Panglima Hukum Togar Ajak Seluruh Bangso Batak di Bekasi Bantu Polisi Mengungkap Pelaku Pembunuh Keluarga Nainggolan
Cari Berita

Panglima Hukum Togar Ajak Seluruh Bangso Batak di Bekasi Bantu Polisi Mengungkap Pelaku Pembunuh Keluarga Nainggolan

MARJIN NEWS
15 November 2018

Law Office Togar Situmorang & Associates berharap kepada pihak Polri khususnya jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi agar secepat mungkin dapat menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut. (Foto: Istimewa)
DENPASAR, marjinnews.com - Satu keluarga menjadi korban pembunuhan sadis di Bekasi, tepatnya di  Jl. Bojong Nangka 2, RT 002/07, Kelurahan Jati Rahayu, Kecamatan Pondok Melati, pada Selasa (13/11/2018), sekitar pukul 06.30.

Korban diketahui, adalah Diperum Nainggolan (38), istrinya Maya Boru Ambarita, anaknya Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7).

Mendengar peristiwa nahas itu, Law Office Togar Situmorang & Associates yang berpusat di Denpasar, Bali turut berbelasungkawa atas kejadian keji yang menimpa Keluarga Nainggolan di Bekasi tersebut.

Togar Situmorang, S.H., M.H,. M.AP. yang juga dikenal sebagai panglima hukum berdarah Batak itu menyampaikan turut berduka Cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga besar Nainggolan dan Ambarita yang ditinggalkan.

"Kita semua berdoa kiranya arwah mereka tenang disana dan diterima di sisi-Nya, amin," kata Togar Situmorang yang beberapa hari yang lalu juga telah dilantik menjadi ketua umum POSSI Kota Denpasar.

Togar Situmorang menerangkan, Law Office Togar Situmorang & Associates
berharap kepada pihak Polri khususnya jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi agar secepat mungkin dapat menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut.

Togar yang juga saat ini menjadi salah satu Caleg DPRD Provinsi BALI 2019 Dapil Denpasar Nomor urut 7 mengajak kepada Advokat yang berdarah Batak maupun simpatisan yang peduli pada tragedi ini serta seluruh Bangso Batak yang berdomisili di Bekasi atau sekitarnya, kiranya bersedia membentuk tim untuk membantu pihak Polri mengungkap kasus tersebut dan sekaligus mengawal penanganan kasus yang menimpa Bangso Batak tersebut.

Ketum POSSI Kota Denpasar ini berharap agar kasus seperti ini tidak terulang kembali dikemudian hari.

"Kepada semua pihak diharapkan bantuannya kiranya dapat mempercepat proses pengungkapan kasus tersebut.
Horas
Mejuah-juah
Njuah-njuah," tutup Togar Situmorang.

Polisi telah Memeriksa Tetangga Korban

Pemeriksaan terhadap saksi-saksi kasus pembunuhan keluarga Diperum Nainggolan di Bekasi, Jawa Barat terus berlanjut. Selain memeriksa kakak Diperum, Douglas, polisi juga memeriksa para tetangga di sekitar lokasi kejadian.

"Tetangga-tetangga yang ngontrak di sekitar rumah itu, dan yang tahu awal itu (pembunuhan) juga dilakukan pemeriksaan," kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing saat , Selasa (13/11/2018).

Namun Erna tak menyebutkan berapa jumlah saksi yang diperiksa. Ia juga belum bisa menyampaikan keterangan terkait pemeriksaan yang tengah dilakukan.

"Kami belum bisa ngasih statement apa-apa. Karena masih proses penyelidikan dan pemeriksaan dulu," ujarnya.

Hasil Otopsi, Banyak ditemukan luka senjata tajam dan benda tumpul pada tubuh korban.

Keluarga korban pembunuhan sadis di Bekasi selesai diautopsi di RS Polri. Banyak ditemukan luka senjata tajam dan benda tumpul pada tubuh.

"(Luka) senjata tajam. Ada banyak," ujar Kepala Instalasi Forensik RS Polri, Kombes Edy Purnomo, kepada wartawan di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa (13/11/2018).

Selain luka senjata tajam, ditemukan luka lebam karena benturan benda tumpul. Dari hasil pemeriksaan jasad, diduga korban diserang bertubi-tubi oleh pelaku.

"Susah kalau ngomong (luka). Kebanyakan. Ya pokoknya serangannya banyak," ujarnya.

Kondisi luka akibat sajam juga ditemukan pada anak korban. Ditemukan juga luka akibat benda tumpul.

Saat ini jenazah korban, yakni Diperum Nainggolan, Maya Ambarita, Sarah Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7), sedang dimandikan. Rencananya, korban akan dibawa ke Gereja Okumene Cijantung.

Polisi masih menyelidiki pelaku pembunuhan sadis ini dengan memeriksa saksi, di antaranya Douglas, kakak Diperum. Korban ditemukan warga sudah tak bernyawa di rumahnya di Jl Bojong Nangka, Kota Bekasi.

Di lokasi, tim Puslabfor Polri sudah melakukan pemeriksaan. Saat keluar dari rumah yang ditinggali korban sekitar pukul 17.55 WIB, petugas tampak membawa 8 kantong dan 2 tas.

Korban Dimakamkan di Toba Samosir

Empat jenazah satu keluarga korban pembunuhan Jalan Bojong Nangka, RT 02 RW 07, Kelurahan Jati Rahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat akan dimakamkan di kampungnya di Toba Samosir, Sumatera Utara.

Sebelum diterbangkan ke Toba Samosir, jenazah dibawa dulu ke rumah duka dan gereja di Cijantung, Jakarta Timur.

"Saat ini sedang dilakukan pemulasaran jenazah dan nanti rencananya jenazah akan dibawa ke rumah duka di Cijantung," kata Kepala Instalasi Forensik Polri, Kombes Edi Purnomo di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (13/11/2018).

Kerabat korban, Girsom (30) menuturkan, setelah dari rumah duka rencananya jenazah akan langsung dibawa ke Sumatera Utara.

"Dibawa ke rumah duka Cijantung, setelah itu dibawa pulang. Bukan di sini dikuburinnya, tapi di Toba Samosir, Sumatera Utara. Mungkin malam, soalnya di sini diacarain dulu," tutur Girsom.

Girsom datang ke RS Polri bersama ibunya Riana (57). Keduanya tak kuasa menahan tangis atas kehilangan kerabatnya itu. 

"Mama saya, cuma kita udah kaya keluarga. Kalau dari marga, saya sama isterinya masih hubungan dari marga," ungkapnya. (*)

Editor: Remigius Nahal