KURMA Adakan Pentas Seni untuk Penggalangan Dana Peduli Buku Bagi NTT
Cari Berita

KURMA Adakan Pentas Seni untuk Penggalangan Dana Peduli Buku Bagi NTT

13 November 2018

Foto: Istimewa
MALANG, marjinnews.com - Banyak cara dilakukan para pegiat literasi zaman ini untuk memenuhi kebutuhan buku di beberapa wilayah yang kurang memiliki akses kepada sumber bacaan yang berkualitas baik untuk menunjang pendidikan anak-anak di daerah tersebut.

Patut diapresiasi bahwa di tengah hasil penelitian yang menunjukkan posisi buncit Indonesia yaitu menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara soal literasi, banyak pegiat literasi yang muncul atas dorongan kesadaran mencerdaskan kehidupan bangsa dengan berbagai berbagai cara tanpa kenal lelah.

Sehingga tidak heran, di beberapa wilayah terpencil sekalipun muncullah berbagai jenis model taman baca yang diberdayakan secara swadaya bersama masyarakat setempat. Menariknya, kebanyakan pegiat literasi itu adalah anak-anak muda. Generasi milenial yang tengah mencapai puncak usia emasnya sampai beberapa puluh tahun ke depan.

Berbicara tentang pegiat literasi, kali ini Kumpulan Ro'eng Manggarai (KURMA)  di Malang tidak mau ketinggalan mempersembahkan pentas seni untuk penggalangan dana bertajuk, "Peduli Buku bagi Nusa Tenggara Timur ( NTT)" yang dilaksanakan  di  lapangan Bandminton Rajabasa Universitas Merdeka Malang beberapa waktu lalu.

Pentas seni penggalangan  dana peduli buku bagi NTT ini dihadiri oleh 5 Organisasi Daerah (ORDA) yaitu Ikamatri, Nucalale, Komunitas Kopi, Sanggar Ntalagewang dan Sumba.

Menurut Ketua pelaksana Yesuelda Farina Mimuk, acara tersebut merupakan kolaborasi beberapa Organisasi Daerah (Orda) di Malang dengan pergelaran pentas seni dari berbagai daerah peserta kegiatan.

"Acara ini di hadiri oleh 5  Orda yang mengisi acara dengan membawa tarian yang berbeda dari masing-masing  daerah.", ujarnya

Komunitas peduli buku bagi NTT bekerja sama dengan Mahasiswa dari berbagai kampus yaitu kampus Universitas Widya karya, Universitas Negeri Malang, Ikip Malang, ITN, dan Unmer untuk mengirim buku ke luar daerah NTT dan NTT sendiri. Adapun daerah yang sudah mendapat kiriman buku dari kegiatan ini meliputi wilayah  Sumatra, Sulawesi, Papua, Manggarai dan lain-lain.

"Acara kali ini berhasil menggalang dana sebesar dua juta rupiah. Uang ini akan digunakan untuk membeli buku yang nantinya dikirim  setiap tanggal 17 dalam bulan ", jelasnya.

Komunitas ini sendiri diinisiasi oleh Wilibrodus Maries yang peduli pada  literasi minat baca bagi  anak-anak NTT.  Dia sudah  mendirikan taman baca di hampir semua wilayah di NTT, juga sebagai parsipan untuk kordinator wilayah keluar dari NTT, dan bekerja sama dengan Komunitas Frater di Malang.

Dihadiri penulis buku, Romo dan para Frater yang juga menjadi sutradara drama "Panggung Sandiwara Dalam Balutan Topeng Kritikus", acara ini terlihat semakin memiliki  makna yang dalam. Biarawan tidak segan menjalin kegiatan bersama dengan para mahasiswa untuk menyuguhkan hal-hal positif.

 "Acara tersebut sangat objektif dan masih menunggu penilaian dari semua orda, kami juga mengadakan evaluasi terkait acara kami, untuk penampilan pentas seni kali ini kami merasa paling baik dari pentas sebelumnya. Kami juga berterimakasih kepada orda yang sudah membantu kegiatan pentas seni peduli buku bagi NTT." Tutup  Yesuelda Faria Mimuk.

Oleh: Tini Pasrin
marjinnews.com Malang