Ketua HAMI Bali Dukung Dua Wartawan Somasi Perbekel Desa Buduk Badung

Ketua Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bali, Agustinus Nahak, S.H., M.H. (Foto: Ist)
DENPASAR, marjinnews.com - Peristiwa pengusiran dua wartawan di Bali, atas nama Remigius Nahal dari media Online Klikpena.com dan Simon R Sanur dari harian Umum Dialog/Derap Hukum yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari I Ketut Sudarsana, SH, Perbekel (Kepala Desa) Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, di Kantor Desa Buduk, Selasa (13/11/2018), menimbulkan macam reaksi dari publik.

Diantaranya ialah Ketua Himpunan pengacara Muda Indonesia,(HAMI) Bali, Agustinus Nahak, S.H., M.H.

Menurut Nahak,  etikanya perbekel yang mengusir wartawan saat hendak meliput itu sudah tidak benar.

"Ini nggak benar, perlu ada penjelasan karena saya yakin dia nggak paham UU Pers," terangnya.

Ketua Himpunan pengacara Muda Indonesia (HAMI) Bali ini mengatakan, langkah yang tepat ialah melakukan somasi terhadap Ketut Sudarsana, SH, Perbekel (Kepala Desa) Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, tersebut.

"Saya pasti dukung langkah teman teman wartawan. Dan juga diharapkan juga untuk terus memberitakan terkait dengan dampak yang terjadi akibat pencemaran lingkungan yang terjadi di sana," tandas Nahak.

Agustinus Nahak, S.H., M.H, pada kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa, secara peribadi dan HAMI Bali siap untuk memberikan advice, ataupun advokasi hukum serta tindakan hukum baik non ligasi maupun litigasi.

"Yang arogan gini jangan dikasih hati" tutup Nahak.

Sebelumnya, pengacara dari kedua jurnalis yakni Benyamin Seran dan Siti Sapurah dalam jumpa Pers di Restoran Center Point, Renon, pada Kamis (15/11) sore mengatakan, masalah pencemaran lingkungan hidup adalah informasi yang harus dishare ke Publik.

"Kasus pencemaran lingkungan hidup adalah informasi yang harus dishare ke publik. Apa sih yang sebenarnya terjadi.

Dan wartawan punya kewajiban untuk mempublishnya," terang Benyamin.

Menurut Benyamin, masalah ini  sempat menjadi viral di media sosial Facebook. 

Bahkan bukan hanya sempat viral saja.
Namun, kata Benyamin, tetapi kenyataan masyarakat sudah menjadi korban selama  9 tahun.

"Disini wartawan diundang ke sana. Dan kenapa harus ada wartawan dan perlu diberitakan kepada publik, karena memang ini informasi yang perlu dibagi-bagi," tandas Benyamin.

Benyamin menerangkan, ketika wartawan datang meliput apakah setiap datang meliput ke suatu kejadian  perlu diundang terlebih dahulu, kan tidak.

"UU Pers telah, sudah memberikan hak kepada wartawan untuk meliput apabila ada kejadian memang perlu untuk dilakukan peliputan," terang Benyamin Seran.

"Kalau dia beralasan mengusir karena tidak diundang ini sebuah bentuk pengekangan terhadap kebebasan pers. Seolah-olah pers jadinya kalau mau liput harus diundang dulu. Kalau tidak diundang jangan diliput," tambahnya.

Menurut Benyamin, ini celaka. Dan sebuah pemikiran yang sesat. Apalagi pemikiran datang dari seorang pejabat publik atau perbekel.

Benyamin Seran kemudian menjelaskan UU tentang Pers. Dimana ada ketentuan pidananya.

"Dalam pasal 18 dikatakan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah)," terang Benyamin.

Pengacara muda asal NTT ini berencana akan melayangkan surat Somasi kepada Perbekel Desa Buduk.

"Nanti kita akan somasi, apalagi dia pihak pejabat publik. Kita akan melayangkan somasi. Kita kasih batas waktu. Kalau ada itikad baik bolehlah kita akan selesaikan secara pendekatan kekeluargaan tapi kalau tidak, kita akan ambil langkah hukum. Karena ini negara hukum," tegas Benyamin

Sementara itu Siti Sapurah dalam kesempatan yang sama menjelaskan lebih kepada dampak yang diakibatkan.

Siti Sapurah atau yang diakrab Ipung ini mengatakan, pelecehan terhadap profesi wartawan itu sudah ada ancamannya.

Namun, mantan pengacara kasus Engeline ini dalam menanggapi masalah ini lebih menekankan pada tindakan sorang tokoh atau kepala desa yang hanya mengacu kepada kepentingan atau keuntungan pribadi tetapi tidak mengacu pada akibat. Akibat yang dimaksud yaitu mengacu pada masa depan anak- anak yang terkena dampak itu.

