatinya.

Jika dilihat dari tampangnya, Naris sebetulnya tidak pantas untuk merasa sakit hati, sebab rupanya yang tampan serta penampilannya yang stylish sudah  tentu membuat banyak wanita menyukainya. Tetapi begitulah. Naris sekarang hanya jatuh cinta pada satu wanita, yaitu wanita yang kini telah menjadi mantannya. Sebut saja nama wanita itu adalah Rida (bukan nama yang sebenarnya).

Setidaknya ada dua hal yang membuat Naris tidak bisa melupakan Rida. Pertama, dia tidak pernah bisa menghapus jejak bibir Rida yang sudah terlanjur melekat pada ujung bibirnya. Jejak yang tertinggal itu adalah buah dari kecupan yang pernah mereka ramu dalam kemesraan.

Kedua, dia tidak pernah bisa melupakan segala pengorbanannya untuk Rida. Khusus alasan yang kedua, tentu bukan soal pengorbanan materi, tetapi soal melepas wanita yang lain demi si Rida. (kita panggil saja wanita yang lain itu dengan nama Susi).

Seorang teman pernah mengatakan kepada Naris, bahwa sebetulnya apa yang dirasakannya sekarang adalah buah dari kebejatan dan kebodohannya. Singkat kata, Naris sedang menanggung karma dari pilihannya sendiri. Dia meninggalkan yang nyaman demi mencari yang lebih menantang, dan hasilnya adalah luka. 

Berkat perkataan temannya, Naris si tampan itu mulai berpikir bijak tentang apa yang sedang dirasakannya. Dia mulai sadar seharusnya dia tidak meninggalkan si Susi demi si Rida. Dia juga mulai berpikir jangan-jangan Rida adalah utusan semesta untuk mewakili semua kaum hawa yang pernah dia lukai hatinya. 

Tetapi akhirnya dia juga sadar dan bertanya, “sejak kapan aku melukai hati semua wanita yang pernah aku pacari (kecuali Susi), yang ada malah aku terus yang disakiti?”. Ahh, Naris mulai menjadi bingung. Kegalauannya yang sudah naik pada tingkat akut rupanya membuat dia berubah menjadi stres. Bahaya sekali.

***

Lima bulan sebelum keadaan yang telah dijelaskan di atas, tokoh kita, yaitu Naris menjalin kasih dengan Susi. Hubungan mereka tampak aman dan normal-normal saja. Bahkan Naris merasa begitu bahagia. Tetapi secara kebetulan Rida hadir di antara mereka. Kehadiran Rida menjadi awal yang lebih menantang bagi Naris sekaligus menjadi akhir yang menyakitkan bagi Susi. 

Di awal-awal, hubungan Naris dan Rida sangat romantis. Bahkan kerap kali tetangganya Naris merasa iri dengan segala kemesraan yang selalu mereka pamerkan (sekedar untuk diketahui bahwa tetangganya Naris itu semuanya jomblo lapuk).  

Pada suatu kesempatan Naris pernah mengajak Rida makan di sebuah restoran yang ada di kota tempat mereka tinggal. Rida tentu tidak bisa menolak. Dia begitu tersihir dengan aroma romantis yang ditawarkan Naris. Hari itu Naris menang banyak, sebab untuk pertama kali dalam hidupnya dia bisa diner romantis dengan wanita secantik Rida (meskipun Naris juga tampan, jadi sebetulnya mudah saja baginya untuk kencan dengan wanita cantik).

“Satu keinginanku akhirnya tercapai,” gumam Naris dalam hati sembari mengeluarkan uang dari dompetnya untuk membayar tagihan pesanan makanan mereka.

Sewaktu pulang dari restoran tersebut, Rida mengajak Naris untuk mampir sebentar di kosannya. Naris senang bukan main mendengar Rida mengajaknya. Imajinasi nakal mulai berkeliaran di dalam kepalanya. (Bukannya menghakimi, tetepi memang betul, semua laki-laki pasti selalu berpikir yang aneh-aneh jika diajak berduaan di dalam kamar kos, apalagi kalau malam-malam). 

Tetapi itu hanya sebatas imajinasi saja, sebab Naris tahu diri, hubungan mereka masih seumur jagung, masih belum kuat alasannya untuk bisa merambah ke ranah yang seperti itu. Ditambah lagi Naris punya komitmen yang sekiranya hanya lelaki spesies langka saja yang memilikinya, yaitu komitmen untuk tidak menyentuh wanitanya sebelum menikah. Hmmmm, hebat juga si Naris ini. 

