Abu dan Debu, Puisi - Puisi Melita Encik

(Foto: Dok. Pribadi)


Gregorius

Sunyi adalah kitab hidup
Menampung jawaban seluruh
Ruang terluas menumpah sesal
Ranjang ternyaman rebahkan jiwa yang hampa
Sunyi adalah pintu kekal
Membuka akal pada arah yang jelas
Selalu mengucapkan selamat datang bagi hati yang patah
Kembali, dihantarkan dengan kata baik-baik saja
Sebab sunyi adalah kitab hidup
Menampung doa juga ruang tuntaskan dosa.
Sunyi adalah melodi waktu tak bergaung.
Diam, isi kepala penuh nada-nada taubat.
Sunyi adalah kitab hidup.

           
Taman doa,2018


Bartimeus

Bartimeus,
Kau lelaki berhati baja,
Tegar kau merawat lara,
Bisu kau teguhkan segala sendu.
Pada gaduh sepatu anak Daud,
Kau bersikukuh Ia datang mencumbui matamu,
Menikmati doa juga dosa kau yang rapat
Kalau saja aku ada dekatmu,
Kubantu kau keraskan teriakmu,
Sebab aku tak ada bedanya dengan kau.
Matamu tak dapat melihat, hatiku tak dapat membuka mata
Bahwa gelap selalu melanda,
Nafsu kalbu liar bertumbuh dalam segala waktu
Imanmu telah menyelamtkan engkau,
Nafsuku telah mematikan hatiku.

Bartimeus,
Kita belum terlambat,
Masih ada sebakul waktu untuk merunduk,
Tepat pada pukul tujuh itu, kita telah jadi baru.
Jangan takut, Iman adalah batu penjuru .

Taman doa,2018


Abu dan Debu

Aku adalah daun
Selalu berdecak kagum pada abu dan debu
Mereka senantiasa setia mencium tapak
sekalipun belum saling mengenal apalagi jumpa temu
Setia menerima asa yang hampa dari manusia
Dicabiknya dari rasa lalu sumpah serapah ke tanah
Mereka bergandengan terbang luas dan liar
Barangkali mereka sama sepertiku
Mencintai yang tidak dicintai oleh orang
Menerima yang tidak diterima oleh orang
Sebab jatuh berkali-kali seperti matipun adalah kawan sejati dari hati
Abu dan debu setia menanti daun yang jatuh namun tidak pernah menjatuhkannya dengan mau
Sebab mereka sendiri ialah empunya sang jatuh 
Abu dan debu setia menanti pulang yang telah diciptakan dapat terbang
Abu dan debu setia menjelma menjadi ranjang ternyaman bagi jiwa-jiwa yang menyudahi ziarah dosa juga doa.
Abu dan debu tak pernah memilah waktu
Apalagi berpilih kasih teruntuk yang memang sudah usai
Abu dan debu tak pernah cemburu
Pada aku sang daun,
Pada dahan, pada angin
Pada yang segalanya berada di atas tubuhnya
Pada segala yang menjadi tuan-tuan jalanan
Pada yang segalanya diciptakan dapat bersuara
Pada yang segalanya diciptakan dapat menjamu tubuh, nafsu juga rindu.
Pada yang segalanya diciptakan dapat berucap selesai juga Amin.
Abu dan debu,
Adalah alfa dan omega
Setelah yang dinamakan Pencipta.


Asrama, 2018


Meja Kecil di Sebuah Kaffe

Ada rintik juga musik.
Lalu rindu .
Tentang segala hal yang jenuh.
Tentang segelas teh yang pernah kita seduh.
Tentang segala tanya apa kabarmu?
Tentang segala yang terangkai oleh waktu.
Meja kecil ini,
Ada kau di bagian baratnya.
Kau duduk bersimpuh senyum.
Menatapku .
Tapi semu. Itu imajinasiku.
Meja kecil ini,
Ada pelayan perempuan
Sedikit seksi tapi cantik sekali
Tersenyum sepanjang cerita masuk keluar sang tamu
Ada aku,
Ada rinduku,
Ada kesepianku,
Ada bayang kau
Terekam jejak oleh mata perempuan itu 
Ia tersenyum.
Katanya, Aku semakin tak terlihat cantik.
Wajah murung juga rambut tak terurus.
Badan kurus dengan baju yang digerus peluh dan keluh
Aku, tidak secantik dulu.


Kampus,2018


Hari Minggu

Ada banyak pintu yang terbuka
Ada banyak wajah yang bersua
Ada banyak sesal yang bertumpah,
Dijejer rel kereta juga sepanjang roda berpijak
Mulut-mulut merapal dan bergumam tanpa suara
Bisik pelan-pelan yang sepekan menindih kepala dan dada.
Setelahnya memetik buah dari nada pembuka hingga nada tutup misa .

Hari minggu,
Timbunan keluh meluruh
Bersimpuh dengan banyak cara meredup
Dengan duduk, merunduk dan mengangguk
Lekas setelah semuanya bias,
Ada alasan, Hari minggu hari Tuhan.

 Lalu, bagaimana hari minggumu?

Aku menyanjung debu
Doa menjaga ibu
Tidak lupa menyebut nama kau
Yang tak pernah kau tahu, bahwa kita adalah saudara abu
Tercipta pada awal waktu
Berakhir kembali pada waktu
Kau,
Masih anggap aku asing?

Oeleta,2018 


Oleh: Melita Encik
Mahasiswa semester 3 jurusan bahasa dan seni, Program studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Nusa Cendana Kupang. 

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,117,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,167,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,181,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,567,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,20,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,36,Ekonomi,6,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,277,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,157,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,118,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,61,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,290,Natal,20,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,254,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,414,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,90,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,perdagangan,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1128,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,36,Polisi,25,politik,91,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,2,Pristiwa,32,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,66,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Abu dan Debu, Puisi - Puisi Melita Encik
Abu dan Debu, Puisi - Puisi Melita Encik
https://1.bp.blogspot.com/-ACvRuuWMoZs/XAj5Jcb_qQI/AAAAAAAAAaI/kVPTOAjb9-8pBpCCXpVR-01anwNOtLSBwCLcBGAs/s320/IMG-20181206-WA0011.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-ACvRuuWMoZs/XAj5Jcb_qQI/AAAAAAAAAaI/kVPTOAjb9-8pBpCCXpVR-01anwNOtLSBwCLcBGAs/s72-c/IMG-20181206-WA0011.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/12/Abu-dan-debu-puisi-puisi-melita-encik.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/12/Abu-dan-debu-puisi-puisi-melita-encik.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close