Kapal Barang Jurusan NTT Tenggelam, 14 Orang Ikut Tenggelam
Cari Berita

Kapal Barang Jurusan NTT Tenggelam, 14 Orang Ikut Tenggelam

MARJIN NEWS
24 November 2018

Foto: Ilustrasi
PERISTIWA, marjinnews.com - Kapal barang KM Multi Prima 1 dari Surabaya tujuan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur tenggelam di perairan Selat Bali. 7 ABK dinyatakan hilang.

Dari informasi yang dihimpun seperti dikutip, detikcom, kapal barang berawak 14 orang itu dilaporkan tenggelam pada hari Kamis (23/11/2018) pukul 19.05 WIB.

Sebelum tenggelam, KM Multi Prima 1 tersebut sempat memancarkan kode bahaya sebanyak dua kali saat berada di Selat Bali. Kode ini kemudian diterima oleh nahkoda KM Cahaya Abadi 201.

Namun begitu sampai di titik di mana KM Multi Prima 1 memancarkan kode, kru KM Cahaya Abadi 201 menemukan serpihan barang dari kapal di sekitar lokasi. Mereka juga menemukan 7 ABK yang terombang-ambing di lautan dengan mengenakan jaket pelampung berteriak meminta tolong di Pulau Kapoposang, Bali.

Ketujuh ABK kemudian dievakuasi, sedangkan sisanya belum ditemukan hingga kini. ABK KM Cahaya Abadi juga menurunkan kapal sekoci untuk mencari ketujuh ABK lainnya namun hasilnya nihil.

Karena cuaca buruk di sekitar lokasi dan ombak setinggi 2 meter, ABK KM Cahaya Abadi memutuskan untuk kembali dan menangani 7 ABK yang berhasil dievakuasi terlebih dahulu dengan penanganan medis ala kadarnya. Ketujuh ABK KM Multi Prima dilaporkan lemas dan mengalami shock berat.

Usai melaporkan kejadian ini ke pihak syahbandar Bali dan Polair, KM Cahaya Abadi melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo dan tiba di pelabuhan pada hari Sabtu (24/11/2018).

Kapolres Probolinggo AKBP Edwwi Kurnianto mengaku hanya membantu mengevakuasi ketujuh ABK yang berhasil diselamatkan KM Cahaya Abadi.

"Betul, 7 korban ABK KM Multi Prima kapal barang tujuan NTT tenggelam diselamatkan KM Cahaya Abadi yang akan berlabuh di sini. Kita akan melakukan evakuasi dan penangan medis 7 korban" ujar Edwwi.

7 ABK KM Multi Prima 1 lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR, TNI AL dan Polair Bali. (*)

Edito: R. Nahal