Sekolah Tinggi Pariwisata Cemara Laut Komodo Mulai Dibangun di Labuan Bajo
Cari Berita

Sekolah Tinggi Pariwisata Cemara Laut Komodo Mulai Dibangun di Labuan Bajo

MARJIN NEWS
30 November 2018

Foto: FB Diskominfo Mabar
LABUAN BAJO, marjinnews.com - Salah satu rangkaian kegiatan kunjungan kerja Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH,. M.Si, di Labuan Bajo adalah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Cemara Laut Komodo, yang berlokasi di Mbuhung, Desa Nggorang Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Kamis, (29/11).

Diinformasikan, Gubernur NTT sebelum tiba dilokasi, terlebih dahulu meninjau beberapa sekolah diantaranya, SMAK St. Ignatius Loyola, SMK Stella Maris serta San 1 Komodo Labuan Bajo.

Saat tiba dilokasi  kegiatan, Gubernur yang di dampingi Bupati Manggarai Barat bersama rombongan diterima secara adat budaya Manggarai berupa tuak dan manuk kapu yang dilakukan sejumlah tua adat setempat, serta pengalungan selendang kepada Gubernur dan Bupati  oleh dua orang Siswi SMK Bina Mandiri Nggorang, Kecamatan Komodo.

Turut mendampingi Gubernur selain Bupati Manggarai Barat Drs.Agustinus Ch.Dula, antara lain Wakapolda Nusa Tenggara Timur, Kapolres Manggarai Barat, anggota DPRD Manggarai Barat, Forkopimda Manggarai Barat dan pimpinan OPD Lingkup pemerintah Manggarai Barat.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan pariwisata adalah ilmu masa depan, untuk itu mari kita berpikir tentang pariwisata. 

'Pemerintahan yang saya pimpin saat ini, menitikberatkan pada sektor pariwisata. Alasannya pariwisata merupakan dunia ilmu pengetahuan dan kemajuan di masa yang akan datang. Untuk itu,mulai hari ini cara berpikir kita adalah berpikir pariwisata, pèrtanian, perikanan, Peternakan dan semua aspek kehidupan manusia NTT'. 

'Jika ini dilakukan dengan baik, maka kita akan melakukan lompatan- lompatan hebat dalam meraih mimpi besar kita. Selain itu, sebagai gubernur saya akan mendorong dan mendukung fasilitas-fasilitasi yang diperlukan dalam keterbatasan ruang fiskal yang dimiliki juga berpartisipasi dengan Pemda Manggarai Barat untuk mendorong secara serius agar nantinya perguruan tinggi yang dibangun menjadi perguruan tinggi yang berkualitas yang bukan saja melahirkan gedung baru tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang mampu melayani NTT dalam sektor pariwisata'. Lanjut beliau. 

Pada saat yang sama, Gubernur mengatakan bahwa Wisatawan Yang masuk Taman Nasional Komodo (TNKK) Harus Terlebih dahulu bayar 500 dolar.

'Kita punya Taman Nasional Komodo. Dan yang namanya konservasi tidak pernah murah, tidak ada di dunia yang menyarankan konservasi dijaga dan murah. Ini sesuatu yang menabrak akal sehat'. 

'Untuk wisatawan nusantara dan wisatawan asing, harus dihitung berapa nilai budgetnya yang mesti dibayar. Khusus untuk wisatawan asing mereka harus bayar minimal 500 dolar, dan jika dikurskan sekarang 15.000, - berarti 7.500.000,- baru diijinkan masuk ke Taman Nasional Komodo. Dan untuk orang lokal silahkan gratis'. Lanjutnya. 

Untuk daerah NTT terdapat dua tempat menyelam terbaik/difing yakni Labuan Bajo dan Alor. Namun demikian yang menjadi persoalan yakni, selama ini wisatawan yang melakukan diving, bayarannya dinilai begitu murah. Masuk keluar tidak dicek apakah orang itu dari dalam dasar laut bawa apa saja, ini tidak pernah dicek. Ini yang perlu dipikirkan baik oleh kepolisian maupun oleh petugas-petugas dilaut yang punya kompetensi untuk itu'. Pungkasnya.

Sumber: Diskominfo Mabar
Editor: Remigius Nahal