Pembagian Kartu Peserta Ujian Tes PNS di Manggarai Berlangsung Ricuh
Cari Berita

Pembagian Kartu Peserta Ujian Tes PNS di Manggarai Berlangsung Ricuh

MARJIN NEWS
1 November 2018

Foto: Istimewa

RUTENG, marjinnews.com -- Pembagian kartu ujian tes CPNSD 2018 tingkat kabupaten Manggarai berlangsung ricuh.

Ribuan pelamar yang bertahan dari pagi hingga malam ini melakukan aksi protes terhadap BKPP Kabupaten Manggarai. 

Mereka merengsek ingin masuk ke dalam gedung BKPP Manggarai. Kontak fisik nyaris terjadi meski Wabub Viktor Madur dan pihak kepolisian ada di lokasi. Buntutnya, kursi-kursi yang ada di instansi tersebut menjadi sasaran amukan pelamar.

Atas peristiwa itu, Anggota DPRD Manggarai Yohakim Jehati menilai pelayanan BKPP Manggarai untuk penerimaan PNSD 2018 paling terburuk dari tahun sebelumnya.

"Kasus ini sebagai bentuk protes dari para peserta yang terhadap sistem birokrasi yang berbelit-belit dan tidak efektif," ujar Yohakim.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Manggarai ini meminta Pemkab Manggarai harus bertanggu jawab atas peristiwa ini.

"Apapun yang terjadi Pemkab Manggarai harus bertanggung jawab dan berani memberikan evaluasi secara menyeluruh terhadap panitia seleksi CPNSD 2018 tingkat kabupaten Manggarai," ujar Yohakim.

Politisi Golkar ini mengaku menyesal, dan kecewa terhadap kinerja BKPP Manggarai.

"Saya sangat menyesal dan kecewa terhadap situasi ini, sebagai komisi yang bermitra dengan Badan ini tidak mencerminkan semangat e-goverment," ujar Yohakim.

Menurut Yohakim, satu sisi, berkas pendaftaran dan ujian menggunakan sistem Online namun dilain sisi mereka mempersulit peserta dengan menggunakan metode yang manual.

"Semangat e-govermentnya mana? Atau, apa ada maksud lain?" Berang Yohakim.

Terkait hal ini, sebagai DPRD pihaknya akan menanyakan peristiwa ini saat paripurna DPRD hari Senin Depan.

Pada kesempatan tersebut, Yohakim juga mengecam pernyataan plt. Kepala BKPP Manggarai Anglus Angkat yang dimuat di salah satu media online lokal hari ini.

"Saya juga mengecam pernyataan plt. Kepala BKPP Anglus Angkat yang dimuat Floreseditorial hari ini, yang menganggap bahwa pembahgian seperti ini untuk menghindari kecurangan peserta. Kecurangan seperti apa yang dia maksudkan? Aneh, ada pejabat daerah yang tidak percaya samamasyarakatnya. Lalu, panitia seleksi dibentuk, untuk apa?" Tutup Yohakim.


Penulis: Remigius Nahal