Pemerintah Jokowi-JK Klaim Bisa Wujudkan Target 10 Juta Lapangan Pekerjaan di Indonesia

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Pemerintah Jokowi-JK Klaim Bisa Wujudkan Target 10 Juta Lapangan Pekerjaan di Indonesia

9 November 2018

Foto: istimewa
JAKARTA, marjinnews.com - Meningkatnya jumlah peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 membuat janji penyediaan 10 juta lapangan kerja dalam Nawacita Jokowi-JK kembali mendapat sorotan. Memang, peserta CPNS tidak seratus persen merupakan pengangguran. Namun, animo luar biasa mereka menyambut perekrutan ASN tahun ini membuat beberapa pihak menganalisa bahwa ada yang sedang tidak beres dalam janji Nawacita ini.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro pada Kamis (8/11/2018) mengaku optimis dengan kinerja Jokowi-JK yang tinggal setahun lagi mampu mewujudkan janji penciptaan 10 juta lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Dalam catatan Bambang terhitung sampai tahun 2018, Jokowi-JK telah menciptakan sekitar 9,4 juta lapangan pekerjaan yang dengan demikian berarti tersisa 600 ribu lapangan pekerjaan akan membuat cita-cita Nawacita akan terwujud.


"Masih ada satu tahun lagi, target 10 juta pembukaan lapangan kerja, kami optimis, karena selisihnya cuma 600 ribu," terang Bambang di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, seperti dilansir tribunnews.com.

Bambang mengaku angka-angka tersebut merupakan hasil analisa mereka terhadap data yang dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa pada tahun 2018 sendiri, pemerintah telah berhasil menciptakan setidaknya 3 juta lapangan kerja baru untuk masyarakat Indonesia.


"Penciptaan kesempatan kerja 2018 adalah hampir 3 juta, 2016 hingga 2017 kesempatan kerja totalnya tentu merefleksikan nawacita sudah sekitar 9,4 juta, target nawacita 10 juta. Ini perlu kami tekankan karena ini data yang sudah kami analisa dari data BPS" katanya.

Sementara itu, menurut data BPS yang dipublikasikan pada Selasa, 5 November 2018 menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja pada Agustus 2018 sebanyak 131,01 juta orang, naik 2,95 juta orang dibanding Agustus 2017. Sejalan dengan itu, Tingkat Partsipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat 0,59 persen poin.

Dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 40 ribu orang, sejalan dengan TPT yang turun menjadi 5,34 persen pada Agustus 2018. Dilihat dari tngkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi di antara tngkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,24 persen.


Penduduk yang bekerja sebanyak 124,01 juta orang, bertambah 2,99 juta orang dari Agustus 2017. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama pada Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0,47 persen poin), Industri Pengolahan (0,21 persen poin), dan Transportasi (0,17 persen poin). Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan utamanya pada Pertanian (0,89 persen poin), Jasa Lainnya (0,11 persen poin), dan Jasa Pendidikan (0,05 persen poin).

Sebanyak 70,49 juta orang (56,84 persen) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir, pekerja informal turun sebesar 0,19 persen poin dibanding Agustus 2017.

Persentase tertnggi pada Agustus 2018 adalah pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu) sebesar 71,31 persen. Sementara penduduk yang bekerja dengan jam kerja 1–7 jam memiliki persentase yang paling kecil, yaitu sebesar 2,14 persen. Sementara itu, pekerja tdak penuh terbagi menjadi dua, yaitu pekerja paruh waktu (22,07 persen) dan pekerja setengah penganggur (6,62 persen). (AA/MN)