Belajar Dari Reza Levinus Nangin, Pecandu Narkoba yang Bangkit dari Keterpurukan
Cari Berita

Belajar Dari Reza Levinus Nangin, Pecandu Narkoba yang Bangkit dari Keterpurukan

12 November 2018

Foto: DetikHealth
INSPIRASI, marjinnews.com - Siapa yang tidak mengenal Reza Levinus Nangin? Yah, dia adalah  seorang aktor yang menjadi terkenal sejak membintangi film karya Hanung Bramantyo, Cinta Tapi Beda. Dalam film itu Reza yang non Muslim dituntut untuk berperan menjadi seorang pemuda Jawa Muslim yang taat. Dia berhasil memerankan dengan baik.

Selain menjadi aktor Reza juga sudah menggeluti dunia musik sejak SMA, bertahun-membangun kariernya di musik akhirnya pria kelahiran Jakarta, 23 Maret 1983 ini bersama beberapa temannya membentuk sebuah Band bernama Lumier dibawah produksi label Synergi Music pada tahun 2008.

Sejak SMA, Reza sudah merasakan yang namanya narkoba. Berasal dari keluarga yang broken home, membuatnya mencari kebahagiaan di luar. "Pokoknya semuanya pernah dicobain, kayak udah berenang ya di situ," ujar Reza dalam sebuah wawancara dengan sebuah media online di tahun 2012.

Pertobatannya dimulai tahun 2003 saat dirinya berumur 20 tahun setelah mendengar khutbah seorang pendeta India di sebuah gereja di Singapura. Kala itu lelaki berdarah Manado ini diajak om dan tantenya jalan-jalan ke Singapura setelah dirinya memutuskan keluar dari kuliahnya. dari situlah ia kemudian memutuskan untuk berubah.

Jalan ini pula yang menyebabkan Reza mendapatkan tawaran bermain film dari Sutradara Hanung Bramantyo. Bermula dari sebuah film pendek mengenai detik detik kematian Yesus (The Last One Hour) yang dibuat oleh teman-teman dari Cameo Project yang akhirnya diperlihatkan kepada Hanung. Hanung terkesan dengan film tersebut dan kemudian mengajak Reza untuk ikut terlibat dalam film garapannya (Cinta Tapi Beda).


Bagaimana seorang Reza Nangin bisa bangkit dari keterpurukan?
Melihat kesuksesan Reza Nangin sebagai aktor dan video blogger sekarang, rasanya tak terbayang masa lalunya yang terbilang kelam. Pernah kecanduan narkoba, sempat depresi dan bahkan nyaris bunuh diri.

Masa lalu Reza yang kelam berawal dari keretakan rumah tangga kedua orang tua di masa kecil. Keterpurukan yang bertubi-tubi membuatnya berkenalan dengan rokok sejak kelas 6 SD, sebelum berlanjut jadi pemakai narkoba.

"Awalnya gue ngerokok tuh diem-diem, eh lama-lama dibolehin nyokap," tutur Reza, dalam acara Duta Anti Narkoba Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Serpong, Tangerang, Rabu (7/11/2018) lalu.

Berawal dari rokok, Reza lalu coba-coba minum alkohol. Lama-lama, ia memakai sabu dan obat-obat stimulan seperti ekstasi. Namun semuanya itu tak membuat Reza menemukan ketenangan, sebaliknya ia jadi merasa hidupnya semakin tak terarah.

"Nah posisinya di situ gue mau ambil minum, gue berdiri, terus buka pintu, eh gue nggak sadar aja gitu tiba-tiba pandangan gue gelap dan gue kegeletak di lantai sampai tengah malam," tambahnya.

Di masa-masa sulit itu, Reza sempat mengalami depresi. Ia bahkan sempat terpikir untuk mengakhiri hidupnya, yang saat itu terasa seperti tidak punya tujuan.

"Di satu sisi gua juga depresi dan ingin bunuh diri, tapi kasihan sama adek gue karena dia perempuan dan kita cuman berdua aja," pungkas Reza seperti dilansir detikHealth.

Tahun 2003 menjadi titik balik yang mengubah kehidupan Reza. Suatu hari ia pergi ke gereja, lalu bertemu seorang pendeta yang menguatkan dirinya. Perasaan dihargai dan dicintai membuatnya bangkit dan mendapatkan lagi motivasi untuk memperbaiki hidup.

Nggak mudah tentunya. Berkali-kali ia jadi tergoda untuk kembali menggunakan narkoba, bahkan menjadi incaran aparat karena saking dekatnya ia dengan beberapa bandar narkoba. Namun keinginan kuatnya untuk menjadi seseorang yang lebih baik, mengatasi itu semua.

Reza kini menjalani aktivitasnya sebagai content creator, aktor, juga video blogger. Menjalani hidup dengan penuh syukur, Reza mengajak siapapun untuk selalu memberikan dukungan pada orang lain yang ingin berubah menjadi lebih baik.

"Penting banget untuk nggak nge-judge dan butuh kesabaran aja dari diri kita untuk menghadapi orang yang jadi pemakai," pesan Reza. *)

*Dirangkum dari berbagai sumber