$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

Natal di Ruteng Bikin Rindu, Ternyata Karena Ini

Foto: Dok. Pribadi
OPINI, marjinnews.com - Menjelang hari raya natal 25 Desember 2018 dan Tahun Baru 1 Januari 2019, saya kembali mengenang kota kelahiranku yaitu Ruteng. Sebuah kota kecil yang punya sejuta keindahan. Kota yang bagi penghuninya disebut kota dingin.

Sewaktu sekolah, saat akhir November disebut dengan "Minggu tenang" untuk menghadapi ujian semester.

Dan ketika memasuki minggu pertama bulan Desember, mulailah sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian Sekolah.

Tidak peduli entah apa pun hasil dari ujian itu nanti, intinya selesai. Ini bukan karena alasan tak sabar menanti hasil dari nilai rapor yang dibagi, tetapi tak sabar menikmati suasana liburan natal yang kunjung tiba.

Yang pasti, paling penting ialah ingin cepat-cepat untuk mencicipi hidangan cookies natal yang akan disantap bersama keluarga nantinya. 

Namun kadang, liburannya begitu tak terasa bahagia. Bagaimana tidak, pagi hingga malam hujan terus mengguyur kota kecil itu. Tatapi yang menjadi uniknya itu dikala suasana menjelang hari raya. 

Memasuki liburan natal, area pertokoan di Kota Ruteng terlihat menjadi macet total. Orang pada ramai-ramai keluar masuk pertokoan, tak peduli derasnya hujan, hanya satu yang diinginkan agar menjelang hari raya tak kehabisan stok barang.

Berbagai pakaian ala modern di setiap toko pun siap dicoba. Entah itu jadi dibeli ataupun tidak jadi dibeli. 

Pernak pernik natal semuanya dibeli, mulai dari lampu lampion hingga ke pohon cemara dan pernak pernik natal lainnya ikut dibeli. Nampak terlihat, dari satu toko ke toko lainnya terus mencari.

Dari setiap kelurahan bahkan gang-gang kecil, dari anak-anak, tua muda semuanya sibuk mempercantik lingkungan setempat. 

Sebagian besar pemuda memikul bambu untuk dijadikan kandang dimana kandang itu sebagai tempat dimana Yesus dilahirkan.

Berlomba-lomba menjadikan lingkungan itu sebagai taman Bethlehem pula. 

Lagu-lagu natal mulai dinikmati dengan volume yang begitu tempias, sambil mendengar bunyi mesin mixeer dari arah dapur, dengan mencium aroma cookies yang sebentar lagi kian jadi. 

Seiring perjalanan waktu, zaman yang terus berkembang maju. peristiwa Natal terus diperingati dan dirayakan oleh umat Nasrani di berbagai penjuru dunia. 

Berbagai cara dilakukan oleh umat Nasrani untuk melakukan perayaan Natal. 

Bangsa di benua Eropa secara khusus mengembangkan peringatan Natal menjadi meriah dalam setiap bentuk ibadah Natal yang dilakukan. 

Pohon Natal dihiasi, lilin-lilin dinyalakan, lagu-lagu pujian didendangkan sebagai tanda sukacita atas peristiwa kelahiran Yesus Kristus Sang Juru selamat. 

Namun seiring perkembangan zaman juga seperti yang terjadi saat ini, Anak-anak dan pemuda sibuk mencari petasan, kembang api. 

Bahkan, seperti di Ruteng misalnya, meriam bambu pun ikut ambil bagian dalam menyambut pesta natal di kota kecil itu, pagi hingga siang lanjut malam permainan itu terus dimainkan dari sekelompok anak-anak dan pemuda dari berbagai lingkungan.

Kembang api dimainkan siang hari, tak peduli nyala atau tidaknya pijaran api itu, yang terpenting adalah ledakkannya, dimana agar semua warga tahu bahwa mereka begitu antusias menyambut pesta natal. 

Sampai pada tahun baru mendatang, bahkan tahun baru telah usai, aneka ledakkan itu terus dibunyikan.

Menyambut pesta Natal dengan aneka bunyi serta ledakkan seperti ini sangat disayangkan. 

Bayangkan ketika orang lain yang sedang tidur dengan lelapnya karena lelah saat beraktivitas seharian, lalu dibangunkan oleh aneka bunyi ledakkan itu. 

Bagaimana dengan mereka yang sedang menderita sakit pada saat hari raya itu?

Bagaimana dengan mereka yang sedang terbaring lemas di rumah sakit, hingga tak sempat merayakan pesta natal dan tahun baru bersama keluarga? 

