Di Misa Natal, Bupati Manggarai Ajak Umat Hidup dalam Kegembiraan, Kedamaian dan Kesahajaan

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Di Misa Natal, Bupati Manggarai Ajak Umat Hidup dalam Kegembiraan, Kedamaian dan Kesahajaan

MARJIN NEWS
26 December 2018

Foto: Humas dan Protokoler Manggarai
RUTENG, marjinnews.com - Sudah menjadi agenda rutin tahunan, Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam setiap hari-hari besar keagamaan bersama masyarakat Kabupaten Manggarai. 

Pada perayaan Natal tahun ini, agenda tersebut juga dilaksanakan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai bersama mengikuti perayaan misa kudus bersama umat di Paroki dan Stasi.

Kehadiran pemerintah dalam Perayaan Besar tersebut selain merupakan sebuah 'tradisi', juga digunakan sebagai sarana mendekatkan diri dengan umat. 

Perayaan Natal Tahun 2018 ini, Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, S.H., M.H dan Wakil Bupati Manggarai Drs.Victor Madur serta Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Manseltus Mitak, S.H. bersama Jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai melaksanakan Safari Natal di Stasi Watu Alo, Kecamatan Wae Ri’i dalam Perayaan Natal 25 Desember 2018, setelah sebelumnya mengikuti Misa Malam Natal 24 Desember 2018 di Stasi Dimpong, Kecamatan Rahong Utara.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Deno menyampaikan tiga pesan penting sebagai wujud penghayatan iman akan makna dari perayaan Natal dalam kehidupan Kristiani. 

Pertama, Perayaan Natal sebagai moment untuk menunjukan kegembiraan kepada orang lain. Menurutnya, hanya dengan kegembiraan itulah kita dapat memberikan kebahagiaan kepada sesama. Karena itu, perayaan Natal adalah perayaan kegembiraan. 

"Kedua, saya mengajak supaya dalam merayakan Natal ada damai. Damai di hati, damai di bumi dan damai di surga serta tinggal di antara kita. Saya tidak bisa membangun Manggarai dengan kebencian melainkan hanya bisa terjadi kalau ada kedamaian dengan sesama," lanjut Bupati Deno. 

Hal ketiga, menurut Bupati Deno Kamelus, Perayaan Natal adalah perayaan kesahajaan atau kesederhanaan. 

Perayaan keselamatan di mana Yesus Kristus lahir dalam palungan di sebuah kandang hina, namun kehadiranNya menyelamatkan semua orang. Karena itu, kalau kita ingin menyelematkan orang lain, menurutnya, harus dimulai dari kesahajaan atau kesederhanaan hidup.

Pada kesempatan yang sama, di Stasi Watu Alo, Pater Adrianus Nahal, OFM dalam renungannya menyampaikan bahwa peritiwa Natal adalah pertistiwa Allah menjadi saudara kita. 

“Yesus bukanlah orang jauh melainkan dekat dengan kita. Ia hadir dan menjadi saudara untuk kita. Ia lahir berupa wujud bayi dalam palungan. Karena itu janganlah kita menjauhkan diri dari hadapanNya dan diharapkan kita senantiasa memberikan sapaan persudaraan yang manis kepada saudara yang ada di sekitar kita”, tuturnya.

Terhadap kunjungan Pemkab Manggarai ini, Ketua Stasi Watu Alo, Rofinus Laju menyampaikan kegembiraannya. 

“Lengkaplah kebahagiaan dan kegembiraan kami. Karena itu segenap umat Stasi Watu Alo ini menyampaikan terima kasih kepada Bupati Manggarai dan Wakil Bupati Manggarai bersama seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Manggarai yang telah hadir bersama kami di sini”.

Sebagaimana diketahui, Stasi Watu Alo ini berada di Desa Ndehes, Kecamatan Wae Ri’i dengan berpenduduk kurang lebih 215 Kepala Keluarga yang terdiri dari 4 dusun, 12 RT dan 4 RW. Stasi ini menjadi bagian dari Paroki Karot yang berada di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. (MPM/RN/MN)