Di Balik Kekisruhan Tes CPNS, Tudingan Kecurangan dan Klarifikasi Pemkab Manggarai


RUTENG, marjinnews.com-- Selama dua hari belakangan ini, publik Manggarai dihebohkan oleh peristiwa kericuhan para pelamar CPNS 2018 di daerah ini. Peristiwa itu pun menyisakan catatan kelam dalam sejarah perjalanan kabupaten ini.

Setelah pengumuman lulus verifikasi data pada Minggu (21/10/2018) lalu, 5.783 pelamar dinyatakan lolos tes verifikasi data.

Pada Kamis (1/11), ribuan peserta ini   melaksanakan pengambilan kartu ujian di kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Manggarai.

Ada 4 loket yang disediakan Panitia untuk pengambilan kartu tes ini, yakni tiga loket di GOR Dinas PPO dan 1 loket di kantor BKPP Manggarai untuk menanti panggilan nama dari panitia.

Sesuai pengumuman yang disampaikan oleh BKPP Manggarai, pengambilan kartu ujian diberi waktu selama dua hari, yakni pada hari Kamis(1/11) kemarin dan hari ini Jumat (2/11).

Berdasarkan informasi yang kami himpun, alasan para pelamar CPNS mengamuk di hari pertama saat pembagian kartu ujian peserta CPNS itu karena Pemda Manggarai menerapkan aturan bahwa kartu ujian peserta dicetak oleh Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Sementara, di kabupaten lain, peserta bisa mengantongi akun beserta kata sandinya dan mencetak secara mandiri via online.

Bahkan menurut pelamar, kebijakan pencetakan kartu ujian melalui BKD diduga syarat dengan kepentingan serta berpotensi terjadinya kecurangan. Pasalnya, hanya BKD bisa akses portal.

Para pelamar menduga, kalau BKD yang cetak, maka password peserta harus diberitahu ke pihak BKD sehingga banyak yang curiga adanya kecurangan nanti terkait hasil test.

Dugaan lain ialah, aturan itu sengaja dibuat agar ada pengalokasian khusus anggaran dari khas daerah.

Sementara, sumber lain menyebutkan, aturan itu dibuat agar Pemda bisa mengalokasikan anggaran yang belum terpakai. Pasalnya, laporan penggunaan anggaran akan segera berakhir

Buntut dari itu semua, Peserta kecewa dan mengamuk hingga menyebabkan fasilitas di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) yang menjadi tempat pembagian rusak. Kontak fisik nyaris terjadi meski Wabub Viktor Madur dan pihak kepolisian ada di lokasi.

Untuk diketahui, kuota CPNSD untuk Kabupaten Manggarai hanya 233 kursi. Sementara kandidat yang akan ikut merebut kursi itu  berjumlah 5.783 peserta. Itu artinya yang tidak lulus berjumlah 5.550 orang.

Anggota Dewan Geram

Atas peristiwa itu, dua anggota DPRD Manggarai Yoakim Jehati dan rekannya Marsel Nagus Ahang buka suara.

Yoakim Jehati yang adalah politisi Golkar, menilai pelayanan BKPP Manggarai untuk penerimaan PNSD 2018 paling terburuk dari tahun sebelumnya.

"Kasus ini sebagai bentuk protes dari para peserta yang terhadap sistem birokrasi yang berbelit-belit dan tidak efektif," ujar Yoakim.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Manggarai ini meminta Pemkab Manggarai harus bertanggung jawab atas peristiwa ini.

"Apa pun yang terjadi Pemkab Manggarai harus bertanggung jawab dan berani memberikan evaluasi secara menyeluruh terhadap panitia seleksi CPNSD 2018 tingkat kabupaten Manggarai," ujar Yohakim.

Sekretaris DPD Partai Golkar Manggarai ini mengaku menyesal, dan kecewa terhadap kinerja BKPP Manggarai.

"Saya sangat menyesal dan kecewa terhadap situasi ini, sebagai komisi yang bermitra dengan Badan ini tidak mencerminkan semangat e-govermentnya," ujar Yohakim.

Menurut Yohakim, satu sisi, berkas pendaftaran dan ujian menggunakan sistem Online namun dilain sisi mereka mempersulit peserta dengan menggunakan metode yang manual.

"Semangat e-govermentnya mana? Atau, apa ada maksud lain?" Berang Yohakim.

Terkait hal ini, sebagai DPRD pihaknya akan menanyakan peristiwa ini saat paripurna DPRD hari Senin Depan.

