AMMM Mengutuk Keras Pelaku Pemerkosaan di Manggarai

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

AMMM Mengutuk Keras Pelaku Pemerkosaan di Manggarai

Tini Pasrin
15 December 2018

foto:marjinnews.com
MALANG, marjinnews.com -Kemajuan sebuah bangsa tidak terlepas dari peran aktif generasi muda.  Para generasi mudalah yang kemudian dapat menentukan nasib bangsa di masa yang akan datang.

Demi menjamin kemajuan bangsa, negara harus mampu menjamin keberlangsungan hidup para generasi muda sebagaimana yang tertuang dalam UU Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014 pada Pasal 1 Poin 2.

UU ini berbunyi: Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Akan tetapi sampai saat ini sering terjadi aksi pemerkosaan yang jelas-jelas sangat merusak hidup generasi penerus bangsa.

Berdasarkan data yang kami rampung dari berbagai media cetak dan media online  telah terjadi kurang lebih belasan kasus pemerkosaan di tahun 2018 yang terjadi di Manggarai Raya.

Kasus yang seakan menjadi tradisi subur ini kalau  dipelihara tentu akan merusak lebih banyak generasi penerus bangsa.

Aliansi Mahasiswa Manggarai se-Malang raya (AMMM) dengan beberapa pertimbangan tersebut akhirnya menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Mengutuk keras aksi pelaku-pelaku pemerkosaan di Manggarai.
2. Mendesak pemerintah daerah untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang sering terjadi di Manggarai.
3. Mendesak para penegak hukum untuk segera memberikan hukuman kepada para pelaku sesuai UU yang berlaku.
4. Menghimbau seluruh stake holder untuk sama-sama menjaga dan menjamin keberlangsungan hidup para generasi yang bermartabat.

Pernyataan sikap tersebut ditindaklanjuti dengan mengadakan deklarasi yang bertempat di daerah Dinoyo, Malang pada 15 Desember 2018.

Organisasi yang tergabung dalam deklarasi  ini antara lain; IKAMATRI, HACKER, IKSAM, IKALMA, IKBLM, KESATRIA NUCALALE, IKKLAM, IKMMATIM, IKABEMA, FORSAM, FK3M, PORTU dan beberapa organisasi lainnya.

Mereka mengharapkan agar setiap pihak dalam hal ini yang bertanggungjawab atas kasus pemerkosaan di Manggarai, harus mampu mengambil sikap.

Gereja, adat, organisasi dan pemerintah Manggarai Raya  sendiri harus campur tangan secara baik dan benar dalam menyikapi kasus pemerkosaan yang marak terjadi sesuai dengan porsinya masing-masing.


Oleh: Didikardianus Gandur
*Kordinator Lapangan AMMM