Memaknai Hari Ibu Sebagai Hari Kebangkitan dan Perjuangan Bangsa

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Memaknai Hari Ibu Sebagai Hari Kebangkitan dan Perjuangan Bangsa

22 December 2018

Foto: Dok. Pribadi


SUARA MUDA, marjinnews.com- Setiap Tahun, tepatnya tanggal 22 Desember semua anak pasti akan mengucapkan selamat "hari ibu" untuk ibunya masing-masing. Jagat maya dihiasi oleh begitu banyak postingan status selamat hari Ibu.

Di balik semua itu, timbul sebuah pertanyaan, yaitu apakah hari ibu hanya dimaknai sebatas ucapan saja?, mengingat jasa ibu sungguh sangat luar biasa besar bagi kehidupan kita. 

Menurut hemat penulis, seharusnya ibu diberikan penghargaan atas dedikasinya pada keluarga alias peran domestik ibu sebagai pengurus rumah tangga. Dalam konteks yang paling sederhana dan pribadi, penghargaan yang dimaksud bukan berupa memberikan harta benda atau barang mewah lainnya, tetapi penghargaan yang dimaksud adalah kita mempersembahkan rasa hormat kita melalui banyak hal, salah satu adalah prestasi yang telah kita dapatkan.

Selain itu hari ibu seharusnya diperingati sebagai momentum menghargai semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang dalam pergerakan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan karena tanpa ibu tidak akan lahir pejuang dan penerus bangsa, sehingga hari ibu tidak saja sekadar ucapan dan memposting status semata, tetapi hari ibu harusnya dispesialkan. 

Perlu diketahui bahwa peringatan hari ibu diambil dari hari pelaksanaan kongres perempuan Indonesia. Kongres ini dilaksanakan pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Gedung Mandala Wanitatama yang terletak di Jalan Letjen Adi Sutjipto atau yang lebih dikenal dengan Jalan Solo.

Kongres ini berhasil membentuk badan federasi organisasi wanita yang mandiri dengan nama “Perikatan Perkoempolan Perempoean Indonesia” atau PPPI.

Kongres ini bertujuan untuk menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum wanita.

Para feminisme ini menggarap berbagai macam isu tentang persatuan perempuan Indonesia. Kaum perempuan juga terlibat dalam perjuangan bangsa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan, selain itu perempuan juga terlibat dalam berbagai aspek membangun bangsa dan juga dalam menentang perdagangan anak dan kaum perempuan.

Selain itu tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai hari ibu bertujuan untuk menjaga semangat kebangkitan wanita Indonesia secara terorganisir. Pada tahun 1946 PPPI berubah nama menjadi Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), nama itu dipakai hingga saat ini.

Hari Ibu adalah hari kebangkitan dan perjuangan Bangsa.

Mengapa demikian? Karena dari rahim ibulah Lahir para pejuang "masa depan bangsa.”

Hari ibu dimaknai serta diperingati sebagai semangat perempuan dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan.

Hari ibu juga dapat dikatakan untuk merayakan serta menghargai jasa ibu dalam segala hal, baik itu urusan karier, rumah tangga, dan kodrat alami sebagai Ibu.

Jika dikaitkan dengan Hukum di Indonesia juga sudah  ada Undang- undang yang mengatur tentang perlindungan perempuan yaitu UU no. 7 tahun 1984.

Perempuan akan menjadi Ibu dan calon ibu, oleh karena itu kita tidak hanya menghargai ibu kita sendiri yang notabene telah melahirkan kita, tetapi  juga harus menghargai semua perempuan. 

Hormatilah sosok Ibu karena mereka adalah perempuan hebat dan sang  Pejuang.

Bagi saya pribadi makna ibu ialah Malaikat nyata yang dikirimkan Tuhan ke dunia untuk melindungi anak-anaknya.

Salam damai, hormatilah Ibu dan hargailah perempuan calon ibu karna Ibu layaknya terang di tengah kegelapan dan garam yang selalu larut memberi rasa di setiap makanan apa pun.


Penulis: Endang Hastuty Bunga
Presiden BEM Universitas Ngurah Rai