Apalah daya mereka yang hanya bisa mendengar dan sekedar menikmati saja dari bunyi ledakkan itu. Bagi mereka, mungkin hannyalah harapan akan kesembuhan dalam menyambut sang Juru Slamat. 

Saat ini begitu banyak orang-orang yang rela mengeluarkan uang dari ratusan hingga jutaan rupiah untuk membeli kembang api. 

Apakah tidak lebih baik menyambut natal dengan bersedekah bagi fakir miskin, anak yatim, dan kaum yang membutuhkan belas kasih?

Pada tahun lalu, seperti yang dilansir dari Straits Times. Ada sebuah kejadian, yaitu ledakan petasan yang melukai 39 orang, termasuk anak-anak usia 11-15  dalam festival Malam Natal yang terjadi di Kuba. 

Sekitar 20 orang tercatat mengalami luka parah, bahkan badan kesehatan setempat melaporkan beberapa di antaranya menderita luka sangat serius dan sangat kritis. Semua yang terkena dampak petasan berasal dari penduduk lokal. 

Malam natal yang sunyi senyap sangat gamblang tertulis dalam Lagu Malam Kudus, Sunyi Senyap (Silent Night, Holy Night). 

Lagu ini adalah lagu natal yang paling populer sampai saat ini. Lagu ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan menjadi lagu wajib perayaan natal di mana pun di penjuru dunia. Diva seperti Meriah Corey dan Celine Dion pun pernah ikut menyanyikan, sekarang dinyanyikan kembali dengan aransemen yang baik oleh Il Divo.

Coba mulai sekarang kita mendengarkan lagu ini dengan suasana yang benar-benar khidmat. Tanpa ada bunyi sekalipun. cukup merenungkan serta ciptakan kedamaian saat mendengar lagu ini. 

Bila boleh berandai-andai, mungkin sebaiknya Natal tahun ini, kita seolah-olah merefleksikan suasana dahulu yang sebenar-benarnya terjadi di Bethlehem. Kesepian hati mengikuti ibadah. Bak kesepian Maria dan Yosef menantikan kelahiran Yesus ditengah-tengah keramaian orang yang datang untuk cacah jiwa.

Maka dari itu, pantaslah kita menyambut pesta Natal 25 Desember 2018 dengan suasana hati yang penuh khidmat, betul-betul mendalami, serta memaknai apa itu Natal sesungguhnya. 

Menyambut Natal, hendaklah semua merasakan kasih dan cinta Tuhan dalam kesunyian, agar jiwa manusia peka mendengar suara Tuhan, yaitu suara kasih; kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Melalui Natal, hendaknya semua manusia merasakan kesederhanaan Yesus, agar manusia yang merayakan Natal tergugah dan berempati terhadap sesama yang melarat dan miskin. 

Hendaklah pula sesama manusia turut merasakan embusan nafas damai Yesus, nafas kehidupan Juru selamat agar tidak lagi takut dan gelisah menghadapi tantangan kehidupan. Tetapi memiliki semangat hidup, memiliki kekuatan, dan bersandar pada kuasa Allah. 

Nyatakanlah solidaritas Allah kepada manusia dengan memedulikan sesama yang membutuhkan uluran kasih.

Penulis: Febriano Kabur

Kelahiran Ruteng, 2 Agustus 1999, kini bersetatus sebagai Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Politik pada Ilmu Pemerintahan Universitas Warmadewa.

COMMENTS

Name

Artikel,141,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,160,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,3,BPJS,1,Budaya,38,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,183,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,579,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,38,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,280,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,50,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,114,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,71,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,294,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,258,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,419,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,20,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1148,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,38,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,88,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,20,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,20,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,71,Sumba,8,Surabaya,35,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,48,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,14,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Natal di Ruteng Bikin Rindu, Ternyata Karena Ini
Natal di Ruteng Bikin Rindu, Ternyata Karena Ini
https://1.bp.blogspot.com/-l9WERaFEfOA/XAAG2t1ykbI/AAAAAAAAD1Q/wRXsDkPv7_AWBmkxOCibXUDNf6CzA-RUACLcBGAs/s320/IMG-20181129-WA0057.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-l9WERaFEfOA/XAAG2t1ykbI/AAAAAAAAD1Q/wRXsDkPv7_AWBmkxOCibXUDNf6CzA-RUACLcBGAs/s72-c/IMG-20181129-WA0057.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/11/natal-di-ruteng-bikin-rindu-ternyata.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/11/natal-di-ruteng-bikin-rindu-ternyata.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close