Namun setan selalu punya cara tersendiri untuk menghasut manusia bukan? Malam itu Rida menunjukkan gelagat yang tak biasa. Matanya selalu memandang manja ke arah Naris. Dia seperti sedang menginginkan sebuah sentuhan kemesraan yang paling murni. Naris memberikan umpan balik yang spektakuler. 

Singkat cerita, kedua bibir mereka saling melumat dalam kecupan. Cukup lama mereka saling aduh kebolehan dalam menggigit bibir, sebelum akhirnya Roh Kudus hadir dan memisahkan mereka. Mereka saling memandang sebentar, lalu berbalik muka karena malu. 

“Jangan kamu ulangi lagi ketidaksopanan ini!” ujar Rida sambil membetulkan rambutnya yang setengah berantakan. 

“Kok jadi aku yang salah?” jawab Naris membela diri. 

“Pokoknya, jangan kamu ulangi lagi!. Paham!” Rida mulai serius dengan ucapannya. 

Naris tidak enak hati. Karena malu dia akhirnya mohon pamit. Ketika sampai di kontrakannya Naris mengeluarkan Smartpone dari kantong celananya. Dia bermaksud mengecek pesan yang masuk, sebab tadi ketika masih di jalan smartponenya bergetar, tanda ada pesan masuk.

“Sayang maaf ya, aku sudah kasar-kasar tadi. Aku hanya malu,” kata Rida melalui pesan WhatsAap yang diterima Naris.

“Tidak apa-apa sayang. Aku ngerti kok. Ngomong-ngomong ketidaksopanan yang kita lakukan tadi itu sangat bergairah sekali, ya. Hehhehehe” balas Naris.

“hehehee. Menurut aku juga begitu” kata Rida dalam pesan balasannya.

Semenjak saat itu, Naris sudah mulai memupuk harap. Berkat kecupan canggung penuh gairah yang telah mereka lakukan, Naris akhirnya terjebak dalam zona kasmaran yang tak biasa. Tidak pernah dalam hidupnya Naris merasa secinta itu. Dia mulai berdoa kepada Tuhan, agar sekiranya Tuhan selalu memberkati kebersamaan mereka. 

Jika ada yang bilang bahwa kecupan di bibir hanyalah nafsu belaka, maka bagi Naris itu salah, sebab kecupan di bibir itulah yang telah membuat Naris jatuh cinta lebih dalam terhadap Rida. Maka Naris mulai mendeklarasikan hubungan mereka di media sosial, sebut saja di Facebook, WhatsAap, dan di Instagram. 

Karena telah mendeklarasikan hubungannya, semua orang yang terhubung dengannya di media sosial menjadi tahu akan hubungan mereka, tidak terkecuali oleh Susi. Susi merasa sangat sakit, tetapi tidak dia ceritakan kepada siapa pun perihal suasana hatinya. Dia menelan sakit hatinya sendiri. Begitulah. 

Namun respon yang paling mengejutkan datang dari keluarganya Naris, lebih tepatnya dari kedua orang tuannya. Ketika mereka melihat wajah Rida di Facebooknya Naris, mereka pun mengatakan bahwa jika Naris bersedia, nikahkan saja wanita itu. 

Naris senang bukan main mendengar maklumat dari kedua orang tuanya. Dia segera menghubungi Rida untuk menyampaikan hal tersebut. Rida setuju, tetapi katanya tunggu dia selesai kuliah dulu. Naris tidak keberatan dengan hal itu. Dia siap menunggu hingga Rida tamat. Asalkan Rida juga berkomitmen untuk menjaga hubungan mereka. 

Tidak lama setelah itu, sebuah pertengkaran kecil menghampiri dan mengambil sedikit sisi romantis di antara mereka. Pertengkaran kecil kemudian menjadi pertengkaran besar, sebab mereka tidak pernah mau saling mengalah. Egoisme pribadi muncul dan mengikat kebijaksanaan mereka. Lambat laun, mereka mulai renggang. Hubungan mereka tidak lagi sedekat sebelumnya. Mereka tidak lagi saling mengabari. 

Dua minggu berlalu, pada suatu ketika, Naris kemudian terinisiasi oleh rindunya sendiri untuk menghubungi Rida. Namun Rida tidak menjawab teleponnya, dichat juga tidak dibalas. Beberapa menit setelah itu, Naris terkejut oleh sebuah story WhatsAap yang sangat menyakitkan. Rida kekasihnya memposting foto mesra dengan laki-laki lain. 

