Sebelum Menjadi Camat Bengkong, M. Tahir Meminta Suap Menjadi Honorer
Cari Berita

Sebelum Menjadi Camat Bengkong, M. Tahir Meminta Suap Menjadi Honorer

MARJIN NEWS
13 November 2018

Foto: MarjinNews
BATAM, marjinnews.com - M. Tahir sekarang menjabat Camat Bengkong diduga meminta uang kepada warga untuk biaya masuk menjadi honorer di kantor pemerintahan Kecamatan Bengkong. 

Uang yang diminta oleh M. Tahir saat menjabat Sekretaris Camat Bengkong Rp. 40.000.000/orang sebagai mahar menjadi honorer.


Pada tanggal 11 September 2015 saya menyerahkan uang senilai Rp 40 juta kepada M Tahir yang saat itu masih menjabat sebagai Sekretaris Camat Bengkong menceritakan kejadian yang dirasakan oleh seorang warga bernama Syamsul. Kepada wartawan Marjinnews.com saat ditanyakan melalui telpon.(8 November 2018)



M. Tahir membuat kwitansi menjadi tanda bukti bahwa uang telah diterima Rp 40 juta dari saya dan diberi materai Rp. 6000,- lalu ditanda tangani langsung oleh M. Tahir, terang Syamsul.

Uang Rp. 40 juta tersebut kata Syamsul, sebagai mahar uang masuk dua orang anaknya menjadi honorer diantaranya Ridho Salim dan Ririn Sumalinda.

Uang Rp 40 juta adalah hanya sebagai uang panjar saja masing-masing Dp Rp 20 juta sehingga Rp 40 juta selanjutnya sisa Rp 40 juta akan diangsur ketika anak saya masuk kerja, papar Syamsul. 

Semenjak diterima duit tersebut oleh M. Tahir hingga pertengahan tahun 2017 kedua anak Syamsul tidak kunjung dipekerjakan hanya janji terus yang didapatkan olehnya, papar Syamsul. 

Setelah ditagih terus-menerus M Tahir yang sudah naik jabatan menjadi Camat Bengkong akhirnya menerima Ridho Salim dan Ririn Sumalinda sehingga akhir 2017 mereka dipekerjakan, terang Syamsul.  

Ridho Salim akhir 2017 dipekerjakan di kantor Kelurahan Tanjungpuntung dan Ririn Sumalinda di Kelurahan Bengkong Laut, sebut Syamsul. 

Ridho Salim dan Ririn Sumalinda keduanya adalah sebagai honorer. Namun sejak, akhir 2017 hingga Mei 2018 atau enam bulan lama nya bekerja tidak pernah mendapatkan gaji sehingga mereka berdua memuluskan untuk meninggalkan pekerjaan tersebut, tegas Syamsul. 

Melihat kondisi tidak memuakkan tersebut membuat Syamsul terus desak M Tahir supaya uang senilai Rp 40 juta dikembalikan, tutup Syamsul. (JP/MN)