Diduga Beri Keterangan Palsu Ke Hakim, PT. SSL Laporkan Mantan Buruhnya ke Polda Jatim
Cari Berita

Diduga Beri Keterangan Palsu Ke Hakim, PT. SSL Laporkan Mantan Buruhnya ke Polda Jatim

MARJIN NEWS
1 November 2018

Togar Situmorang, S.H, M.H, M.A.P. (Tengah) bersama Komisaris PT. SSL (Kanan). Foto: Ist

Surabaya, Marjinnews.com -- PT Surabaya Leaher Tjandra Surya melaporkan beberapa oknum yang diduga melakukan Penipuan yaitu memberi keterangan palsu terhadap pejabat negara ke SKPT Polda Jatim kemarin (31/10). 

Tjandra Surya, Komisaris dari PT Surabaya Leaher Tjandra Surya bersama kuasa hukumnya Togar Situmorang, S.H, M.H, M.A.P, melaporkan oknum tersebut karena diduga kuat melakukan permainan dalam menjatuhkan perusahaannya hingga Pailit.

"Kami melaporkan Edi Utomo dkk. Dengan dugaan  memberi keterangan palsu ke pejabat negara dalam hal ini ke hakim Pengadilan Niaga Pengadilan Negeri Surabaya hingga mengakibatkan ada putusan pailit PKPU dan menyebabkan jatuhnya perusahaan," ujar Togar Situmorang.

Padahal, sebenarnya kasusnya hanya masalah hubungan Industrial. Terkait dengan pembayaran 21 buruh  yang tidak terbayar. Tetapi kasus itu justru dilaporkan pada urusan pailit. 

Perusahaan yang berada di Kabupaten Pasuruan itu juga tidak bangkrut atau mengalami gangguan ekonomi.

Putusan Pailit itu dijatuhkan di Pengadilan Niaga Pengadilan Negeri Surabaya pada Januari 2018. 

Sementara itu Direskrimum Polda Jatim Kombespol Agung Gudha Wibowo menyampaikan belum ada laporan. Namun dia mengatakan kasus tersebut tetap dipantau. 

"Saya belum menerima laporan kasus itu. Tapi jika sudah naik ke tahap berikutnya, pasti saya akan menjelaskan," ujar Agung Gudha.

Sebelumnya, dalam keterangan dengan awak media, Togar Situmorang menjelaskan, kasus ini berawal dari adanya pengakuan hutang dari buruh yang mengaku sebagai karyawan swasta PT SSL.


"Masa hanya karena pengakuan hutang dari 20 orang yang mengaku buruh dengan nominal hutang piutang sekitar Rp.90 juta, PT SSL milik klien saya yang sudah beroperasional puluhan tahun dan berharga senilai ratusan miliar itu dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Surabaya? Kan ini sudah ga benar," jelas Togar

Pada kesempatan itu Togar juga mempertanyakan dasar para buruh tersebut melakukan gugatan kepada PT. SSL.

"Pertanyaan saya yang paling mendasar kepada buruh yang menggugat adalah apa legal setanding para buruh untuk menggugat PT. SSL?" Tanya Togar.

Togar Situmorang mengamini, jika para buruh ini adalah benar karyawan PT SSL maka seharusnya menunjukan surat perjanjian kontrak kerja dengan PT SSL.

"Kalau memang mereka mengaku karyawan swasta PT SSL coba dong tunjukin perjanjian kontrak kerja nya? Ada ga? Tegas Togar.

Togar, bahkan pada kesempatan tersebut juga menjelaskan bahwa sebelumnya ia telah mengirimkan somasi kepada para buruh yang melakukan gugatan tersebut.

"Sebelumnya saya juga sudah mengirimkan somasi kepada para buruh, saya minta klarifikasi mereka terkait tuntutan PKPU yang mereka ajukan di Pengadilan Niaga Surabaya," terang Togar.

Namun, lagi-lagi menurut Togar, hingga saat ini tidak ada tanggapan dari para buruh terkait somasi yang dikirimnya tersebut.

Togar menyakini, ada banyak pihak yang terlibat dalam perkara kepailitan ini. Dan juga ada mafia kepailitan di Pengadilan Niaga Surabaya.

"Saya yakin ada banyak pihak yang terlibat dalam perkara kepailitan ini. saya yakin adanya mafia kepailitan di Pengadilan Niaga Surabaya. Saya mendengar adanya permintaan transfer dana kepada hakim pengawas dalam kasus ini," ujarnya.

Togar Situmorang berjanji  tidak akan segan-segan akan membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya.

"Saya akan bongkar ini semua, saya akan bongkar sampai ke akar akarnya," pungkas Togar Situmorang.

Laporan: Remigius Nahal