Tuti Tursilawati dan Quo Vadis Perlindungan TKI di Era Jokowi

EDITORIAL, marjinnews.com - Kasus eksekusi mati yang menimpa Tuti Tursilawati, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka di Arab Saudi pada Senin, 29 Oktober 2018 lalu adalah salah satu pertanda tidak becusnya pemerintah Indonesia dalam membela hak hidup orang yang kita sebut Pahlawan Devisa itu dari ancaman hukuman mati di luar negeri. Bukan hanya Tuti, pada 11 Januari 2008, perempuan asal Cianjur, Jawa Barat bernama Yanti Irianti dieksekusi mati dengan ditembak karena kasus pembunuhan.

Lalu pada 18 Juni 2011, perempuan asal Bekasi bernama Ruyati juga dieksekusi hukuman mati dengan kasus yang sama. Begitu juga dengan Siti Zainab pada 14 April 2015, Karni Binti Tarsim dua hari setelah Siti Zainab, dan Zaini Misrin pada 18 Maret 2018. Semuanya dieksekusi tanpa satu pun dikonfirmasi kepada pemerintah Indonesia. Pertanyaannya adalah bagaimanakah sistem perlindungan TKI kita selama ini?

Baca Juga: Nasibmu Tuti Tursilawati

Mengapa TKI Harus Dibela?
Sejarah pengiriman besar-besaran perempuan tenaga kerja ke luar negeri dimulai di awal tahun 80-an. Sumbangan buruh migran ini tidak main-main. Pada Pelita V, buruh migran menurut catatan resmi berjumlah 652.272 orang dan menghasilkan devisa negara sejumlah 1,26 miliar dollar AS ketika itu (Poerwandari, dkk, 2002: 122). Bahkan pada tahun 2015, Bank Dunia mencatat sumbangan remintas (devisa) TKI mencapai US$ 10,5 miliar atau sekitar 140 triliun rupiah. Angka tersebut lebih tinggi dari penerimaan program pengampunan pajak atau tax amnesty yang mencapai 110 triliun rupiah hingga awal tahun 2015, (Katadata.co.id, 26 Januari 2017).

Selain daripada itu, kita semua telah sepakat bahwa PANCASILA adalah dasar negara Republik Indonesia. Pada sila kedua PANCASILA telah secara jelas mengamanatkan soal “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” tanpa pengecualian. Jika kedua hal ini kita abaikan, lantas apa gunanya kita kita hidup sebagai yang empunya negara ini dan segala isinya?

Baca Juga: Selain Kemiskinan dan Human Trafficking, NTT juga Darurat HIV/AIDS

Perempuan dengan Pendidikan Rendah Masih Dominan
Pada tahun 2014, jumlah penempatan TKI keluar negeri mencapai 429.872 orang. Lalu jumlah penempatan tahun 2015 sebanyak 275.736 orang, dan tahun 2016 sebanyak 234.451 orang. Total buruh migran yang pulang ke tanah air selama 2014-2016 tercatat 396.798 orang. Data tersebut belum termasuk TKI yang tidak terdata (ilegal).

Selama triwulan I tahun 2017, BNP2TKI memulangkan 20.612 buruh migran ke Indonesia. Sebanyak 3.240 orang di antaranya tergolong pekerja yang bermasalah hukum di negara penempatan. Pada tahun 2016 total 18.520 TKI dipulangkan ke Indonesia. 4.232 orang di antaranya bermasalah secara hukum.

Menurut data BNP2TKI, 31 Januari 2016 untuk periode 2011-2016 sejumlah 2.320.959 orang meninggalkan Indonesia untuk bekerja sebagai BMI/TKI, dan sebanyak 62% TKI adalah perempuan dan berpendidikan rendah. Pada periode tersebut tercatat 1,5 juta TKI di luar negeri adalah perempuan yang bekerja di sektor domestik/Pembantu Rumah Tangga (PRT) dengan pendidikan mereka sebagian besar adalah SMP (40,5%) dan SD (30,17%).

