Penjelasan Pengacara, di Balik Video "Minta Tolong" Milik Sekjen Laskar Bali
Cari Berita

Penjelasan Pengacara, di Balik Video "Minta Tolong" Milik Sekjen Laskar Bali

MARJIN NEWS
16 November 2018

Melalui pengacaranya yang sudah dianggap saudara sendiri oleh Ismaya yaitu Togar Situmorang,S.H.,M.H.,MAP yang juga dikenal pengamat kebijakan publik itu menegaskan bahwa Ismaya mengaku kepadanya ia buka-bukaan dalam video tersebut agar tidak ada lagi perlakuan hukum tidak manusiawi yang terjadi di Indonesia. (Foto: Ist)
DENPASAR, marjinnews.com - Video pengakuan menghebohkan dari Sekjen Laskar Bali Ketut Putra Ismaya Jaya atau yang akrab dipanggil "Keris" yang kini menjadi tersangka karena dianggap melawan pejabat pemerintah mengejutkan publik dan viral beredar di medis soasial (medsos).

Dalam rekaman video berdurasi selama 2 menit 46 detik itu, Ismaya atau "Keris" yang saat ini menjalani sidang dalam kasus melawan pejabat pemerintah itu dalam kondisi tangan dan kaki diborgol meminta keadilan dan curhat meminta pembelaan kepada pengacara kondang asal Jakarta Hotman Paris.

Pentolan salah satu ormas di Bali ini curhat dengan mengunggah rekaman video dari handphone miliknya yang beredar luas di WhataApp (WA) maupun Facebook (FB). Dalam video yang diduga direkam sendiri oleh Ismaya itu, berlatar belakang jeruji besi.

Dalam rekaman video, Ismaya yang mengenakan celana pendek dan baju kaos berwarna putih itu sempat menunjukkan posisi kaki dan tangannya yang terborgol dan dirantai bak teroris. Masih dalam video itu, ia mengatakan bahwa hari itu adalah hari terakhir dirinya berada di Markas Brimob sebelum akhirnya dilimpahkan ke kejaksaan.

"Om swastyastu salam NKRI. Ini hari terakhir saya berada di markas Brimob Tohpati dalam kondisi seperti ini (sembari menunjukan tangan dan kakinya yang di borgol)," ucap Ismaya di awal video tersebut.

Setelah mengucap salam, masih dalam kondisi kaki dan tangan terborgol, Ismaya mengeluhkan banyak hal terkait perlakuan tak manusiawi aparat terhadap dirinya yang dianggapnya berlebihan bak binatang. Dengan raut wajah sedih, Ismaya meminta tolong agar dirinya mendapatkan keadilan karena perlakuan aparat terhadap tidak dianggap sebagai Warga Negara Indonesia.

"Lihat Kaki dan tangan saya dirantai. Saya disini kedinginan dan tidak bisa pakai apa-apa. Saya ini manusia yang diciptakan Tuhan dengan penuh rasa. Binatang saja dimasukkan ke kerangkeng rantainya dilepas. Tapi saya diperlakukan begini," ucapnya dengan mimik wajah sedih.

Menurut Ismaya, dalam curhatan direkaman video itu mengaku kondisinya seperti ini akibat diperlakukan tidak manusiawi oleh para penguasa di Bali. Untuk itu, Ismaya mengutarakan akan terus berjuang untuk mencari keadilan. Ismaya juga sempat menyanjung-nyanjung kinerja Presiden Jokowi. Dia menyebut jika Jokowi adalah sosok yang memperjuangkan NKRI.

"Saya ingin tidak ada lagi seperti ini. Indonesia haruslah damai. Saya cinta pak Jokowi. Saya ingin pak Jokowi dua periode. Karena dia orang yang memperjuangkan NKRI," ujarnya.

Melalui pengacaranya yang sudah dianggap saudara sendiri oleh Ismaya yakni Togar Situmorang,S.H.,M.H.,MAP yang juga dikenal pengamat kebijakan publik itu menegaskan bahwa Ismaya mengaku kepadanya ia buka-bukaan dalam video tersebut agar tidak ada lagi perlakuan hukum tidak manusiawi yang terjadi di Indonesia.

"Itu yang sebenarnya terjadi terhadap Ismaya dan dia mengatakan itu kepada kami team pengacara dan waktu saya datang untuk cek kencing dia (Ismaya) juga dalam keadaan di borgol kaki dan tangannya," kata Togar.
Togar yang dikenal sebagai "Panglima Hukum" itu juga mengungkapkan pihaknya memiliki bukti kuat atas kebenaran video itu jika ada pihak-pihak yang menyangsikan ataupun menganggap video itu hoax. (Foto: MarjinNews)

"Yaa semoga Tuhan menunjukkan kuasanya, sehingga tidak lagi ada manusia yang dibuat seperti gue. Cukup terakhir ini yang terjadi. Sekali lagi, saya sampaikan bahwa benar terjadi itu (tangan dan kaki diborgol)," ucap Ismaya kepada Togar.

"Kita ada bukti kalau dibilang hoax. Dia (Ismaya) bilang bahwa cukuplah dia saja menerima perlakuan yang kejam seperti itu," jelas advokat senior tersebut itu mengakhiri.

Sumber: BB
Editor: Remigius Nahal