Soal Premanisme, Togar Situmorang Ingatkan Aparat Tentang HAM

Togar Situmorang S.H., M.H., M.A.P., Caleg DPRD Bali nomor urut 7 dari Partai Golkar. (Foto: Istimewa)
DENPASAR, marjinnews.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Irjen,. Pol Petrus Reinhard Golose pernah berujar, untuk menitip salam kepada preman berkedok ORMAS.

"Salam Anti Preman!!" Kata Kapolda saat deklarasi perang melawan premanisme di Bali.

Menanggapi hal tersebut, Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., yang adalah sebagai Panglima Hukum di Bali menjelaskan, dirinya sangat mengapresiasi dengan kinerja Kapolda Bali tersebut.

"Kita setuju preman di berantas, karena kita tahu bahwa Bali adalah tempat pariwisata yang didambakan keamanan dan kenyamanannya," ujar Togar.

Namun di sisi lain menurut Togar Situmorang S.H., M.H., M.A.P., yang saat ini juga menjabat sebagai Dewan Penasihat Forum Bela Negara mengingatkan bahwa Polri selaku aktor utama keamanan harus tetap menjunjung tinggi profesionalisme dan hak asasi manusia dalam setiap pelaksanaan tugas dan operasi terkait pemberantasan aksi premanisme.

"Karena ketidakprofesionalan polisi dalam penanganan premanisme justru berakibat pada pelanggaran-pelanggaran HAM berat," jelas Togar.

Togar Situmorang juga mengingatkan agar pemerintah dan Polri tidak mengulang cara-cara pemberantasan premanisme yang membabi buta seperti di tahun 1980-an.

"Yang dimana pada saat itu aparat keamanan di Indonesia dengan leluasa melancarkan aksi kekerasan atas nama memerangi premanisme yang malah menjurus pada pelanggaran HAM," paparnya.

Berkaca pada pengalaman kasus penangkapan tanpa alasan yang masih muncul belakangan ini, sangat terbuka kemungkinan terjadi keberlanjutan dan keberulangan kasus kekerasan atas nama penegakan hukum yang sejatinya juga melanggar hukum.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri No. 8 tahun 2009 tentang Implementasi dan Standar Hak Asasi Manusia dalam penyelenggaraan hak asasi manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Polri, dalam menertibkan premanisme, Polri tidak boleh melakukan kekuatan yang berlebihan (exxesive Use of force) dan harus mengacu pada aturan ketat penggunaan kekuatan sesuai dengan prinsip internasional dan aturan yang berlaku, yaitu prinsip proporsionalitas (sesuai tujuan sah yang akan dicapai dan beratnya pelanggaran), keabsahan (sesuai dengan hukum yang berlaku), akuntabilitas (pertanggungjawaban hukum terhadap penggunaan kekuatan) dan kebutuhan (baru dilakukan jika memang dalam keadaan terdesak).

Polri juga harus menghormati prinsip praduga tak bersalah, tidak diskriminatif, memastikan efektivitas hak-hak para tersangka, seperti pendampingan pengacara, akses bagi keluarga dan lain sebagainya sesuai prinsip peradilan yang baik (em)(fair trial). mekanisme pemidanaan sebagaimana diatur dalam KUHP dan KUHAP.

Togar Situmorang S.H., M.H., M.A.P., Caleg DPRD Bali nomor urut 7 itu juga menegaskan, disisi lain Polri juga memiliki tugas dan fungsi lainnya seperti pengayoman, mediasi dan penyadaran hukum yang tersirat dalam UU No 2 tahun 2002 tentang Polri serta memperkuat Pemolisian Masyarakat sebagai langkah-langkah pencegahan terjadinya aksi kekerasan dan premanisme.

"Premanisme tidak bisa diselesaikan dengan cara seperti itu, Memberantas premanisme dengan cara seperti itu dianggap tidak menyelesaikan akar permasalahan.Tapi, yang lebih baik adalah bagaimana mengubah orientasi pembangunan ekonomi agar preman tidak muncul," terang Togar

Langkah dan tindakan Polri sebagai salah satu lembaga negara perangkat hukum sangatlah tepat sebagai ujung tombak dari pemberantasan premanisme yang semakin marak di tanah air tercinta.

Tentunya diikuti oleh lembaga-lembaga perangkat hukum lainnya seperti kejaksaan, kehakiman dan lembaga pemasyaratan.