Pada kesempatan tersebut, Yoakim juga mengecam pernyataan Plt. Kepala BKPP Manggarai Anglus Angkat yang dimuat di salah satu media Online lokal hari ini.

"Saya juga mengecam pernyataan Plt. Kepala BKPP Anglus Angkat yang dimuat Floreseditorial hari ini, yang menganggap bahwa pembagian seperti ini untuk menghindari kecurangan peserta. Kecurangan seperti apa yang dia maksudkan? Aneh, ada pejabat daerah yang tidak percaya sama masyarakatnya. Lalu, panitia seleksi dibentuk, untuk apa?" Tutup Yohakim.

Sementara itu, Marsel Nagus Ahang, yang berasal dari PKS senada dengan rekannya yang berasal dari Partai Beringin itu.

Ahang mengatakan, dari segi proses pembagian kartu peserta sudah dianggap eror.

Menurut Politisi PKS ini, pada tahun sebelumnya Pemkab Manggarai dalam penerimaan Testing CPNSD telah membentuk panitia di mana panitia tersebut ada keterwakilan dari LSM, akademisi dan DPRD.

Politisi asal Dapil Ruteng-Lelak ini pun mencurigai bahwa ini sebuah pola permainan dari Pemkab Manggarai.

Sebab, menurut Ahang, di kabupaten lain proses pembuatan kartu peserta ujian ini dibuat sendiri oleh peserta. Namun, di Manggarai sendiri dibuat oleh BKPP.

"Semangat e-govermentnya mana? Atau mungkin ada maksud lain di balik semua ini," ujar Ahang.

Terkait aksi para peserta menurut Ahang, ini sebagai bentuk protes dari para peserta terhadap sistem birokrasi yang berbelit-belit dan tidak efektif.

"Sistem sudah dipermudah dengan Online kenapa BKPP Manggarai mempersulit dengan cara manual. Kasihan dong sama peserta yang sedang hamil, kasihan yang datang dari jauh," imbuhnya.

"Tragedi pembagian kartu CPNSD kemarin di Manggarai sebetulnya salah satu aspek kegagalan pelayanan publik yang paling terburuk sepanjang perjalanan kabupaten ini," pungkas Ahang.

Pemkab Manggarai Buka Suara

Pada hari ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai melalu Sekretaris Daerah langsung menggelar konfrensi Pers terkait dengan kericuhan tersebut.

Dalam konpres tersebut, Sekertaris Daerah Kabupaten Manggarai, Manseltus Mitak, mengaku prihatin atas keributan di tengah-tengah pembagian kartu ujian CPNS yang terjadi pada hari Kamis kemarin (1/11) malam.

Selaku Ketua Panitia Seleksi CPNS, Sekda Mitak mengatakan, keributan dipicu akibat membludaknya peserta CPNS yang datang mengambil kartu ujian di hari pertama.

Kata Mitak, bahwa memang terjadi kekeliruan dalam mekanisme distribusi kartu ujian CPNS di Manggarai, dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami peserta CPNS.

“Panitia menyampaikan permohonan maaf, pertama ; kepada para peserta yang mengalami kekecewaan dan tidak terlayani pada hari pertama pembagian itu terutama kepada ibu-ibu hamil dan menyusui yang juga ada di tengah antrean, kedua; kepada seluruh masyarakat yang mau tidak mau harus terlibat dalam diskusi yang sedikit banyak mengganggu kenyamanan bersama dan permohoanan maaf berikut kami sampaikan kepada pihak-pihak yang turut menjadi pihak yang dirugikan akibat situasi tersebut," kata Mitak.

Sekda Mitak menjelaskan, panitia tidak menduga dan tidak mengantisipasi membludaknya peserta pada hari pertama pembagian kartu peserta tersebut. Pada saat yang sama semua peserta yang telah mengantri sejak pagi berharap agar dapat segera dilayani. Karena belum dapat dilayani hingga malam terutama yang datang dari jauh menjadi kecewa dan mengekspresikan kekecewaan mereka dengan aksi yang kemudian diberitakan di sejumlah media dan menjadi percakapan di media sosial.

Terkait gonjang-ganjing mengapa kartu ujian dicetak panitia sementara di daerah lain pencetakan dilakukan sendiri oleh peserta tes CPNS, Sekertaris Daerah Manseltus Mitak selaku Ketua Panitia Seleksi CPNS menjelaskan, sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar bagi panitia mencetak kartu ujian untuk 5.783 peserta tes CPNS adalah agar panitia bisa memastikan semua pelamar sudah memiliki kartu ujian sehigga proses registrasi dan pemberian PIN peserta menggunakan scanner barcode tidak terhambat karena bisa saja pelamar belum mencetak kartu ujian baik karena lalai maupun karena masalah jaringan internet.