“Siapa laki-laki yang ada dalam foto ini?” kata Naris dalam pesan WhatsAap yang dikirimkannya kepada Rida. 

“Dia mantanku, yang sekarang sudah kembali” balas Rida singkat.  

Naris tidak lagi membalasnya. Tangannya gemetar. Kakinya juga gemetar. Seluruh tubuhnya gemetar. Dia merasa sangat sakit hati sekali. Rida wanita yang telah direstui oleh orang tuanya tiba-tiba melakukan hal sekeji itu. Bagaimana pun juga, mereka belum putus. Hanya renggang sebentar. Jadi pantaslah jika si Rida dibilang telah menduakan cintanya Naris. 

“Kemarin kamu hanya kujadikan pelampiasan, sebab aku sedang bertengkar sama pacarku,” kata Rida lagi, sebelum Naris sempat membalas pesannya. 

Naris semakin gemetar. Kali ini ada bercak-bercak air mata yang jatuh dan membanjiri pipihnya. Untuk pertama kalinya dia menangis karena wanita. Naris merasa terluka sekali. Apalagi isi pesan terakhir yang dikirim Rida, betul-betul membuatnya seperti ditusuk seribu jarum. 

Ditambah lagi ketika Naris  berpikir tentang kedua orang tuannya. Baginya bukan hanya dirinya yang dipermaikan oleh Rida, tetapi juga kedua orang tuanya. “Bagaimana mungkin wanita bisa sekejam ini?” kata Naris dalam hati. 

****
begitulah perjalanan cintanya Naris. Masa lalunya itu telah merenggut keceriaan hidupnya. Rida pergi membawa jiwa pejuangnya. Ya, hidup memang begitu. Keras dan tidak adil. Bahkan untuk cinta sekalipun. 

“Jika Rida memilih kembali, apa kamu masih bisa menerimanya?” tanya seorang teman kepadanya, ketika mereka sedang menikmati secangkir kopi di pagi hari.


“Entahlah. Tetapi yang jelas, di sini masih ada rindu untuknya” jawab Naris sembari menenggakan kopinya. 

“Bro. Jalan hidup manusia itu sudah ditentukan oleh Tuhan. Begitu pula untuk cinta. Kamu mungkin merasa sakit atas pengkhianatan yang dilakukan oleh Rida. Tetapi sadarlah, bahwa sebelumnya kamu telah menyakati Susi karena memilih Rida menjadi kekasihmu. Percayalah suatu saat Rida akan disakiti juga, entah oleh siapa. Kita tidak pernah tahu. Sebaliknya Susi pasti akan menemukan yang bisa membuatnya bahagia. Begitu juga dengan kamu. Ini hanya soal waktu,” kata temannya lagi. Saat  itu temannya berbicara panjang lebar sekali. Naris hanya mengangguk. 

“Tapi terlepas dari semua itu, mantan kadang bisa menjadi bangsat,” ucap Naris penuh emosi.

“Kamu juga bangsat, kali. Lihat! Siapa yang menyakiti Susi?” kata temannya. 

“Hehehhe. Iya juga, ya?” jawab Naris setengah menahan malu.

Pagi itu akhirnya berlalu. Satu pesan yang bisa Naris ambil dari kisah cintanya dan dari obrolan ringan mereka adalah bahwa jangan pernah membenci mantan, sebab semua orang pernah menjadi mantan yang bangsat, hanya saja jarang sekali orang menyadari ke-bangsat-annya sendiri.(*)


Oleh: Eman Jabur

Penulis adalah jurnalis Marjinnews wilayah Bali



Cerpen ini hanyalah imajinasi penulis. Apabila ada kesamaan nama dan cerita, tentu itu hanya kebetulan.

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,6,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,In-Depth,15,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1377,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,15,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Ketika Mantan Menjadi Bangsat, Cerpen Karya Eman Jabur
Ketika Mantan Menjadi Bangsat, Cerpen Karya Eman Jabur
https://1.bp.blogspot.com/-6-grJagek6Q/XCjqVXswgJI/AAAAAAAAAFI/ZGCJl-SLfjwQwcuJWdCQ7ewOoBE2_oTlACLcBGAs/s320/IMG_20181230_210817.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-6-grJagek6Q/XCjqVXswgJI/AAAAAAAAAFI/ZGCJl-SLfjwQwcuJWdCQ7ewOoBE2_oTlACLcBGAs/s72-c/IMG_20181230_210817.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/12/ketika-mantan-menjadi-bangsat.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/12/ketika-mantan-menjadi-bangsat.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy