2018 Merupakan Kemenangan dan 2019 adalah Harapan

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

2018 Merupakan Kemenangan dan 2019 adalah Harapan

MARJIN NEWS
30 December 2018

Foto: Dok. Pribadi


SUARA MUDA, marjinnews.com- Hidup ini terus berjalan seperti air yang mengalir tanpa henti. Begitu banyak yang kita alami, baik buruknya kehidupan ini. Begitu banyak pula yang kita dapatkan  dari apa yang kita usahakan.  Namun itu semua mustahil tanpa bantuan dari  Allah sang pemilik kehidupan dan juga  orang-orang yang kita kenal dan bahkan tidak kenal sekalipun.

Dua belas bulan yang sudah berlalu, serta tiga ratus enam puluh lima hari yang sudah kita lewati ini adalah waktu yang sangat lama jika kita perhitungkan, namun sangatlah mudah jika dijalankan dan dinikmati saja.

Kita tidak sadar bahwa sebetulnya kita seolah-olah dihipnotis oleh seluruh kegiatan yang kita lakukan, baik kesibukan kuliah, kerja maupun kesibukan berorganisasi. Begitu banyak masalah dan tantangan yang sudah kita hadapi dan kita atasi dengan baik dan bijak.

Banyak hal yang sudah kita lakukan namun sayangnya kita tidak mampu untuk mengingatnya, baik kejadian kecil maupun besar. Dari sekian banyak hal yang sudah kita lakukan mungkin sedikit saja yang kita tetap ingat sampai saat ini dan bahkan selamanya, dengan alasan mungkin hal tersebut sangat spesial sehingga mengkristal dalam ingatan kita.

Banyak orang yang kita jumpai dan kita kenali di hari-hari yang sudah kita lewati, namun tidak semuanya kita ingat, dan bahkan ada yang kita ingat namun ada juga yang kita lupakan. Banyak orang yang hadir di kehidupan kita, baik hadir sebagai sahabat maupun pacar, lalu banyak juga yang sempat kita miliki dan setelah itu mereka pergi tanpa alasan yang pasti.

Ada juga yang menyakiti kita dan bahkan kita menyakiti mereka, tapi semuanya sudah berakhir dan sudah selesai dan akan menjadi sejarah nantinya. Bagi saya hidup ini hanya mempelajari tiga hal yaitu : Lahir, menilai, setelah itu mati.  Sungguh indah hidup ini jika kita terus bersinergi dan terus berbuat baik.

Jika berbicara tentang kehidupan itu sendiri, saya jadi teringat ucapan seorang penulis Novel.  Katanya, "hidup terlalu singkat. Jadi jangan pernah mengahabiskan setiap detiknya hanya dengan menangis. Tertawalah dan bergembiralah dengan kehidupanmu."

Saya tidak terlalu lihai dalam bermain kata untuk mendefinisikan secara spesifik terkait ucapannya tersebut. Namun tentu yang bisa saya pahami maksud dari ucapannya itu adalah bahwa hidup itu harus dibuat indah. Begitu saja, singkat dan tidak membingungkan (semoga kalian bisa memahaminya).

Nah, sebelum tahun 2018 ini berakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuhan sang pemilik kehidupan, keluarga, sahabat, teman, semua orang yang pernah hadir di kehidupan saya. Karena kalian adalah alasan kenapa sampai saat ini saya masih utuh dan sempurna.

Saya berharap kalian tetap seperti itu. Tetap menjadi orang yang menguatkan saya ketika saya kehilangan harapan. Tetap menjadi orang yang selalu menegur ketika lidah saya terlalu ego untuk berucap. Pokoknya tetaplah menjadi keluarga dan teman terbaik saya. 

Di tahun 2019 yang akan datang saya  tentu masih sangat membutuhkan ide-ide yang cemerlang dari kalian semua, sehingga saya bisa menemukan potensi dalam diri saya. Harapan inilah yang saya terus panjatkan di setiap doaku. Terima kasih 2018 yang penuh berkah.



Oleh: Mansen Jehata
Penulis adalah Presidium Hubungan Perguruan Tinggi (PHPT) dan juga Ketua Persatuan Mahasiswa Kristiani Universitas Ngurah Rai Denpasar