Pendidikan Tinggi di NTT dan Kemitraan Global

OPINI, marjinnews.com - Saat ini perguruan tinggi kita di tanah air, tak terkecuali  di NTT tengah memasuki sebuah era yang disebut era turbulence-suatu era yang penuh tantangan, perubahan, menuju PT kelas dunia. Maka PT    yang akan memasuki kelas dunia (world class high school) jika PT tersebut telah siap dan berhasil dalam kompetisi di arena global,  memiliki misi, visi dan tujuan yang tidak hanya berkaitan dengan staf pengajar (dosen), peneliti, dan mahasiswa, tetapi juga berkaitan dengan institusi dan mitra global. Dalam kerangka memasuki world class high school, PT sebagai sebuah lembaga akademik, harus mampu: 

1) mewujudkan masyarakat akademik global, yang memiliki kepakaran dan kemampuan untuk mengembangkan sistem nilai berdasarkan kebenaran ilmiah, 
2) menghasilkan lulusan yang berkualitas dalam lingkungan global, yang dicirikan oleh kualitas moral dan akhlak, intelektualitas, spiritual, serta daya inovasi dan kreativitas tinggi, 
3) menjadi PT penelitian dan pengembangan, agar selalu berada dalam garis depan sains dan teknologi, melalui peran aktif dalam memajukan pengetahuan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas potensi dan keunikan bangsa, 
4) menjadi institusi yang dapat memandu perubahan yang terjadi di masyarakat melalui wawasan nilai moral dan etika, serta karya pengabdian masyarakat yang berkualitas, 
5) menjadikan PT agar menghasilkan insan lulusan yang siap berkarya, kreatif, mandiri dan bisa bersaing dengan lulusan dari manca negara. 


Setiap lulusan PT yang akan bekerja dalam sistem apa saja (industri, bisnis, pemerintah) harus memiliki kemampuan solusi masalah-masalah sistem yang berkaitan dengan bidang ilmu yang dikuasainya berdasarkan informasi yang relevan, agar menghasilkan keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan untuk meningkatkan kinerja sistem itu. 

Sehubungan dengan hal itu, Kemenade dan Garre (2000) mencoba mengidentifikasikan  delapan kategori yang dibutuhkan dari lulusan PT untuk memenuhi permintaan pasar tenaga kerja di era global,yaitu, 1) berorientasi pada pelanggan, 2) memiliki pengetahuan praktis dan aplikasi alat-alat total quality management, 3) mampu membuat keputusan berdasarkan fakta, 4) memiliki pemahaman  bahwa bekerja adalah suatu proses, 5) berorientasi pada kelompok (team work), 6) memiliki komitmen untuk peningkatan terus menerus, 7) pembelajaran aktif (active learning), 8) memiliki perspektif sistem.


Lemah Sinergi
Menurut pengamatan penulis, PT kita di NTT masih lemah sinerginya dengan dunia usaha/industri yang menjadi pasar tenaga kerja, sehingga diperlukan networking. Lemahnya sinegri ini berkaitan dengan lemahnya kualitas sistem kepemimpinan serta kondisi obyektif yang dijumpai pada PT kita saat ini yang masih dirongrong banyak penyakit, diantaranya lemahnya dalam perencanaan jangka panjang, sistem administrasi amburadul serta kebijakan yang diterapkan sering kurang pas dari sisi waktu. Selain itu hubungan kerjasama antarperguruan tinggi dengan dunia kerja belum diatur dengan jelas.

Berkaitan dengan  lemahnya sinegi PT, Cobb et.al (1998) telah mengembangkan petunjuk untuk kemitraan kualitas total (total quality partnership) antara pasar tenaga kerja dan universitas berdasarkan bukti keberhasilan dari delapan universitas di AS yang bekerjasama dengan berbagai dunia bisnis dan industri, melalui pengkombinasian pengalaman dan pengetahuan teknikal dari karyawan industri yang nota bene merupakan alumni dari universitas itu dengan ide-ide cemerlang dan teknik-teknik penyelesaian masalah teoritikal yang dipelajari mahasiswa di ruang kelas perguruan tinggi.


