Humas PN Batam Benarkan Anak Umur 16 Tahun Disumpah
Cari Berita

Humas PN Batam Benarkan Anak Umur 16 Tahun Disumpah

MARJIN NEWS
3 December 2018

Foto: Istimewa
BATAM, marjinnews.com,  - Persidangan pemeriksaan saksi untuk mendalamin kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dilakukan oleh J. Rusna di pengadilan negeri Kota Batam, Selasa (27/11/2018).

"Pemeriksaan saksi korban berinisial Ms tertutup untuk umum," ucap Majelis Hakim.

"Saksi Ms saat ini masih anak-anak jadi harus tertutup," ujar Marta Napitupulu saat sidang diskors.


Marta Napitupulu menegaskan, sidang pemeriksaan Ms dan ayah korban Ps tertutup untuk umum, maka tidak boleh diliput media. 

Marta Napitupulu terkesan terusik dengan liputan wartawan, menyarankan wartawan tidak boleh berada di area steril.

Marta Napitupulu enggan ditanyain terkait dasar anak dibawah umur mengucapkan sumpah saat persidangan. 

"Kalau mau wawancara silahkan langsung ke Humas Pengadilan Negeri Batam," ucap Marta Napitupulu. 

"Jika hakim patuh pada KUHP maka tidak salah membuat saksi berusia 16 tahun disumpah sebelum dimintai keterangan dalam pemeriksaan saksi," ucap Humas Pengadilan Negeri Batam Taufik Abdullah Halim Nainggolan, Kamis (27/11) 

"Namun jika hakim mengedepankan Undang-undang Perlindungan anak maka perihal pengambilan sumpah dihadapan Majelis hakim tidak seharusnya terjadi," papar Taufik Nainggolan. 

Taufik Nainggolan menegaskan, hakim dibenarkan menggunakan hak untuk memperdamaikan antara korban dan pelaku berdasarkan azas restorasi justice.

"Saya sejauh ini tidak paham kasus terkait terdakwa J. Rusna dan semuanya kewenangan oleh hakim yang bersangkutan," sebut Taufik Nainggolan. 

Taufik Nainggolan menegaskan seharusnya hakim bersifat inparsial, artinya hakim tidak boleh berpihak kepada pihak manapun.

"Saya akan menanyakan perihal kasus persidangan J. Rusna kepada Ketiga Majelis Hakim," tutup Taufik Nainggolan sembari memohon ucapannya tidak dipublikasikan. (Tim).