Dampak Pernyataan Gubernur NTT, Tamu Asing Batal Kunjungi Komodo

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Dampak Pernyataan Gubernur NTT, Tamu Asing Batal Kunjungi Komodo

MARJIN NEWS
15 December 2018

Foto: Istimewa
LABUAN BAJO, marjinnews.com – Pernyataan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor Bungtilu Laiskodat terkait rencana menaikkan tarif masuk wilayah Taman Nasional Komodo (TNK) menuai polemik.

Selain ditolak oleh sejumlah pelaku wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), ada juga wisatawan yang membatalkan kunjungannya. Tarif rencananya akan naik dari Rp350.000,00 menjadi $500 Amerika Serikat atau setara 7,5 juta rupiah.

Salah satu calon wisatawan melalui email Bahasa Inggris kepada salah satu pemandu wisata di Labuan Bajo mengatakan “mereka memikirkan soal tiket masuk itu”.

“Berita di negara saya menyebutkan bahwa tiket itu akan naik menjadi 500 dolar Amerika Serikat. Terkait hal itu, kami memutuskan membatalkan booking-an kami pada Juli 2019. Kami akan kembali menghubungi kamu kapan saja jika pikiran kami berubah,” demikian emailnya kepada pemandu wisata atas nama Marcel itu.

Sementara itu, wisatawan yang baru saja kembali dari Labuan Bajo mengatakan dalam pesan WA kepada pemandu wisata yang melayaninya bahwa, tripnya sangat menyenangkan dan sangat ingin kembali suatu saat.

Namun, ia kemudian berkomentar bahwa tiket masuk TNK sangat tinggi di waktu mendatang. Ia pun melampirkan dalam pesannya berita terkait pernyataan Laiskodat yang dimuat TheStar, media di Malaysia.

Sementara itu, Ketua Forum Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat, Rafael Todowela dalam konferensi pers yang diterima, Jumat (14/12/2018) malam menjelaskan, sejumlah organisasi pariwisata di Manggarai Barat, seperti DPC Asita Manggarai Barat, DPC HPI Manggarai Barat, DPC PHRI Manggarai Barat, Asosiasi Angkutan Kapal Wisata Manggarai Barat sudah membahas ini, Jumat (14/12/2018) di Labuan Bajo.

Hasilnya bahwa pernyataan Gubernur NTT Viktor B Laiskodat yang mewacanakan kenaikan harga tiket masuk ke Taman Nasional Komodo sangat merugikan pelaku wisata di Manggarai Barat, masyarakat Manggarai Barat khususnya dan Flores pada umumnya.

Dampak lain, lanjut Todowela, akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) karena kunjungan wisatawan akan menurun.

Pemandu wisata akan mengganggur karena sedikit wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo. Bahkan berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara dan Nusantara ke Pulau Flores.

"Forum mendesak Gubernur NTT Viktor B Laiskodat menarik kembali pernyataannya melalui media massa. Dan juga Gubernur NTT terlebih dahulu membuat kajian-kajian tentang wacana kenaikan harga tiket masuk ke Taman Nasional Komodo. Gubernur sebaiknya mempertimbangkan dampaknya bagi pelaku wisata dan masyarakat Manggarai Barat khususnya dan Flores pada umumnya," desak Todowela.

Sumber: Kompas.com
Editor: Remi Nahal