Curahan Hatiku Menjelang Akhir Tahun

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Curahan Hatiku Menjelang Akhir Tahun

MARJIN NEWS
11 December 2018

Foto: Dok. Pribadi

CURHAT, marjinnews.com - Malam semakin larut, sedangkan aku masih terjaga di bawah langit-langit kamar yang membisu serta sepi yang sudah menjadi karibku setahun terakhir ini.

Ada rindu yang tak sanggup aku bendung. Ada kecenderungan untuk kembali menggali romantismu masa lalu dengan harapan kenangan itu dapat mengusir sepi dan sunyinya kota kecil ku.

Spontan angan mulai membuka lembaran demi lembaran kisah itu.

Dulu, canduku pada  candanya membuat aku lupa pada luka di akhir cerita.

Cantik rupanya membius akal sehat hingga aku lupa akan ada perpisahan yang pasti kala nantinya aku dan dia tak lagi menjadi kami.

Bahkan aku ketagihan untuk membelai setiap helai rambutnya. Membelai setiap inci demi inci tubuhnya saat tak lagi ada penghalang dan pembatas diantara raga kami.

Aku begitu memujanya bahkan pernah aku menganggapnya "TUHAN".

Ia dan semua yang ada padanya adalah karya agung sang Maha seniman sejati.

Namun, ternyata dugaku tak jadi nyata, di tengah cerita Ia pergi bersama keegoisannya dan meninggalkanku seorang diri dalam hening dan kelamnya kerinduan.

kini Ia dan cintanya hanya menjadi sejarah yang tercatat dalam kenangan yang sewaktu mungkin akan kembali diungkit sepi.

Ia juga hanya akan tetap menjadi sisa arus masa lalu yang akan terus terbawa dalam bayang, entah sampai kapan waktunya.

Kini hatiku menjadi sesunyi kuil. Dan sialnya lagi aku masih berkubang dalam rasa itu, terperangkap dalam masa lalu yabg kelam.

Aku bahkan masih mencintainya. Terus dan tetap mencintainya dengan sangat sungguh dan sepenuhnya.

Kini sesal dan kecewa datang silih berganti.

Pernah sekali waktuku coba untuk membenci dia dan semua tentangnya dengan segenap kemampuanku.

Semakin aku mencoba, semakin besar rindu itu muncul. Lalu pada akhirnya aku menyerah dan pasrah, biarkanlah waktu yang akan menguburnya, jika Ia juga sanggup.

Bagaimana lagi, aku membencinya sebanyak aku mencintainya.

Penulis: Yoseph Vernus Seni Burnailo'ong

Alumus STKIP St. Paulus Ruteng