Steril dari pengaruh-pengaruh baik itu politik, uang maupun desakan kepentingan dari pihak-pihak tertentu di semua lembaga tersebut sangat lah diharapkan.

Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., yang juga Ketua Kota POSSI Denpasar mengamati munculnya aksi premanisme, khususnya di kota-kota besar, disinyalir merupakan dampak dari kesenjangan pembangunan ekonomi di Indonesia.

Menurut Caleg Milenial ini, cara paling efektif untuk melawan premanisme adalah dengan menyediakan lowongan pekerjaan sebanyak mungkin.

Perilaku premanisme dan kejahatan jalanan merupakan masalah sosial yang berawal dari sikap mental masyarakat yang kurang siap menerima pekerjaan yang dianggap kurang bergengsi.

"Tindakan premanisme tingkat bawah yang pada umumnya melakukan kejahatan jalanan (street crime) seperti pencurian dengan ancaman kekerasan (Pasal 365 KUHP), pemerasan (368 KUHP), pemerkosaan (285 KUHP), penganiayaan (351 KUHP), melakukan tindak kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum (170 KUHP) bahkan juga sampai melakukan pembunuhan (338 KUHP) ataupun pembunuhan berencana (340 KUHP), perilaku mabuk di muka umum (492 KUHP), yang tentunya dapat mengganggu ketertiban umum serta menimbulkan keresahan di masyarakat," papat Togar Situmorang S.H., M.H., M.A.P.

Sebelumnya, Togar Situmorang juga menjelaskan pengertian tentang premanisme.

Kata Preman menurut Togar, berasal dari bahasa Belanda yaitu Virman yang artinya adalah orang bebas, merdeka.

Sedangkan isme  yaitu aliran adalah sebutan peyoratif yang sering digunakan untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang yang mendapatkan penghasilannya terutama dari pemerasan kelompok masyarakat lain.

Untuk diketahui, kata ‘preman’ bukanlah kata asli Bahasa Indonesia. Kata preman terbentuk dari gabungan dua kata, pre dan man, atau dalam Bahasa Inggris Free dan Man (Freeman).

Mengartikan manusia Preman untuk manusia merdeka, ialah tentang kebebasan untuk melakukan apa saja. Bebas berpikir dan bertindak. Dan itulah hakikat manusia sebagai makhluk yang selalu mendambakakebebasan.

Semua manusia adalah preman, kalau preman itu melakukan pelanggaran hukum, ia bisa disebut kriminal.

Demikian penjelasan Praktisi Hukum, Togar Situmorang, S.H, M.H,. M.A.P, kepada media ini, Minggu (17/11)

Menurut Togar, selama tidak melakukan itu, dia tetap preman, orang baik-baik, manusia merdeka. Orang yang bercita-cita merdeka.

"Seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, Tjokroaminoto, Sutomo, dll. Merekalah preman-preman sejati yang mendambakan kebebasan atau kemerdekaan namun tetap menghormati perbedaan," jelas Togar Situmorang.

Preman itu bukan kriminal. Preman adalah manusia merdeka.

"Kita acapkali mencampuradukkan istilah preman ini dengan pelaku kriminalitas, atau dengan penjahat bermoral bejat. Ini adalah salah kaprah besar. Pelabelan yang begitu mapan tanpa disertai argumentasi yang masuk akal. Pantas untuk dipertanyakan," tukas Togar.

Dari sini, harus ada pisau tajam untuk membelah kesalahan semantik ini. Preman bukan kriminal. Preman berbeda dengan kriminal. Preman dan kriminal adalah dua hal yang berbeda. (*)

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,162,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,182,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,570,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,37,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,278,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,117,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,62,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,291,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,257,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,416,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1136,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,37,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,68,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Soal Premanisme, Togar Situmorang Ingatkan Aparat Tentang HAM
Soal Premanisme, Togar Situmorang Ingatkan Aparat Tentang HAM
https://1.bp.blogspot.com/-Qg4X74jSznA/W_Ef6wbUg6I/AAAAAAAADtg/LaqzFKvF_MA-7rInBrjL_iWlgZBxa-z5QCLcBGAs/s1600/20181118_130011.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Qg4X74jSznA/W_Ef6wbUg6I/AAAAAAAADtg/LaqzFKvF_MA-7rInBrjL_iWlgZBxa-z5QCLcBGAs/s72-c/20181118_130011.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/11/soal-premanisme-togar-situmorang.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/11/soal-premanisme-togar-situmorang.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close