Baca Juga: NTT Ku Sayang, NTT Ku Malang

Tingginya jumlah TKI perempuan berpendidikan rendah ini menjadi salah faktor meningkatnya kerenatanan mereka terhadap kekerasan di luar negeri. Kondisi ini juga ditambah oleh sistem perlindungan yang tidak berjalan optimal dan banyaknya mafia perekrutan yang tidak mudah dijangkau oleh penegak hukum.

Berdasarkan laporan Reuters, 19 September 2013, sebuah Survey dari Misi Pekerja Migran Hongkong 2012, yang melibatkan lebih dari 3.000 wanita migran yang bekerja di Hong Kong menemukan sekitar 58 persen pekerja telah mengalami pelecahan verbal, 18 persen mengalami kekerasan fisik, dan 6 persen mengalami pelecehan seksual.

Namun, sangat disayangkan. Negara masih belum dan bahkan cuek untuk merespon ini sebagai persoalan cukup serius. Sumbangan besar buruh migran kepada negara Indonesia selama ini tidak pernah dilihat sebagai sesuatu yang membuat mereka layak mendapat perlindungan yang memadai.
Kasus yang menimpa Tuti Tursilawati, TKI asal Majalengka yang dieksekusi mati oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tanpa pemberitahuan resmi tiga hari lalu bisa jadi bukan yang terakhir.

Baca Juga: Merawat Ingatan: Bunda Tety dan Peristiwa Trisakti yang Pilu

Setidaknya, dalam catatan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), masih ada 13 orang lagi menghadapi kasus serupa. Kini mereka sedang berharap Pemerintah Indonesia, yang para pejabatnya kerap mendengungkan orang-orang seperti Tuti dan TKI lain sebagai "pahlawan devisa", membebaskan mereka dari hukuman mati, atau setidaknya terus mendampingi.

Menurut keterangan tirto.id, dari 13 orang itu, hanya Eti binti Toyib Anwar telah mendapat keputusan tetap (inkrah) oleh pengadilan setempat. Seperti Tuti, Eti juga dituduh melakukan pembunuhan. Jika Tuti memukul orangtua majikannya dengan kayu, maka Eti bersekongkol dengan tenaga kerja dari India meracuni majikan. Sementara 12 orang lain masih dalam tahap persidangan. Semuanya masih mungkin untuk dibebaskan, termasuk Eti, asal Cingambul, Majalengka. *)

Catatan: Tulisan ini adalah pengantar diskusi yang akan dilaksanakan oleh GERMAS PMKRI Cabang Surabaya bersama Redaksi marjinnews.com.

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,117,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,167,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,181,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,567,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,20,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,36,Ekonomi,6,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,277,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,157,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,118,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,61,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,290,Natal,20,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,254,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,414,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,90,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,perdagangan,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1128,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,36,Polisi,25,politik,91,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,2,Pristiwa,32,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,66,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Tuti Tursilawati dan Quo Vadis Perlindungan TKI di Era Jokowi
Tuti Tursilawati dan Quo Vadis Perlindungan TKI di Era Jokowi
Sebanyak 62% TKI adalah perempuan dan berpendidikan rendah. Pada periode tersebut tercatat 1,5 juta TKI di luar negeri adalah perempuan yang bekerja di sektor domestik/Pembantu Rumah Tangga (PRT) dengan pendidikan mereka sebagian besar adalah SMP (40,5%) dan SD (30,17%).
https://3.bp.blogspot.com/-tT-xlsiYtPI/W9yt34ikHxI/AAAAAAAAB-c/H4UmI7g-4ekfNzsibhBzWZK3DwXug_R_wCLcBGAs/s320/jokowi-dan-tuti-tursilawati.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-tT-xlsiYtPI/W9yt34ikHxI/AAAAAAAAB-c/H4UmI7g-4ekfNzsibhBzWZK3DwXug_R_wCLcBGAs/s72-c/jokowi-dan-tuti-tursilawati.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/11/tuti-tursilawati-dan-quo-vadis-perlindungan-tki-di-era-jokowi.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/11/tuti-tursilawati-dan-quo-vadis-perlindungan-tki-di-era-jokowi.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close