Maka yang perlu diperhatikan oleh manajemen PT di NTT adalah; 1) memilih mitra kerjasama antara PT dan institusi yang mempekerjakan lulusan  PT, 2) memilih anggota kelompok yang terdiri atas kombinasi antara mahasiswa  dan karyawan dari institusi itu yang nota bene adalah alumni PT, untuk suatu proyek peningkatan kualitas  dari organisasi PT dengan melibatkan dosen-dosen sebagai faslitator, 3) memberikan pelatihan dan fasilitas yang diperlukan, 4) memberikan kepemimpinan positif dalam solusi masalah ( problem solving team) sebagai bentuk tanggung jawab bersama dari manajer-manajer perusahaan-perusahaan atau lainnya dengan dosen-dosen, 5) mendukung melalui penyiapan sumber-sumber daya yang dibutuhkan, dan 6) meninjau ulang secara teratur setiap kemajuan yang diperoleh melalui proyek kerjasama peningkatan kualitas PT itu. 

Dalam kasus yang lain, Megavero and Lake (2000) mengemukakan suatu studi kasus tentang  peningkatan proses  pendidikan pada Pensylvania University, AS, di mana dalam hal ini pihak universitas membentuk tim-tim kelompok studi kualitas (quality studi groups teams)  yang terdiri atas delapan sampai sepuluh orang yang ingin berpartisipasi, belajar, dan membagi pengetahuan tantang peningkatan kualitas PT. 


Fasilitator dipilih dari anggota tim, dimana individu ini bertanggungjawab untuk pembagian pembuatan keputusan, menjaga agar pertemuan-pertemuan tim sesuai arah dan tujuan. Dari kelompok-kelompok studi kualitas itu, terdapat tim pengarah, yang biasanya terdiri atas dua orang yang bertanggungjawab pada proses dan memiliki wewenang untuk melakukan perubahan-perubahan dalam proses pendidikan universitas. 

Terdapat pula penasihat kualitas, yang merupakan koordinator untuk peningkatan kualitas terus menerus dari universitas itu dapat menggunakan model yang telah dikembangkan dan diterapkan oleh universitas-universitas  terkemuka sebagai strategi untuk benchmarking ( meniru dan memperbaiki).

Oleh sebab itu untuk mewujudkan kemitraan global  PT di NTT perlu mengubah orientasi dengan lebih memperhatikan kebutuhan pasar kerja  (market driven). PT  sebagai penghasil lulusan mahasiswa harus terkait dengan kebutuhan  tenaga kerja lokal, nasional, dan internasional secara menyeluruh, sehingga diharapkan berkurangnya  angka pengangguran intelektual lulusan PT. 


Hal ini hanya mungkin apabila dosen-dosen dan karyawan PT juga memiliki kualifikasi profesional yang dibutuhkan. Dengan demikian setiap civitas  akademika terutama dosen, karyawan dan lulusan akan menjadi seorang problem solver yang berhasil serta memiliki sepuluh karakteristik kualitas berikut: 1) kreatif, 2) pemimpin, 3) analitikal, 4) terstruktur, 5) sistematik, 6) intuitif, 7) kritis, 8) informatif, 9) synthesizer, dan 10) berorientasi tim. 


Restrukturisasi 
Perkembangan ekonomi global  yang sejalan dengan proses neoliberalisasi telah berdampak terhadap perubahan struktur pasar tenaga kerja di Indonesia. Terkait langsung di dalamnya sistem pendidikan tinggi, yang merupakan bagian yang terpenting proses menyiapkan angkatan kerja dengan kualifikasi  tinggi sesuai dengan konteks  perkembangan ekonomi global. Jika tidak, kualitas SDM kita  akan menurun. Hal ini akan berdampak pada hilangnya  keunggulan kompetitif angkatan kerja yang dimiliki. 

