IKASANTRI Gelar Seminar Tentang Hoax, Lucius Karus: Penting Bermedia dengan Cerdas
Cari Berita

IKASANTRI Gelar Seminar Tentang Hoax, Lucius Karus: Penting Bermedia dengan Cerdas

MARJIN NEWS
27 December 2018

Foto: Istimewa
LABUAN BAJO, marjinnews.com - Ikatan Alumni SMAK Sanctissima Trinitas Ranggu (IKASANTRI) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Fenomena Hoax dan Kekerasan di Dunia Maya” pada hari Rabu (26/12) di Ranggu, Manggarai Barat. Seminar Nasional ini menghadirkan narasumber dari DPD/MPR RI, Adrianus Garu; Kasat Intel Polres Manggarai Barat, Cakra Muradi; dan Pengurus Pusat PMKRI, Alfred Nabal. Pengamat Politik FORMAPPI, Lucius Karus menyampaikan materinya melalui video streaming, karena berhalangan hadir. Seminar ini dihadiri oleh 150 orang.

Pengamat Politik FORMAPPI, Lucius Karus melalui video streaming menyampaikan apresiasi terhadap pembentukan Ikatan Alumni SMAK Sanctissima Trinitas Ranggu. 

“Selamat siang dan selamat Natal. Selamat berreuini mungkin untuk yang pertama kalinya untuk SMAK Sanctissima Ranggu. Saya merasa bangga kepada SMAK Sanctissima Ranggu karena berhasil menyelenggarakan reuni alumni untuk yang pertama kalinya” ungkap Lucius dalam video tersebut.

Tema Seminar Nasional “Fenomena Hoax dan Kekeran di Dunia Maya” merupakan tema yang menarik dan patut dibahas karena teknologi informasi menyuguhkan banyak informasi dan salah satunya kabar bohong yang terjadi menjelang pemilu. 

“Hoax atau kabar bohong merupakan salah satu hal yang yang menjadi fenomenal ditengah perkembangan teknologi informasi ini, apalagi menjelang pemilu karena menjadi strategi politik dalam menjatuhkan lawan politik dan mendulang masa. Salah satu yang paling fenomenal akhir-akhir ini adalah kasus Ratna Sarumpaet”, tandas Lucius.

Tentang hoax ini, Lucius menegaskan kepada seluruh masyarakat untuk bermedia secara bijak. “Kita semua harus menggunakan teknologi informasi secara bertanggung jawab. Kecerdasan dimanfaatkan secara baik dan jangan karena kepentingan politik pragmatis, kecerdasan digunakan sebagai sarana menyebarkan informasi-informasi hoax. Sehingga, bukan hanya kecerdasan yang dibutuhkan, tetapi saya rasa juga tanggung jawab. Bagaimana tanggung jawab moral kita untuk melahirkan informasi-informasi yang bermutu dan bermartabat. Kaum muda yang saat ini bereuni juga memastikan hoax tidak menguasai kehidupan kita dan kehidupan masyarakat kita”, tutup Lucius.

Laporan: Roy Nabal