PNS Bukanlah Pilihan Utama Bagi Generasi Milenial

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

PNS Bukanlah Pilihan Utama Bagi Generasi Milenial

MARJIN NEWS
2 November 2018


OPINI, marjinnews.com - Bagi para orang tua profesi menjadi PNS bisa menjamin masa depan anaknya. Sehingga, banyak orang berbondong-bondong mengikuti seleksi penerimaan CPNS. Namun sayang, fakta berkata lain, yang lolos hanya sedikit sekali dari ribuan pendaftar yang ikut melamar. 

Melihat fenomena yang baru terjadi sekarang, kenapa banyak generasi muda yang ramai- ramai mengikuti seleksi untuk menjadi Seorang PNS?

Generasi kita adalah generasi yang penuh kreativitas. Dalam membangun sebuah karier dibutuhkan keahlian untuk mencapai kesuksesan.

Pilihan kita sangat banyak untuk menciptakan sebuah perubahan. 

Di era globalisasi yang semakin kompetitif, generasi muda dituntut untuk terus berinovasi dan mampu mengimbangi kemajuan teknologi yang begitu pesat.

Kaum muda yang dikenal dengan istilah generasi milenial, juga harus mampu memanfaatkan perubahan zaman menjadi potensi untuk menggali kreativitas yang dimiliki.

Anak muda tidak boleh takut dengan perubahan, tetapi menjadikan perubahan sebagai peluang meraih masa depan, generasi milenial juga harus lebih kuat menghadapi berbagai tantangan ke depan dalam meraih impian serta membawa perubahan yang lebih baik bagi pribadi maupun bangsa. 

Dikatakan, upaya meraih kesuksesan tidak bisa dilakukan dengan cara instan, melainkan melalui proses kerja keras dan tekad yang kuat Perjuangan itu tanpa henti. 

Impian itu tanpa batas. Bukan hasilnya yang penting, tetapi bagaimana proses perjalanannya yang harus kita hargai, generasi muda juga harus siap menjadi pemimpin di masa depan. Anak muda tidak boleh cepat berpuas diri dalam menggali pengetahuan lebih luas.

Salah satu modal penting bagi seorang pemimpin masa depan adalah wawasan luas dan tidak berhenti belajar. Kepemimpinan itu lahir dari pelatihan. Hidup itu tidak pernah berhenti dari belajar. Belajar itu harus terus dilakukan hingga siap memimpin.

Seluruh warga Indonesia punya hak yang satu dan sama untuk hidup bahagia dan mensejahterakan warganya. Semua warga Negara Indonesia punya hak untuk mendapat pekerjaan secara layak berdasarkan pendidikan dan keahliannya.

Mantan Presiden USA John F. Kennedy pernah berujar, “Jangan Tanyakan Apa yang Negara Berikan Kepadamu Tapi Tanyakan Apa yang Kamu Berikan Kepada Negaramu”. Hal yang mau dipetik dari pernyataan klasik ini adalah tawaran perubahan apa yang mesti diberikan bagi bangsa ini.

Cukupkah hanya dengan sekolah tinggi berlabelkan gelar akademik yang ada pada diri?

Gelar akademik bukanlah menjadi suatu ukuran dalam dunia zaman now. Karena dunia kini adalah dunia kerja. Artinya orang harus kerja dan kerja secara baik dan benar dengan bekal ilmu yang ada sampai melahirkan perubahan dari teori-teori praktis yang diperoleh selama masa-masa pendidikan di dunia kampus.

Dunia kerja tidak dibatasi lagi oleh ruang dan waktu tetapi ia mesti melampaui ruang dan waktu dengan segala kreativitas yang ada disertai aneka perubahan yang berguna bagi masyarakat umum.

Semoga ilmu yang digeluti selama masa-masa pendidikan tidak mati terkubur bersama tumpulnya gagasan orang-orang kampung minus pendidikan. Berilah rasa legah kepada mereka sebagai ungkapan terima kasih atas partisipasi kehadirannya yang turut membentuk karakteristik dirimu menjadi besar seperti sekarang ini.

Oleh: Leksianus Kiong Koe.
Mahasiswa Fisipol Universitas Ngurah Rai Denpasar