Jumlah PT di NTT mencapai 60 buah dengan jumlah program studi 339 buah, kurang dari 5% diantaranya telah menjalin kemitraan global maupun dengan dunia usaha/industri atau dunia kerja.
Sebuah solusi ideal menuju terwujudnya world class high school  dan kemitraan global maka sangat mungkin PT di NTT segera melakukan restrukturisasi. Ide ini paling tidak distimulus oleh tiga fenomena. 

Pertama, transformasi aktivitas industri membutuhkan kualifikasi tenaga kerja yang tidak saja terampil, namun harus memiliki standar kompetensi tinggi  (high competency) yang dipersyaratkan oleh dunia industri/usaha atau dunia kerja. 


Kedua, proses neoliberalisasi, telah terjadi pergeseran struktur tenaga kerja yang memiliki kualitas tinggi. Fenomena ini telah meningkatkan persaingan dan kompetisi luar biasa terlihat dengan banyaknya bermunculan industri jasa (IT) atau manufaktur di Indonesia. Restrukturisasi PT menuju diversifikasi dan spesialiasi dalam rangka kemungkinan menghadapi era baru tersebut di atas.

 Artinya  restrukturisasi PT saat ini mutlak untuk dilakukan dalam  usaha mengurangi kejenuhan masyarakat terhadap program studi atau jurusan yang ada. Sebab, sangat memungkinkan dengan keberanian untuk melakukan restrukturisasi PT model sekarang, para pendidik akan lebih mampu memaksimalkan daya inovasi dan kreativitas diri untuk meningkatkan mutu pendidikan serta berusaha untuk mewujudkan pendidikan yang berkeadilan.

Ketiga, bersatunya kekuatan ekonomi baru di beberapa negara Asia dan kemungkinan akan bekembang menjadi Uni Asia serta semakin kuatnya kerjasama dalam bidang ekonomi, pendidikan antaruni Asia dan Uni Eropa. Peningkatan aktivitas itu telah membawa proses kerjasama yang intensif, baik dalam skala lokal maupun global. Dengan munculnya kondisi baru seperti ini sangat dibutuhkan SDM yang memiliki kualifikasi dan jenis  kompetensi yang tinggi dan beragam.

Melihat fenomena perkembangan global, dengan pertumbuhan PT di NTT dari tahun ke tahun semakin bertambah,  maka langkah pertama adalah  menata ulang fakultas, program studi atau jurusan yang ada pada perguruan tinggi,  yang dianggap jenuh serta masa studi juga akan segera disesuaikan dengan muatan dan kandungan ilmu masing-masing setiap jurusan atau progran studi. Ini berarti ada fakultas atau program studi yang harus ditutup. 

Baca Juga Opini Menarik Ben S. Galus Lainnya DISINI

Langkah kedua, jika sudah melakukan restrukturisasi, secara terus menerus melakukan desain kurikulum berbasis kompetensi global, Sistem Pemebelajaran Daring Indonesia (Spada: adjunct, mixed, blended, fully daring), proses pembelajaran yang interaktif, sampai kepada ikut bertanggungjawab untuk memuaskan pengguna lulusan itu. 

Seterusnya berdasarkan informasi sebagai umpan balik yang dikumpulkan dari pengguna lulusan itu dapat dikembangkan ide-ide kreatif untuk mendesain ulang kurikulum berbasis kompetensi itu atau memperbaiki proses pendidikan tinggi  yang ada.

Langkah ketiga, agar reformasi PT berlangsung sangat cepat, maka PT lebih berfokus pada bidang-bidang yang cepat di serap pasar. Ide ini apabila dioperasionalkan, maka akan terdiri atas empat komponen utama, yaitu, 1) riset pasar tenaga kerja, 2) desain proses PT berbasis kompetensi global, 3) operasional proses PT yang interaktif, 4) penyerahan lulusan yang kompetitif dan berkualitas ke pasar tenaga kerja. 

