Tidak Punya Uang, Tidak Boleh Berobat di Rumah Sakit Graha Hermine

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Tidak Punya Uang, Tidak Boleh Berobat di Rumah Sakit Graha Hermine

MARJIN NEWS
9 November 2018

Berulang kali keluarga Theresia mendesak Della dan Corry supaya Theresia dapat menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit Graha Hermine.  (Foto: MN)
BATAM, marjinnews.com - Korban kecelakaan atas nama Theresia Sri Sejati di Tanjung Piayu pintu 2 (08 November 2018) setelah dirawat di rumah sakit Samantha Panbill harus dipindah oleh keluarga di karena fasilitas rumah sakit tidak memadai.

Setelah berkoordinasi pihak keluarga akhirnya mereka memutuskan untuk memindahkan Theresia Sri Sejati ke rumah sakit Graha Hermine sebab di Rumah Sakit tersebut memiliki fasilitas CT-Scan (Computed Tomography Scan).

Pihak keluarga Theresia mendatangi Rumah Sakit Graha Hermine pukul 23.30 wib (08 November 2018) untuk menanyakan tentang perihal administrasi yang perlu dipenuhi supaya bisa mendapatkan perawat an CT-Scan di Rumah Sakit Graha Hermine.

Baca Juga: Pelayanan RSUD Ruteng Disoroti Keluarga Pasien: Ramah dan Senyum itu Penting

Pihak Rumah Sakit Graha Hermine melalui Corry selaku staff administrasi meminta uang panjar Operasi senilai Rp 70 juta ditambah Rp.10 juta untuk biaya ruangan ICCU dengan menuliskan secara rinci dalam sebuah keras untuk memo kepada pihak keluarga Theresia.

"Sebagai pegawai kami hanya menjalankan tugas dan sudah berkoordinasi dengan pihak manajemen yaitu dr. Fahjri harus membayar Rp. 80 juta", terang Dela.

Mengetahui total biaya Rp 80 juta yang jumlahnya sangat besar keluarga Theresia pun mencoba menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) namun pihak Rumah Sakit menolak.

"Sangat disayangkan tindakan pihak Rumah Sakit Graha Hermine melalui Corry dan Della sangat cuek bahkan tidak menghiraukan keluarga Theresia karena menggunakan Jamkesda" ujar keluarga korban.

Baca Juga: Tahan Bayi Pasien Miskin, RSUD Ruteng Disemprot Netizen

Berulang kali keluarga Theresia mendesak Della dan Corry supaya Theresia dapat menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit Graha Hermine.

Karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh keluarga Theresia untuk biaya awal perawatan di Rumah Sakit Graha Hermine maka keluarga meminta bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau.

Keluarga Theresia merupakan keluarga yang tidak mampu maka Dinas Provinsi Kepulauan Riau berjanji akan membantu biaya pengobatan Theresia melalui program Jamkesda supaya dapat dirawat dan diambil tindakan.

Walaupun sudah mendapatkan persetujuan dari dr. Cecep selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau pihak rumah sakit tetap saja tidak berkenan menerima Theresia untuk dirawat di rumah sakit Graha Hermine melalui Corry dan Della.

Hasil pantauan media marjinnews.com sempat terjadi perdebatan antara keluarga calon pasien dengan pihak Corry dan Della selaku pegawai Rumah Sakit Graha Hermine.

Baca Juga: Seorang Pemuda di Karot, Ruteng Ditembak Orang Misterius

Corry mencoba menghubungi dr. Fahjri, Direktur Rumah Sakit Hermin untuk memberitahukan terkait kesediaan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau untuk menanggung biaya perobatan Theresia melalui program Jamkesda.

"Keluarga korban harus menunjukkan surat dan kemudian harus membuat surat pernyataan dengan bunyi jika Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau tidak bisa mencairkan biaya perobatan Theresia maka pihak keluarga diwajibkan membayar", terang Corry.

"Sangat disayangkan untuk nyawa seorang manusia Rumah Sakit Graha Hermine hanya memikirkan uang saja tidak memikirkan nyawa dan keselamatan pasien", ucap RD Paschalis.

Setelah 3 jam berdebat bahkan sampai mendapat persetujuan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan akan bertanggungjawab membantu pembiayaan perawatan tetap pihak Rumah Sakit Graha Hermine tidak Peduli.

"Walaupun pada akhirnya Theresia diterima tetapi keluarga pasien masih merasa kecewa terhadap pelayanan Rumah Sakit Graha Hermine yang sangat tidak memuaskan", tutup RD Paschalis. (JP/MN)