Dianggap Sering Kontroversial, Muncul Usulan PSI Harus Keluar dari Koalisi Jokowi-Mar'uf

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Dianggap Sering Kontroversial, Muncul Usulan PSI Harus Keluar dari Koalisi Jokowi-Mar'uf

MARJIN NEWS
18 December 2018

Foto: Istimewa
JAKARTA, marjinnews.com - Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Farhat Abbas mengusulkan agar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) keluar dari koalisi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf. 

Usulan itu ia utarakan lantaran banyak sikap politik kontroversial yang ditampilkan oleh partai pimpinan Grace Natalie itu.

Teranyar, Ketua Umum PSI Grace Natalie menolak poligami dan akan mengusulkan hal tersebut ke dalam revisi undang-undang perkawinan jika mereka berhasil masuk ke parlemen. 

Farhat menilai, tindakan tersebut justru menyerang agama tertentu. Terlebih lagi, ujar Farhat, poligami diperbolehkan sesuai dengan kemampuan dan aturan yang termaktub dalam Al Quran.

"Poligami itu sebenarnya kepentingan wanita, jangan dibalik, jangan dipikir bahwa laki-laki ingin punya istri dua tapi banyak wanita yang mau jadi istri kedua ketiga dengan alasan ekonomi," kata Farhat usai menghadiri konsolidasi Caleg PKB sekaligus haul ke-9 Abdurrahman Wahid di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (17/12).

Farhat mengingatkan seluruh kader partai berlambang bunga mawar itu agar berpolitik sesuai aturan yang ada, tidak menabrak aturan atau menyerang satu ajaran agama.

Jika terus menerus bersikap kontroversial, kata Farhat, PSI hanya akan menjadi sandungan bagi Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019.

"Pernyataan-pernyataan ketua umum PSI ini merugikan Jokowi jadi seolah olah nanti pak Jokowi melarang poligami," tandasnya.

Gagasan menolak poligami itu diamini oleh Ketua DPW PSI Bali I Nengah Yasa Adi Susanto. Ia mengatakan, kadernya dilarang berpoligami, sekalipun diketahui berpoligami kader harus keluar atau diberhentikan dari keanggotaan partai.

Menurut Adi, adanya pejabat yang berpoligami punya korelasi dengan melakukan korupsi. "Karena dia (Pejabat) punya istri lebih dari satu atau simpanan. Sehingga dia harus mencarikan anggaran-anggaran ataupun dana-dana untuk mensupport istri mereka tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan dengan aturan poligami di PSI, ada Caleg di luar Bali beberapa orang yang sudah Daftar Calon Tetap (DCT) di PSI mengundurkan diri.

"Bahkan kami menyarankan mereka mundur. Kalau kami di Bali sudah seleksi dan kami juga sudah tegaskan ini aturan khusus. Kalau aturan umum kan sesuai dengan aturan Pemilu. Jadi Caleg kami itu, 100 persen (Bali) tidak ada yang poligami kalau dia melakukan poligami tentu kami akan keluarkan dia," ucapnya.

Adi juga mengatakan bahwa pihaknya harus tegas untuk hal poligami. Karena menurutnya kebijakan tersebut untuk benar-benar melindungi perempuan.

"Nanti kalau kami duduk di sana tentu revisi Undang-undang ini akan kami lakukan juga," tegasnya.

Pernyataan Garace Natalie

Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan partainya menolak praktik poligami. Grace tidak merestui kader, pengurus, dan anggota legislatif dari PSI poligami.

Grace menegaskan, PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Itu dilakukan karena praktik tersebut merupakan salah satu sumber ketidakadilan bagi perempuan.

"Riset LBH APIK tentang poligami menyimpulkan bahwa pada umumnya praktik poligami menyebabkan ketidakadilan perempuan yang disakiti dan anak yang ditelantarkan," kata Grace, Rabu, 12 Desember.

Tekad penolakan poligami, kata Grace, akan dilakukan jika PSI lolos ke parlemen. Partainya akan menjadi yang pertama berjuang merevisi UU Poligami.

"Jika kelak lolos ke parlemen, langkah yang akan kami lakukan adalah memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta aparatur sipil negara," terang Grace.

Pernyataan Poligami Grace Natalie Berbuntut Panjang

Gagasan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ingin melarang poligami bagi pejabat negara dan aparatur sipil Negara menuai polemik. Ketua Umum Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) Farhan Hasan mengatakan gagasan itu intoleran.

“Pernyataan Ketua Umum PSI (Grace Natalie) yang menolak poligami adalah sikap arogan yang sulit diterima. Betapa tidak, ketua partai yang selama ini sering mengampanyekan Indonesia yang toleran sepertinya gagal membawa pesan itu ke dalam tatanan praktik,” kata Farhan, melalui keterangan tertulis, Minggu, 16 Desember 2018.

Menurut Farhan, Natalie tak mengerti syariat Islam. Dalam Islam, kata dia, poligami diperbolehkan dengan syarat melindungi hak-hak perempuan. "Seorang suami yang berpoligami harus berlaku adil di antara istri-istrinya," kata Farhan.

Daripada menyoroti soal poligami, ia meminta PSI melawan tindakan amoral pejabat. "Dengan begitu PSI dapat mewujudkan visi indonesia yang toleran dan berkeadaban,” kata dia.

Sementara sekretaris Jenderal Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Mochammad Yunus mengatakan pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie soal penolakan partainya atas kegiatan poligami dinilai justru semakin menambah kegaduhan di tengah masyarakat.

“Apa yang dikatakannya itu, justru semakin menambah perdebatan di tengah masyarakat,” ujar Sekretaris Jenderal Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Mochammad Yunus dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (12/12/18).

Yunus mengatakan penolakan PSI terhadap praktik poligami tersebut sebagai sikap yang bertentangan dengan adat yang justru sudah ada sejak dulu di Indonesia.

“Itu artinya dia kan menentang apa yang selama ini jadi local wisdom di masyarakat. Karena adat di tiap daerah di tiap kelompok masyarakat tentu pasti berbeda-beda.” kata Yunus.

Menurutnya, poligami pada tataran sebagian masyarakat Indonesia sudah menjadi tradisi, hal itu dibuktikan dari adanya sejumlah keluarga yang menerapkan praktik tersebut.

Tak sampai disitu, bahkan, kata Yunus, praktik poligami pun semakin diperkuat berdasarkan, sejumlah tokoh bangsa juga melakukannya.

Yunus mengatakan dalam Islam sendiri, poligami bukanlah sesuatu yang dilarang, asal selama dalam praktiknya hal itu tak keluar dari syariat-syariat agama.

“Poligami itu bukan sesuatu yang dilarang. Yang dilarang itu khamar (minuman keras), aliran sesat, dan prostitusi,” kata dia mencontohkan sejumlah hal yang diharamkan dalam Islam.

Editor: Remigius Nahal
Dirangkum dari berbagai sumber