Rusna Tidak Menempuh Esepsi Terkait Dakwaan yang Dibacakan JPU
Cari Berita

Rusna Tidak Menempuh Esepsi Terkait Dakwaan yang Dibacakan JPU

MARJIN NEWS
14 November 2018

Foto: MarjinNews
BATAM, marjinnews.com - Sidang lanjutan terdakwa J. Rusna terkait pembacaan surat dakwaan oleh hakim pengadilan Negeri Batam yang dipimpin oleh Reni Pitua Ambarita dan Egi Novita serta Marta Napitupulu sebagai hakim anggota (13 November 2018). 

Menurut isi surat dakwaan yang dibacakan oleh Samuel Pangaribuan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Batam menerengkan bahwa J. Rusna sebagai Direktur PT. Tugas Mulia telah melakukan perekrutan, penampungan, pengiriman, pemindahan dan, penerimaan orang hal tersebut dialami oleh Mardiana Sonlai.

Lebih lanjut Samuel juga menyebutkan bahwa J. Rusna sebagai terdakwa melalui PT. Tugas Mulia telah menggunakan ancaman kekerasan, pemalsuan, penyalahgunaan jabatan atau posisi rental dengan tujuan mengeksploitasi saksi korban atasnama Mardiana Sonlai. Terdakwa juga terbukti meminta kepada Paulus untuk dicarikan orang untuk dipekerjakan menjadi pembantu rumah tangga melalui PT. Tugas Mulia sehingga direkrut Mardiana Sonlai.

"Setelah direkrut Mardiana Sonlai terdakwa J. Rusna mengirimkan tiket untuk transportasi menghadirkan Mardiana Sonlai dari Nusa Tenggara Timur ke Batam di PT. Tugas Mulia. Pasca tiba di Batam, Mardiana Sonlai dipekerjakan di rumah Yuliana Fitri melalui PT. Tugas Mulia sebagai pembantu rumah tangga dan penjaga anak," tegas Samuel. 

"Karena tidak terbiasa dengan pekerjaan tersebut Mardiana Sonlai yang dipekerjakan dengan gaji Rp. 1.800.000 setiap bulan dan dipotong Rp. 150.000/bulan sering mengalami kelelahan", tambah Samuel sembari membacakan dakwaan. 

"Tahun pertama Mardiana Sonlai tidak mendapatkan gaji walaupun sudah bekerja sebagai pembantu rumah tangga dikarenakan harus membayar biaya perjalanan PT. Tugas Mulia saat perekrutan Mardiana Sonlai dari Nusa Tenggara Timur sampai mendatangkan Mardiana Sonlai di Batam", ucap JPU. 

"Mardiana Sonlai dipekerjakan dari 1 Maret 2016 sampai 1 Januari 2018 di rumah Yuliana Fitri tidak pernah mendapatkan gaji secara langsung dari majikannya walaupun sering bekerja sebagai pembantu rumah tangga sering bekerja kelebihan jam kerja", papar JPU.

"Yuliana Fitri selaku majikan Mardiana Sonlai mengirimkan gaji kepada J. Rusna selaku Direktur PT. Tugas Mulia melalui rekening BCA.  Gaji Mardiana Sonlai sebesar Rp. 21.194.000 sampai sekarang belum juga dibayarkan oleh PT. Tugas Mulia kepada Mariana Solai", ucap Samuel. 

"Berdasarkan akte lahir nomor 008 tanggal 18 Desember 2009 menegaskan bahwa Mardiana Sonlai masih 16 tahun pada saat perekrutan. J. Rusna didakwa telah melanggar undang-undang dengan pasal 2 ayat 1 junto pasal 17 tahun 2007 dan junto pasal 55 ayat 1 KUHAP (Tindak Pemberantasan Pidana Perdagangan Orang) serta undang-undang pasal 88  junto 76 i nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak", tegas Samuel. 

Mendengarkan dakwaan yang dibacakan oleh JPU terdakwa J. Rusna langsung berkonsultasi dengan pihak kuasai hukum dan memutuskan tidak mengajukan Esepsi seperti yang dikatakan Edward Simatupang selaku Pengacara terdakwa. 

Mendengarkan ucapan pengacara terdakwa hakim ketua Reni Pitua Ambarita selaku hakim menegaskan sidang pemeriksaan saksi dilanjutkan pada tanggal 27 November 2018. (JP/MN)