Ketika Mimpi dan Harapan Siswa Terkubur Asa
Cari Berita

Ketika Mimpi dan Harapan Siswa Terkubur Asa

23 November 2018

Foto: Dok. Pribadi
OPINI, marjinnews.com - Untuk siswa masa kini: Reformasi merupakan sebuah gerakan orang muda dalam mewujudkan perubahan untuk memberantas sistem pemerintahan yang korup, nepotis, dan kolusi yang bobrok disaat itu. Masa Reformasi telah berlalu dan kini memasuki masa akhir pemerintahan Jokowi-JK, namun harapan reformasi belum terwujud dalam segala bidang: korupsi, kolusi dan nepotisme masih merajalela dilingkungan pemerintahan.

Cerita akan sosok Jokowi yang sederhana dan sering ditokohkan sebagai politisi masa kini yang bersih, inovatif dan solutif bergema di masyarakat, sehingga masyarakat seperti terbius dan menumpukan harapan besarnya ke pemerintah saat ini. Orang muda juga turut menumpukan harapannya pada pemerintahan Jokowi-JK terutama di bidang pendidikan.

Akan Tetapi, kini semua harapan itu seakan sirna dan masyarakat (siswa) kebingungan mencari sosok yang bisa tampil dan bekerja mewujudkan mimpi dan harapan mereka. Harapan mereka tentu saja antara lain: dimudahkannya akses pendidikan berlanjut mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, pemenuhan fasililitas dan lingkungan pendidikan yang memadai untuk menunjang semangat belajar para siswa, pendampingan atau menyediakan Guru-guru yang kompeten dan mampu mengajar dengan baik sesuai kebutuhan siswa sehingga cita-cita kemerdekaan dibidang pendidikan akan terwujud dan Indonesia menjadi negara dengan masa depan yang gemilang.

Akhir-akhir ini kita melihat dan mendengar bagaimana tanggapan Prabowo tentang kegundahan hati beliau melihat fenomena dimana setelah lulus, siswa bukannya melanjutkan pendidikan malah bekerja sebagai ojek dijadikan negative campaign oleh pendukung pasangan Joko Widodo dan Ma'aruf amin.

Dalam hal ini saya sepakat dengan ungkapan Prabowo, saya pribadi juga merasa miris bagaimana harapan para siswa terkubur begitu saja pasca lulus dari Sekolah Menengah Atas dan sederajat. Jika kita tanya satu per satu tentu cita-cita dan harapan mereka tentu bukan berprofesi sebagai ojek, debt collector, kerja di bengkel, TKW/TKI, buruh pabrik dan lainnya tapi bermacam-macam mulai dari Guru, Polisi, Tentara, Dokter dan profesi lainnya.

Saya tidak bermaksud bahwa profesi ojek, debt collector, kerja di bengkel, TKW/TKI, buruh pabrik dan lainnya sebagai profesi yang rendahan, tapi saya percaya bahwa orang muda masa kini mampu dan bisa lebih dari sekedar profesi-profesi yang saya uraikan diatas.

Hanya saja kemirisan Bapak Prabowo tersebut tidak turut disertai dengan usulan atau contoh program kerja sebagai pasangan Capres dan Cawapres dalam bidang pendidikan sehingga siswa kembali bisa bermimpi dan mewujudkan mimpinya pasca kelulusannya. Namun tidak sedikit juga siswa masa kini tetap bisa melanjutkan pendidikannya ke tahap yang lebih tinggi.

Dengan mimpi dan harapan siswa sebesar itu harusnya pemerintah hadir untuk memenuhi akses pendidikan berlanjut mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, pemenuhan fasililitas dan lingkungan pendidikan yang memadai untuk menunjang semangat belajar para siswa, pendampingan atau menyediakan guru-guru yang kompeten dan mampu mengajar dengan baik sesuai kebutuhan siswa sehingga mimpi dan harapan besar siswa tidak terkubur karena kondisi lingkungan dan keluarga yang serba kekurangan dan kurang mendukung cita-cita generasi penerus bangsa Indonesia.

Oleh: Clarissa A.D.N. Pawdaag
Mahasiswa Administrasi Publik UNPAR, Bandung