Hatiku Sempat Remuk, Gara-gara "Tungku"


CERPEN, marjinnews.com - Aku terus merasa jatuh cinta pada kekasihku. Sebab, semakin hari dia selalu membuat aku tertawa. Olehnya membuat hari-hariku seperti terjebak dalam drama Korea yang selalu mengisahkan  kisah romantis yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya dari siapa pun.

Hubungan kami berdua ibarat baru seumur jagung. Ya, begitulah. Kisah kasih yang kami jalani baru berjalan selama 6 bulan. Namun, dia selalu menawarkan kisah yang indah di setiap waktu yang sudah kami lalui bersama. Seakan, aku merasa hubungan ini seperti sudah berjalan selama bertahun tahun.

Kisah asmara ini membuat hati kecilku selalu bertanya, seberapa besarkah rasa nyaman yang dirasakan olehnya sehingga dia selalu membawa aku seperti dalam drama asmara yang sungguh belum pernah aku rasakan.

Dari setiap kata dan kelakuan romantisnya, lagi-lagi aku merasa kisah asmara kami seperti ada dalam drama Korea yang pernah aku tonton.

Kisahku dengannya adalah sungguh nyata. Bukan fiksi atau hasil khayalan semata.

Dalam benakku, ingin sekali untuk selalu membuat kisah lain bersama dengannya agar aku bisa mengisahkannya untuk hari esok. Apalah daya, tak disangka, ada kisah lain yang ingin dia kenalkan kepadaku.

Suatu ketika, ia membawa aku untuk berkenalan dengan kakak kandungnya yang sudah menikah yang tinggal di kota yang sama dengannya.

Ketika itu, aku sungguh merasa canggung dan hampir minder. Sebab, saat itu adalah waktu pertamaku berkenalan dengan keluarganya.

Aku mencoba berusaha memberanikan diri agar bisa berkenalan dengan kakaknya itu. Usahaku untuk tak minder apalagi malu berhasil. Ketika berada di tengah keluarganya itu, ternyata justru semakin hangat.

Rasa nyaman kembali ada ketika berada bersama mereka. Canda tawa mereka membuat aku semakin yakin untuk selalu bisa dekat dengan mereka.

Seiring berjalanya waktu setelah dia mengenalkan aku pada kakaknya, selanjutnya dia membawaku untuk diperkenalkan kepada kedua orang tuanya. Awalnya aku dengan orang tuanya berbicara lewat via telepon, karena saat itu kedua orang tuanya berada di Manggarai.

Kami berdua sebenarnya bertemu dan berkenalan  di tanah rantau saat sedang mengaduh nasib yaitu sedang menempuh pendidikan.

Lalu aku pun pada saat itu memberanikan diri untuk berkenalan dengan orang tuanya itu walaupun lewat telepon. Harapanku agar kedua orang tuanya mengetahui bahwa aku sedang menjalin hubungan yang lebih dalam dengan putra mereka.

Dalam perbincanganku dengan kedua orang tuanya itu, aku berusaha untuk bercerita dengan rasa akrab. Banyak pertanyaan dari kedua orang tuanya saat itu yang harus aku jawab.

Aku mencoba menjawab semua pertanyaan itu dengan baik agar mereka merasa nyaman ketika mereka berbicara denganku.

Dia selanjutnya yang berbicara dengan  kedua orang tuanya.

Inilah saat-saat yang paling dramatis dalam hubungan kami ini.

Ketika dia berbicara dengan ibunya, ada kalimat yang membuat batinku terguncang, dengan penuh kelembutan, ibunya memanggil dia Nana (sapaan untuk anak laki di Manggarai).

Kata ibunya waktu itu, "nana bagaimana dengan tungku yang sudah kami siapkan?"

Aku yang masih berada di sampingnya ketika itu, saat mendengar kata itu mulai kehilangan semangat. Spontan diriku mulai menghindar darinya agar aku tidak mendengar kata itu lagi.

Sempat aku mendengar, dia menjawab pertanyaan ibunya dengan nada menolak. Namun, tetap saja terdengar suara ibunya bersih keras untuk menjodohkan dia dengan gadis pilihan mereka.

Hati ini seperti disambar badai sehingga aku merasa tidak berdaya untuk memperjuangkannya lagi.

Saat itu dia melihat ekspresi wajahku. Dia mohon pamit kepada orang tuannya untuk mengakhiri telepon mereka.

Mendengar itu, aku mulai mendekatinya dengan wajah tersenyum walaupun hati ini teriris setelah mendengar percakapan mereka tadi dengan kedua orang tuannya.

Kepada dia aku langsung bertanya, "apa benar kamu akan dijodohkan dengan wanita pilihan orang tua kamu?"

Matanya langsung melihat ke arahku sambil berkata, "itu semua bukan keinginan orang tuaku tapi karena keinginan kakek dan nenek yang berada di kampung." Jawabnya.

Mendengar jawaban itu aku kembali betanya, “apa kamu mau ketika suatu saat kamu kembali ke kampung dan bertemu mereka dan memaksa kamu bersama dengan gadis pilihan mereka?"

Dia kemudian menjawab aku lagi, " saya pasti tidak mau dan tidak akan mau. Walaupun mereka paksa," ucapnya dengan nada tegas.

Saat itu, ia lebih memilih aku gadis yang dia suka. Hatiku seperti sedang berbunga-bunga ketika dia menjawab aku dengan kata itu.

Lalu kemudian dia berkata padaku, "jangan berpikir terlalu jauh BECAUSE I WILL ALWAYS CHOOSE YOU AND YOU WILL BE THE LAST FOR ME,” sembari tersenyum. Aku pun menganggap itu adalah doa penguat hati, agar aku dan dirinya kembali memperjuangkan cinta kami.

Oleh: Rofina Hely Katmawi

Keterangan: Nana: Panggilan untuk laki-laki di Manggrai
Tungku: Sistem Perkawinan dalam adat Manggarai untuk memperbaharui hubungan keluarga yang telah terjalin.

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,108,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,142,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,174,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,529,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,51,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,199,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,15,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1021,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,89,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,84,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,18,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,43,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,43,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Hatiku Sempat Remuk, Gara-gara "Tungku"
Hatiku Sempat Remuk, Gara-gara "Tungku"
https://3.bp.blogspot.com/-EnrN9SJvVqA/W-Ei5uxnBhI/AAAAAAAADf8/6bL-q4y341YyFMIC11oyD1v4N3lrsUz1ACLcBGAs/s320/20181106_131127.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-EnrN9SJvVqA/W-Ei5uxnBhI/AAAAAAAADf8/6bL-q4y341YyFMIC11oyD1v4N3lrsUz1ACLcBGAs/s72-c/20181106_131127.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/11/hatiku-sempat-remuk-gara-gara-tungku.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/11/hatiku-sempat-remuk-gara-gara-tungku.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy