Togar Situmorang: Mengejek Bentuk Fisik Orang Lain Bisa Dipidanakan
Cari Berita

Togar Situmorang: Mengejek Bentuk Fisik Orang Lain Bisa Dipidanakan

MARJIN NEWS
29 November 2018

Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P. sebagai pemerhati kebijakan publik mengaku bahwa sesungguhnya kaum milenial kerap kali menjadi korban dan pelaku dari body shaming ini sendiri.

DENPASAR, marjinnews.com - Permasalahan body shaming bukan lagi menjadi hal baru di Indonesia. Body shaming adalah istilah yang merujuk pada kegiatan mengkritik dan mengomentari secara negatif fisik atau tubuh orang lain.


Komentar soal body shaming ini tidak jarang dilakukan oleh orang baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Korbannya beragam, tidak hanya perempuan, laki-laki, orang tua, bahkan anak muda banyak yang kerap menjadi korban dari body shaming itu sendiri.

Sejak awal body shaming menjadi tren untuk bahan candaan saja, namun lama kelamaan menjadi serius untuk menjelek-jelekkan seseorang.

Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P. sebagai pemerhati kebijakan publik mengaku bahwa sesungguhnya kaum milenial kerap kali menjadi korban dan pelaku dari body shaming ini sendiri.
Tapi tidak juga menutup kemungkinan menyerempet kaum ibu-ibu (emak-emak).

“Realistis saja, kaum ibu-ibu itu kan pasti sudah punya anak, body sudah tidak seperti dulu lagi. Kalau dikatain di sosial media atau secara langsung bisa disebut body shaming lho,” ujar pengacara yang dijuluki panglima hukum ini.

Menurut Togar, telah ada pasal yang akan digunakan untuk menjerat orang yang berkomentar negatif tersebut.

“Berkomentar negatif terhadap bentuk fisik seseorang merupakan bentuk tindakan pidana yang sudah diatur dalam Pasal 27 Ayat 3 juncto Pasal 45 Ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah dalam UU Nomor 19 Tahun 2016,” imbuh Calon DPRD Provinsi Bali Dapil Denpasar Partai Golkar Nomor Urut 7 ini.

Lebih lanjut Togar menjelaskan, bahwa adapun ketentuan dari Pasal 27 Ayat 3 menyebutkan bahwa, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik

"Sementara itu, ancaman pidananya terdapat dalam Pasal 45 Ayat 3: "Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750.000.000 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)," ulasnya.

Ketua Pengurus Kota Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Denpasar ini menambahkan bahwa yang rentan menjadi korban body shaming adalah anak muda dan kaum ibu-ibu. Apabila keterlaluan bisa melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib disertai alat bukti yang cukup.

“Jadi mulai sekarang saya imbau kepada semua pihak. Siapapun. Khususnya yang anak-anak muda dan kaum ibu-ibu, berhati-hatilah dalam bermain di social media. Karena istilah mulutmu harimaumu sudah mengalami pergeseran menjadi statusmu, harimaumu,” tutupnya.

Laporan: Remigius Nahal