Pelukis I Made Supena Kembali Menggelar Pameran Bertajuk " Interpreting Feelings"
Cari Berita

Pelukis I Made Supena Kembali Menggelar Pameran Bertajuk " Interpreting Feelings"

MARJIN NEWS
15 November 2018

 I Made Supena (kiri) dan Dolar Astawa, saat konferensi pers di Griya Santrian, Sanur, hari ini Kamis (15/11). (Foto: MarjinNews)
DENPASAR, marjinnews.com – Seniman I Made Supena akan kembali menggelar pameran lukisan.

Rencananya, pameran ini akan berlangsung mulai 16 November hingga 31 Desember 2018 mendatang.

Hal itu disampaikan I Made Supena dalam konferensi pers di Griya Santrian, Sanur, hari ini Kamis (15/11).

Supena menjelaskan dalam pameran lukisan kali ini ada 32 lukisan abstrak karya miliknya yang akan dipamerkan.

Pelukis asal Singa padu, Gianyar ini menerangkan, tema yang diangkat dalam pameran kali ini dilatarbelakangi keresahannya atas kondisi alam semesta.

Ia mencontohkan, seperti kasus penjualan lahan yang kerap terjadi di Bali.

Menurut Supena, tanah itu bagaikan emas, tapi belakangan banyak terjadi alih fungsi lahan. 

"Padahal tanah di Bali memiliki nilai kesakralan sendiri, tapi kini telah objek transaksi bisnis. Keresahan atas fenomena ini yang kemudian diwujudkan lewat lukisan,” kata Made Supena

Ia juga menerangkan, keresahan ini kemudian direalisasikan lewat garis dan warna. Dan proses kreatifnya tidak sesederhana seperti yang dilihat.

Pada kesempatan tersebut I Made Supena juga menjelaskan secara detail mengenai komposisi karya lukisan miliknya.

"Ada garis, warna, keseimbangan, serta kreativitas eksplorasi. Apalagi dalam proses melukis abstrak itu, seperti tidak pernah ada akhirnya,’’ terangnya.

Pada pameran kali  ini sengaja mengusung tema “Interpreting Feelings”, yang menyuarakan perasaan tentang kondisi alam. 

Melalui simbol warna dan garis, disampaikan pesan agar ada pihak yang peduli terhadap lingkungan.

Sementara itu, Dolar Astawa selaku perupa yang turut mendampingi I Made Supena dalam kesempatan yang sama juga menerangkan, seorang pelukis itu memiliki tujuan untuk menyampaikan perasaan lewat karya.

Menurut Dolar, menjadi seniman adalah pilihan hidup.

Namun, kata Dolar, jika karya itu kemudian menghasilkan uang, maka itu menjadi bonus. 

Mengenai ketokohan pelukis I Made Supena, menurut Dolar Astawa, berasal dari keluarga seniman. 

Ayah Made Supena merupakan maestro pematung dari Singa padu, Gianyar.

“I Made Supena adalah seniman yang sudah melangsungkan pameran di Bali, nasional hingga internasional seperti Jerman,” pungkas Dolar.

Laporan: Remigius Nahal