Tes PNS di Manggarai, dari 5.783 Pelamar, Hanya 233 yang Jadi Pemujur
Cari Berita

Tes PNS di Manggarai, dari 5.783 Pelamar, Hanya 233 yang Jadi Pemujur

MARJIN NEWS
1 November 2018

Foto: Ilustrasi

Ruteng, Marjinnews.com -- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) sudah melakukan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Manggarai, Flores NTT.

Formasi CPNS 2018  untuk kabupaten Manggarai diberi jatah 233 orang. Formasi yang paling banyak yaitu tenaga kesehatan, pendidikan serta administrasi.

"Yang jelas formasi ada 233, kami sudah terima suratnya. Dari formasi 233 ini paling banyak tenaga kesehatan, pendidikan serta administrasi. Berapa formasi setiap bidang akan kami sampaikan. Kami akan tindaklanjuti penerimaan CPNS tahun 2018 dengan membentuk panitia dan mengadakan rapat pengumuman," kata Plt Kepala BKD Manggarai, Drs. Angkat Anglus, M.Si. beberapa waktu lalu.

Pengumuman hasil verifikasi atau seleksi administrasi para pelamar CPNS 2018 sudah dilakukan pada Minggu (21/10/2018) lalu.

Pengumuman ini diinformasikan melalui website Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN). Selain melalui website, hasil seleksi administrasi itu juga adiumumkan pada papan pengumuman di setiap kantor BKD di seluruh Indonesia.

Lulus atau tidaknya pelamar CPNS nanti murni akan ditentukan oleh kemampuan pelamar sendiri.

Untuk Kabupaten Manggarai ada 5.783 jumlah peserta tes CPNS yang dinyatakan lolos verifikasi dari berbagai jurusan.

Hari ini, Kamis (1/11) 5.783 pelamar CPNS yang lolos verifikasi tersebut  kini sedang mengambil kartu ujian di kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Manggarai.

Sesuai pengumuman, pengambilan kartu ujian diberi waktu selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat besok. Sementara tes dilaksanakan hari Minggu 4 November 2018.

Plt Kepala BKPP Manggarai, Anggalus Angkat menjelaskan, panitia CPNS tahun 2018 sengaja melarang pelamar CPNS untuk mencetak sendiri kartu ujian untuk mengantisipasi kecurangan.

“Opsinya ada dua, kartu ujian bisa dicetak sendiri oleh peserta ujian tapi cara ini rawan kecurangan di  hari pelaksanaan tes, misalnya praktik joki dll makanya kita sendiri yang bagikan kartu ujiannya,” kata Anggalus Angkat.

Untuk diketahui, setelah mencetak kartu ujian, para pelamar PNS ini selanjutnya akan mengikuti tes SKD. Tes SKD itu dilakukan dengan CAT (Computer Assisted Test).

Pelaksanaan tes SKD dilakukan pada 26 Oktober hingga 17 November 2018. Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) 2018 menyiapkan 873 titik lokasi tes yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Dikutip dari laman resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), www.bkn.go.id, untuk keperluan tes SKD, selain fasilitas Computer Assisted Test (CAT) dari BKN, Panselnas juga akan menggunakan fasilitas CAT Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, dari jumlah itu, 237 titik diantaranya milik atau yang diusahakan oleh BKN dan 636 titik merupakan fasilitas UNBK Kemendikbud.

“Dengan jumlah itu, diharapkan pelamar semakin dekat dengan lokasi tes CPNS Tahun 2018,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/10) lalu.

Tes SKD lewat CAT untuk CPNS 2018 terdiri:

1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, bahasa Indonesia, 
Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. NKRI.

Tes tersebut mencakup sistem tata negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peran bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, serta kemampuan berbahasa 
Indonesia secara baik dan benar.

2. Tes Inteligensia Umum (TIU)

Sedangkan TIU dimaksudkan untuk menilai intelegensia peserta seleksi.

Pertama, kemampuan verbal atau kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan.

Selain itu, kemampuan numerik, atau kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka.

Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal ini akan mendapat skor 5, dan yang salah nilainya nol (0).

TIU juga untuk menilai kemampuan figural, yakni kemampuan yang berhubungan dengan kegesitan mental seseorang dalam menganalisis gambar, simbol, dan diagram.

Selain itu juga kemampuan berpikir logis, atau penalaran secara runtut dan sistematis, serta kemampuan berpikir analisis, atau kemampuan mengurai suatu permasalahan 
secara sistematik.

Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal ini akan mendapat skor 5, dan yang salah nilainya nol (0).

3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

Kelompok soal ketiga adalah Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Soal-soal dalam kelompok soal ini mencakup hal-hal terkait dengan pelayanan publik, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, jejaring kerja, 
integritas diri, semangat berprestasi.

Selain itu, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, bekerja mandiri dan tuntas.

Juga kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, bekerja sama dalam kelompok, serta kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

Berbeda dengan dua kelompok soal sebelumnya, TWK dan TIU, nilai untuk kelompok soal ini terbesar 5 dan tidak ada nilai nol (0) untuk setiap jawaban.

Karena itu, peserta diimbau untuk menjawab seluruh soal TKP.

Simulasi CAT dari BKN

BKN menyediakan laman simulasi untuk mengerjakan soal dengan menggunakan sistem.bPara calon peserta dapat mengunjungi laman Simulasi CAT BKN, yang berisi kumpulan soal dari TIU, TWK, hingga TKP.

Menariknya, layaknya ujian sebenarnya, laman ini juga dilengkapi dengan sistem skorsing. Sehingga, peserta dapat mengukur serta menguji kemampuannya sendiri.

Penulis: Remigius Nahal