Gubernur Larang Ibu-ibu dan Anak Muda di NTT Nonton Sinetron
Cari Berita

Gubernur Larang Ibu-ibu dan Anak Muda di NTT Nonton Sinetron

MARJIN NEWS
20 November 2018

Fito: Istimewa
KUPANG, marjinnews.com - Gubernur NTT, Viktor Buktilu Laiskodat meminta ibu-ibu dan anak-anak muda mengurangi menonton sinetron. Para ibu-ibu dan anak muda ini untuk tidak maniak dalam menonton sinetron.

Viktor berharap para ibu dan remaja ini meluangkan waktu setidaknya dua jam sehari untuk membaca.

"Ibu-ibu sekarang suka sekali menonton sinetron. Nonton film sedih, ikut menangis, nonton film horor ketakutan, tapi masih mau nonton," ujar Viktor disambut tawa ibu-ibu yang hadir dalam perayaan Maulid Nabi di Mesjid Albaitul Qadim Air Mata Kupang, Senin (19/11/2018) malam.

Kalau anak muda zaman sekarang, kata Viktor, hobinya main game, medsos, banyak waktu dihabiskan menatap layar handphone.

"Menurut saya, lebih baik kalian banyak membaca daripada main handphone dan menonton sinetron. Luangkan waktu dua jam dalam sehari untuk membaca," kata Viktor.

Viktor mengatakan, dengan membaca, kita bisa mengasah kemampuan intelektual kita, mengetahui perkembangan pembangunan dan menambah wawasan.

Viktor malam itu hadir di tengah umat Muslim Kota Kupang merayakan Maulid Nabi. Ia mengatakan, perayaan Maulid Nabi merupakan kazanah spiritual dalam Islam mesti dihidupi dengan baik.

Perayaan Maulid Nabi yang diadakan secara tradisional tersebut, kata Viktor, memang patut dikembangkan sebagai wisata religi.

Namun, kata Viktor, Jika perayaan tersebut ingin dikenal dunia, ke depan harus dikoordinir dengan baik, disiplin, bersih dan rapi.

"Itulah ciri khas pariwisata. Jadi kalau ingin perayaan ini bisa lebih dikenal dan melibatkan lebih banyak manusia lagi, maka koordinasi dengan baik, supaya ada tambahan alokasi dana APBD untuk kegiatan ini," ungkap Viktor.

Viktor menjelaskan, perayaan Maulid Nabi merupakan momen yang tepat dimana kita membangun spirit disiplin, jujur dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang kita emban.

"Dalam Islam diajarkan untuk disiplin melakukan sholat lima waktu. Ini harus ditaati, kalau lewat jamnya, tidak boleh," kata Viktor.

Viktor mengatakan, spirit ini harus dibawa saat bekerja dan berkarya sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing orang.

Di NTT, kata Viktor, etos kerja dan spirit kedisiplinan masih lemah. Hal itulah, membuat NTT lamban untuk maju.

"Dalam dua bulan empat belas hari kepemimpinan saya, saya temukan orang-orang NTT belum begitu disiplin," ungkapnya.

Viktor menjelaskan, ketidakdisiplinan itu nampak dalam cara kerja, sering tarik ulur waktu, dan semangat kerja rendah.

Ia menambahkan, membangun NTT harus lahir dari hati.

"Kita kalau mau bangun NTT, harus dari hati. Jangan munafik! Kita berbuat baik bagi sesama, itu karena kita menginginkan kebaikan bersama, bukan karena kepentingan pribadi atau golongan," tegas Viktor.

Ia menegaskan, para tokoh agama, alim ulama, punya peran penting untuk menyukseskan program pemerintah NTT.

Ia berharap tokoh agama dan alim ulama, bisa menterjemahkan dan menjelaskan mimpi dan program kerja pemerintah kepada masyarakat.

"Pembangunan bisa berhasil kalau ada propoganda hebat dari semua pihak. Kalau tidak ada propaganda maka matilah pembangunan ini," tegas Viktor. Propaganda tersebut, kata Viktor harus sampai pada tingkat desa, RT dan RW. (*)

Sumber: poskupang.com
Editor: R. Nahal