Pahlawan Nasional Baru Indonesia, Ini Kisah Andi Depu: Perempuan Pejuang Asal Sulbar

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Pahlawan Nasional Baru Indonesia, Ini Kisah Andi Depu: Perempuan Pejuang Asal Sulbar

10 November 2018

Foto: Istimewa
SOSOK, marjinnews.com - Presiden Joko Widodo telah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh yang tersebar di berbagai wilayah, Kamis (8/11). Satu dari enam pahlawan 'baru' itu adalah pejuang perempuan yang berasal dari tanah Mandar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Dia adalah Agung Hajjah Andi Depu.

Siapa Andi Depu?
Polewali Mandar, nama lengkapnya Ibu Agung Andi Depu Maraqdia Balanipa, ia lebih akrab disapa Andi Depu atau Puang Depu. Wanita yang lahir di Tinambung, Polewali Mandar, Sulawesi Barat pada Agustus 1907 ini adalah panglima laskar perjuangan Kris Muda Mandar di Sulawesi Barat.

Andi Depu adalah raja ke - 52 dari kerajaan Balanipa di Tanah Mandar. Anak dari Laqju Kanna Idoro dan Samaturu ini adalah salah satu pejuang yang berhasil mempertahankan kemerdekaan Indonesia pasca Proklamasi.


Dalam buku Puang & Daeng: Sistem Nilai Budaya Orang Balanipa-Mandar mencatat Andi Depu pernah nyaris ditebas oleh tentara NICA karena menolak menurunkan bendera merah putih di halaman rumahnya. Kala itu, kabar bahagia tentang kemerdekaan Indonesia juga telah sampai di Tanah Mandar. Serentak, masyarakat di Tinambung, Polewali, Pambusuang dan seluruh wilayah Kabupaten Polewali Mandar mengibarkan bendera merah putih di halaman rumah mereka. 

Andi Depu kecil banyak mengahbiskan waktu laiknya anak-anak sebayanya. Tumbuh besar di dalam keluarga berdarah biru, membuatnya sangat disegani oleh masyarakat setempat. Lantaran kesederhanaan dan kesetiannya, Andi Depu begitu dikagumi.

Memasuki masa remaja, Andi Depu kemudian diangkat sebagai pemimpin Kris Muda Mandar. Kelompok gerakan masyarakat Mandar kala itu. Andi Depu menjadi satu-satunya pemimpin perempuan di organisasi yang begitu disegani Belanda dan Jepang.

Melalui Netherlands- Indies Civil Administration (NICA), Belanda yang dibentuk tahun 1944, mengekspansi wilayah-wilayah produktif di Sulbar, Sulsel, hingga sebagian besar Sulawesi. Andi Depu menunjukkan kegigihannya mempertahankan bumi pertiwi. Didikan tegas, berwibawa nan santun dari lingkungan Istana Kerajaan Mandar, membuat sosok Andi Depu tak gentar melawan penjajah.


Memasuki detik-detik ketika Indonesia hendak memproklamirkan kemerdekaan, sebagian besar organisasi-organisai perjuangan rakyat di Sulsel dan Sulbar mengagendakan untuk melalukan pertemuan. Kris Muda Mandar di bawah komando Andi Depu bersama sejumlah pejuang Sulsel seperti Andi Mappanyukki dari Bone; Andi Djemma dari Luwu, menyiasati dan menyusun strategi khusus untuk mengusir penjajah. 

Sejarah Andi Depu untuk mempertahankan Indonesia, khsusnya masyarakat Sulbar dari penjajahan dikenang melalui Monumen Merah Putih Andi Depu di Tinambung, Polman. Anhar mengatakan, di luar kisah singkat perjuangannya, Menpan RB Syafruddin masih satu garis keturunan dengan Andi Depu. Mantan Wakapolri itu masih sepupu satu kali dari Andi Depu. *)

*Dirangkum dari berbagai sumber