"Bayangkan, polusi udara yang sudah 9 tahun lamanya. Yang paling rentan terkena adalah anak-anak. Lebih khusus yang masih berusia dibawah nol bulan atau bayi. Ini mau di apakan. Kalau sampai kita lihat ada apa-apa masa tumbuh kembang mereka terganggu itu kita bisa pidana kan lagi. Mengacu pada UU Perlindungan anak dan UU Kesehatan," terang Ipung.

Ipung menegaskan, bahwa terkait kasus ini tidak hanya mengacu pada kasus pengusiran wartawan namun lebih pada aspek lain yang ada  di dalam kasus ini.

"Tidak boleh seorang kepala Desa membiarkan akibat yang lain terjadi. Yang punya dampak lebih besar. Apabila dia tidak mau bernegosiasi kita akan tembak dia pakai UU yang tadi itu," tutup Ipung.

Untuk diketahui, pada Selasa (13/11/2018) lalu, kedua Jurnalis yaitu Remigius Nahal dari media Online Klikpena.com dan Simon R Sanur dari harian Umum Dialog/ Derap Hukum  melakukan peliputan atas jalannya mediasi kasus pencemaran lingkungan yang terjadi di Banjar Bernasi, Desa Buduk

Namun ketika berada di Kantor Desa tersebut kedua wartawan ini diusir oleh I Ketut Sudarsana, SH, Perbekel (Kepala Desa) Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

"Kami diusir. Dia beralasan, kami tidak diundang untuk meliput. Padahal, kami hadir atas undangan warga yang mengadukan kasus pencemaran lingkungan ini," kata Simon R Sanur, kepala wartawan di Denpasar, Kamis (15/11/2018). 

Ia berpandangan, apa yang dilakukan Perbekel Buduk sudah melecehkan profesi wartawan. Apalagi selama berjalannya mediasi, sebagaimana laporan warga yang hadir, Perbekel Buduk dengan bangganya mengumumkan bahwa dirinya telah mengusir wartawan. 

"Kata warga, selama proses mediasi, Perbekel Buduk juga umumkan 'keberhasilannya' mengusir wartawan yang hendak meliput jalannya mediasi. Bahkan sampai tiga kali Perbekel Buduk katakan: 'Saya usir mereka. Naik darah saya'. Ini bentuk pelecehan kepada wartawan, apalagi dia pejabat publik yang tidak sepantasnya melakukan hal tersebut," tandas Simon. 

Simon bersama Remigius Nahal pun mempertimbangkan menempuh jalur hukum terkait kasus pengusiran ini. Apalagi apa yang dilakukan Perbekel Buduk, sudah melanggar UU Pers. 

"Kami akan laporkan ini kepada aparat penegak hukum. Tapi mungkin terlebih dulu kami layangkan somasi melalui kuasa hukum kami," ujar Simon. 

Dikatakan, mediasi ini dilakukan, menyusul aduan warga Perum Griya Alam Bernasi, Banjar Bernasi, Desa Buduk, yang intinya mengeluhkan pencemaran lingkungan di wilayah itu. 

Dalam aduan yang dilayangkan kepada Perbekel Buduk tertanggal 10 Oktober 2018 dan ditandatangani oleh 23 warga ini, intinya mengeluhkan keberadaan penggilingan padi di lingkungan tersebut. 

Pasalnya, penggilingan padi tersebut setiap hari mengeluarkan debu dan pada sore hari memproduksi asap tebal karena pembakaran sampah pabrik. Efek yang ditimbulkan adalah warga menderita gangguan pernapasan, batuk - batuk dan gatal - gatal. 

Menanggapi aduan warga ini, Perbekel Buduk melalui Surat Nomor 005/ 2134/ Pem/ 2018 tertanggal 8 November 2018, melayangkan surat undangan untuk menghadiri mediasi kepada warga Perum Griya Alam Bernasi dan I Made Mertayasa (pemilik penggilingan padi). 

Mediasi yang berakhir dengan damai ini, justru dinodai dengan sikap arogan Perbekel Buduk yang justru mengusir wartawan. Hingga berita ini ditulis, Perbekel Buduk belum berhasil dikonfirmasi wartawan terkait hal ini. (*)

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,162,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,182,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,570,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,37,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,278,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,117,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,62,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,291,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,257,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,416,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1136,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,37,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,68,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Ketua HAMI Bali Dukung Dua Wartawan Somasi Perbekel Desa Buduk Badung
Ketua HAMI Bali Dukung Dua Wartawan Somasi Perbekel Desa Buduk Badung
https://3.bp.blogspot.com/-gvIX18hKtvg/W-7LMFG1cXI/AAAAAAAADrM/CQ9QXNQZp90xv9lD8wTtep4TxDXrcShNwCLcBGAs/s320/FB_IMG_15423761651439232.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-gvIX18hKtvg/W-7LMFG1cXI/AAAAAAAADrM/CQ9QXNQZp90xv9lD8wTtep4TxDXrcShNwCLcBGAs/s72-c/FB_IMG_15423761651439232.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/11/ketua-hami-bali-dukung-dua-wartawan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/11/ketua-hami-bali-dukung-dua-wartawan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close