Dalam hal ini menejemen PT memerlukan suatu interaksi tetap antara riset  pasar tenaga kerja, desain proses pendidikan tinggi berbasis kompetensi global, operasional pendidikan tinggi yang interaktif, dan bertanggungjawab menghasilkan lulusan yang kompetitif dan berkualitas ke pasar tenaga kerja, agar PT mampu berkompetisi dalam persaingan global. 

Demikian pula sudah saatnya semua PT di NTT mengantisipasi skill masa depan diantaranya Cognitive Abilities, System Skills, Complex Problem Solving, Content Skills, Critical Thinking, Creativity, People Management, Process Skills, Coordinating with Others, Emotional Intelligence, Negotiation, Judgement and Decision Making, social skills, Service Orientation, Cognitive Abilities, digital skills. Semua skil tersebut dipadukan dengan literasi baru peningkatan kualitas akademik, seperti literasi data, literasi teknologi, literasi manusia. 

Untuk mencapai kemampuan masa depan itu maka semua PT harus berani mengubah orientasi kurikulum atau sekaurang-kurangnya meninjau ulang orientasi kurikulum, penilaian terintegrasi dengan proses, digital literacy, proses campurang dengan e-learning. Demikian pula perlu melakukan respon terhadap Isu Strategis  seperti Revolusi Industri 4.0, dimana digitalisasi menjadi kuncinya, yang akan mendisrupsi banyak aktivitas ekonomi yang ada.

Revolusi Industri 4.0 berjalan secara eksponensial. Kemungkinan miliaran manusia akan terhubung mobile devices, dengan kemampuan dan kekuatan untuk memproses, menyimpan, dan mengakses pengetahuan melalui internet, sangat tidak terbatas. Luasan serta kedalaman dampak perubahan telah, sedang, dan akan mentransformasi sistem produksi, manajemen, serta tata kelola pemerintahan.

Dengan cara demikian, saya rasa PT di NTT  tidak akan kehilangan muka dalam kemitraan global dan mampu memenangkan persaingan global yang amat sangat kompetitif dan memperoleh manfaat (ekonomi maupun nonekonomis) yang dapat dipergunkan untuk pengembangan PT ke depan dan peningkatan kesejahteraan  masyarakat Indonesia. Semoga!!

Oleh: Ben Senang Galus 
Penulis Buku "Kosmopolitanisme, Satu Jiwa Satu Negeri", tinggal di Yogyakarta

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,117,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,167,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,181,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,567,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,20,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,36,Ekonomi,6,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,277,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,157,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,118,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,61,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,290,Natal,20,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,254,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,414,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,90,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,perdagangan,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1128,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,36,Polisi,25,politik,91,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,2,Pristiwa,32,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,66,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Pendidikan Tinggi di NTT dan Kemitraan Global
Pendidikan Tinggi di NTT dan Kemitraan Global
Untuk mewujudkan kemitraan global PT di NTT perlu mengubah orientasi dengan lebih memperhatikan kebutuhan pasar kerja (market driven). PT sebagai penghasil lulusan mahasiswa harus terkait dengan kebutuhan tenaga kerja lokal, nasional, dan internasional secara menyeluruh, sehingga diharapkan berkurangnya angka pengangguran intelektual lulusan PT
https://4.bp.blogspot.com/-M3R9pMJ3b8Y/W968i9vBUDI/AAAAAAAAB-0/YkbRSl-GvoU6xGO_7JB6iJcdTg6Q9COIQCLcBGAs/s320/opini.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-M3R9pMJ3b8Y/W968i9vBUDI/AAAAAAAAB-0/YkbRSl-GvoU6xGO_7JB6iJcdTg6Q9COIQCLcBGAs/s72-c/opini.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/11/pendidikan-tinggi-di-ntt-dan-kemitraan-global.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/11/pendidikan-tinggi-di-ntt-dan-kemitraan-global.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close