Sekda Mitak juga membeberkan alasan teknis kenapa harus panitia yang mencetak kartu ujian CPNS bukan oleh peserta sendiri meskipun cara ini tergolong gampang tinggal klik di portal sscn. Kata Mitak, apabila cetakan kartu pelamar tidak sempurna maka yang terjadi adalah kartu ujian tidak akan terbaca pada aplikasi pemberian PIN yang berakibat pada peserta tidak diperkenankan mengikuti ujian.

Selain itu panitia menerima keluhan dari beberapa pelamar yang lupa password akun mereka karena pada proses pengisian dilakukan oleh orang lain atau via penjaga warnet.

“Sehingga apabila ada masalah teknis dalam pencetakan kartu ujian maka panitia akan lebih mudah berkomunikasi dengan pihak teknis BKN sebagai pengendali portal SSCN. Singkatnya, kebijakan ini diambil untuk membantu peserta,” imbuh Mitak.

Terkait  tudingan yang menyebut password akun peserta telah dilanggar oleh panitia yang berpotensi pada terjadinya kecurangan yang menyebabkan kerugian di pihak peserta misalnya ada panitia dengan sengaja menggagalkan pelamar tertentu, juga dibantah oleh panitia.

Sekda Mitak menerangkan, pencetakan kartu peserta oleh panitia tidak dilakukan melalui akun pribadi pelamar artinya panitia tidak mengakses kartu tersebut dengan menggunakan password pelamar. Seluruh berkas yang sudah diunggah kata dia tidak dapat di utak-atik lagi baik oleh peserta maupun oleh admin dan user panitia.

Menurut Mitak, panitia mengakses kartu peserta dari nomor registrasi dan NIK peserta. Pintu masuk aksesnya adalah password panitia yang sudah dibagi oleh admin dan bukan password atau emaili peserta. Dengan 2 penjelasan tersebut maka sangat tidak mungkin panitia dapat melakukan kecurangan yang merugikan peserta, dan kewenangan admin dan user hanya sampai pada tahap pencetakan kartu.

Apakah proses pencetakan oleh panitia seleksi ini dilakukan agar panitia mendapat honor tambahan?

Sekda Manseltus Mitak membantah keras tuduhan tersebut. Ia menjelaskan, honor panitia tidak diatur berdasarkan item-item kegiatan. Panitia menurutnya mendapat honor Orang Kegiatan (OK) artinya dengan atau tidak dengan kebijakan pencetakan kartu peserta oleh panitia lain jumlah unsur yang diperoleh panitia tetap sama.

“Soal honor saya kira clear ya, panitia yang terdiri dari unsur Muspida LSM tes PLN Telkom perangkat daerah terkait di Kabupaten Manggarai bekerja berlandaskan SK Panitia serta petunjuk teknis penerimaan CPNS dari Kemenpan dan BKN,” pungkasnya.

Pada kesempatana itu, Plt Kepala BKPP Kabupaten Manggarai Anggalus Angkat dalam jumpa pers menambahkan, soal pencetakan kartu ujian CPNS baik itu dicetak oleh panitia maupun oleh peserta sendiri sama-sama menimbulkan antrean.

Lebih lanjut Anggalus mengatakan, pencetakan kartu ujian oleh panitia selain demi membantu peserta juga bisa mengantisipasi kecurangan.  (*)


Editor: Remigius Nahal

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,110,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,145,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,538,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,200,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1032,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,45,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Di Balik Kekisruhan Tes CPNS, Tudingan Kecurangan dan Klarifikasi Pemkab Manggarai
Di Balik Kekisruhan Tes CPNS, Tudingan Kecurangan dan Klarifikasi Pemkab Manggarai
https://1.bp.blogspot.com/-HjcT81lcOfQ/W93KcBggSvI/AAAAAAAADe0/sKEfFiWL9noEygd5u3NqRsK8f6QbAqyIgCLcBGAs/s320/20181104_001759.png
https://1.bp.blogspot.com/-HjcT81lcOfQ/W93KcBggSvI/AAAAAAAADe0/sKEfFiWL9noEygd5u3NqRsK8f6QbAqyIgCLcBGAs/s72-c/20181104_001759.png
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/11/di-balik-kekisruhan-tes-cpns-tudingan-kecurangan-dan-klarifikasi-pemkab-manggarai.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/11/di-balik-kekisruhan-tes-cpns-tudingan-kecurangan-dan-klarifikasi-pemkab-manggarai.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy