Haris Pertama Terpilih Sebagai Ketua Umum KNPI, Kraeng Pole: Satukan Dualisme KNPI!

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Haris Pertama Terpilih Sebagai Ketua Umum KNPI, Kraeng Pole: Satukan Dualisme KNPI!

30 December 2018

Foto: istimewa


BOGOR, marjinnews.com- Haris Pertama terpilih sebagai Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) periode 2018-2021 melalui Kongres KNPI  yang diselenggarakan di The Forest Resort Jalan RE Soemantadiredja, Kota Bogor sejak Selasa (18/12) hingga Sabtu (22/12).


Haris Pertama menang setelah berhasil mengalahkan rivalnya Fajriensyah. Dalam keterangan tertulis yang diterima media ini Haris Pertama memperoleh suara 84. Sedangkan Noer Fajriensyah  meraih 82 suara, dan 1 suara dinyatakan abstain.

Kongres yang dihadiri seluruh perwakilan KNPI se Indonesia itu diikuti oleh tiga calon Ketua Umum yaitu Haris Pertama, Jackson AW Kuma’at, dan Noer Fajriensyah.

Vice President ASEAN Muslim Students Asociation (AMSA) Indonesia, Kraeng Hamid Gande Pole mengucapkan selamat atas terpilihnya Haris Pertama(HP) sebagai ketua umum

"Selamat atas terpilihnya Bung Haris Pertama, yang telah mendapatkan mandat sebagai ketua umum DPP KNPI periode 2018-2021,” ucap Kraeng Hamid Gande Pole

Lebih lanjut Kraeng, putra asli dari Kabupaten Manggarai Barat itu, berharap agar sekiranya di bawah roda kepemimpinan Bung Haris, dualisme KNPI bisa disatukan kembali. 

"Mari tunjukkan persatuan dan kesatuan kita sebagai generasi muda harapan Bangsa Indonesia. Bagaimana Kita bisa membangun Bangsa? Kalau Pemudanya tidak bersatu,” tegas Kraeng


Kraeng juga menegaskan supaya pemuda mempersiapkan diri menyambut pesta demokrasi 2019. Menurutnya peran dan fungsi generasi muda sangatlah penting sebagai bentuk netralitas pergelaran pesta demokrasi.

"Generasi muda harus bersatu, inovatif serta agresif dalam membekali ilmu pengetahuan pribadinya. Kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional maupun spiritual harus terus ditumbuh kembangkan dalam jiwa anak muda. Apalagi 2019 ada pergelaran pesta demokrasi, kehadiran pemuda sangat diperlukan untuk menjaga netralitas pemilu,” tukasnya.