Scalabrinians Siap Berkolaborasi Dengan KKPPMP Keuskupan Pangkal Pinang
Cari Berita

Scalabrinians Siap Berkolaborasi Dengan KKPPMP Keuskupan Pangkal Pinang

MARJIN NEWS
22 November 2018

Sosialisasi Kongregasi Scalabrinian (19 November 2018) kepada seluruh umat di gereja Katolik Maria Bunda Pembantu Abadi (MBPA) merupakan sebuah tanda bahwa Gereja Katolik dibawah Keuskupan Pangkal Pinang Peduli dengan nasib migran khususnya. (Foto: MarjinNews)
BATAM, marjinnews.com -Kongregasi Scalabrinian didirikan pada tanggal 28 november 1887 di Piacenza (Italia Utara). Misi kongregasi ini adalah pelayanan para migran di seluruh dunia. Kongregasi ini secara formal masuk di Indonesia pada tanggal 29 Juni 2002.

Pengenalan akan semangat dasar kongregasi ini memungkinkan kita untuk bisa memahami misinya. Bagi Kongregasi Scalabrinian, keterbukaan terhadap keanekaragaman budaya bukan hal yang asing lagi. Keterbukaan ini berangkat dari spiritualitas pendirinya Yohanes Battista Scalabrini. Beliau telah begitu sering mengajarkan sebuah spiritualitas “inkulturasi” atau “inkarnasi”, yang mana seorang imam diajak untuk mengikuti Kristus yang telah terinkarnasi dalam konteks sejarah dan sosial tertentu.

Sosialisasi Kongregasi Scalabrinian (19 November 2018) kepada seluruh umat di gereja Katolik Maria Bunda Pembantu Abadi (MBPA) merupakan sebuah tanda bahwa Gereja Katolik dibawah Keuskupan Pangkal Pinang Peduli dengan nasib migran khususnya. 

Dalam sosialisasi Kongregasi Scalabrinian berharap bahwa umat Katolik terlebih yang berada di Kota Batam untuk membuka diri dan Peduli terhadap nasib kaum Migran, ucap Romo Tonny Faot. 

Banyak orang-orang yang tidak memiliki pendidikan atau keterampilan khusus untuk bekerja di Kota Batam sehingga menghasilkan pengangguran di Kota Batam yang mengakibatkan tingkat kriminal semakin tinggi menjadi dasar kongregasi scalabrinians hadir dan melakukan sosialisasi, papar Romo Tonny. 

Batam merupakan miniatur Indonesia bahkan menjadi daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Singapore dan Malaysia menjadi kan Batam garis merah terjadinya proses migran, ucap Romo Tonny. 

Proses migran bangsa Indonesia dengan tujuan ke luar negeri untuk bekerja menjadikan cara para mafia perdagangan manusia untuk menjalankan aksinya demi meraih keuntungan untuk mengumpulkan kekayaan, tegas Romo Tonny. 

Praktek perdagangan manusia di kota Batam sangat banyak bahkan sudah diambang batas sangat berbahaya maka gereja Katolik terpanggil untuk ambil bagian memberantasnya, papar Romo Tonny. 

Romo Tonny beserta Romo Popong merupakan perintis kongregasi scalabrinians hadir di wilayah Keuskupan Pangkal Pinang sebagai tanda kepedulian Gereja Katolik terhadap tindakan tidak manusiawi para mafia human trafficking, tegas Romo Ranulfo Salise Tejada atau dikenal sebagai Romo Popong. 

Sudah sangat baik kehadiran Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) di wilayah Provinsi Kepri maka kongregasi scalabrinians akan berkolaborasi dengan memberantasnya segala kegiatan perdagangan manusia yang sangat melanggar hukum yang dilakukan para mafia, papar Romo Popong.

Tidak ada kata maaf kepada mafia perdagangan manusia maka harus KKPPMP bersama Kongregasi Scalabrinian bersatu untuk menyelamatkan manusia dari lingkaran mafia tersebut, tegas Romo Popong. 

Scalabrinian akan mendidik setiap masyarakat yang hendak bekerja namun tidak memiliki keterampilan khusus sehingga membuat para mafia human trafficking kesulitan untuk mencari manusia untuk diperdagangkan, tutup Romo Popong. 

Menyambut baik kehadiran kongregasi scalabrinians Romo Paschalis selaku delegasi yang ditujuk Keuskupan Pangkal Pinang pemimpin KKPPMP.

Kehadirannya kongregasi scalabrinians merupakan tanda bahwa Gereja Katolik dibawah Keuskupan Pangkal Pinang telah membuka mata bahwa perdagangan manusia sudah sangat diambang batas berbahaya sehingga harus diberantas sampai ke akar-akarnya, tegas Romo Paschalis.

Kolaborasai antara KKPPMP dengan Kongregasi Scalabrinian merupakan Kolaborasai kekuatan Gereja Katolik memberantas mafia penjual manusia yang ada di Provinsi Kepri, tutup RD Paschalis. (JP)