Beda Fakta Kronologi Kasus Penembakan Anggota PMKRI Oleh Oknum Polisi di Marauke
Cari Berita

Beda Fakta Kronologi Kasus Penembakan Anggota PMKRI Oleh Oknum Polisi di Marauke

25 November 2018

Foto: Facebook/Simon Kimnok
MARAUKE, marjinnews.com - Kabar kasus penembakan terhadap warga sipil di Marauke pada Sabtu (24/11/2018) malam memunculkan fakta baru yang disampaikan oleh Polres Marauke seperti postingan facebook atas nama Simon Kimnok pada Minggu (25/11/2018) siang. Dalam postingan tersebut dijelaskan bahwa kejadian yang terjadi di Jalan Maluku kompleks belakang RSUD Marauke itu bermula dari kabar hoax soal tindak kriminal penculikan anak yang berujung pada penyerangan mobil dinas Polres Marauke.

Adapun kronologis kejadian versi Polres Marauke yang telah dibagikan oleh sekitar 36 orang itu waktu dipantau marjinnews.com adalah sebagai berikut: Pada hari Sabtu tanggal 24 November 2018, sekitar Pukul 18.00 WIT menurut keterangan Ketua RT 01/01 Kelurahan Karang Indah Emanuel Jebo, bahwa pada saat itu telah datang di kompleks belakang rumah sakit seorang yang tidak dikenal menggunakan sepeda motor yang diketahui membawa kampak. Melihat hal tersebut muncul reaksi masyarakat yang berada di sekitar belakang rumah sakit langsung menyerang orang tersebut, yang menganggap bahwa orang tersebut merupakan pelaku penculikan anak, dan orang tersebut berhasil melarikan diri.

Mendengar kejadian tersebut Kabag OPS Polres Merauke Akbp Leonardo Yoga bersama anggota Polres Merauke sebanyak 8 (delapan) orang, mendatangi TKP di belakang rumah sakit. Setibanya di TKP Kabag OPS langsung menemui warga guna menanyakan permasalahan penyerangan tersebut.

Pada saat Kabag OPS melakukan dialog dengan warga, tiba - tiba datang massa yang terpengaruh minuman keras membawa alat tajam melakukan provokasi terhadap masyarakat lainya dengan mengatakan: "Kamu Polisi sudah kerja sama dengan penculik tadi". Lalu menyuruh petugas kepolisian untuk mundur (kembali), menyikapi situasi tersebut Kabag OPS berusaha untuk menenangkan massa dan mundur, akan tetapi massa sudah tidak bisa dikendalikan kemudian menyerang petugas dan kendaraan dinas Kabag OPS Polres Merauke secara brutal, yang mengakibatkan mobil rusak dan luka luka pada anggota polres merauke.

Kemudian Kabag OPS Polres Merauke meminta bantuan ke Polres dan beberapa saat kemudian anggota Polres Merauke tiba di TKP, melihat anggota polres merauke sudah banyak datang ke TKP massa mulai mundur sambil melakukan kertafel ke arah anggota.

Dari kejadian itu 5 Anggota polres Merauke menjadi korban kekerasan masyarakat. Korban yang dimaksud atas nama: Bripda Anshar Rumadan yang mengalami luka lecet di bagian lengan kanan. Kabag OPS AKP Leonardo Yoga mengalami luka lecet di bagian Pipi Kanan. BRIPDA Toni Givaru mengalami luka di bagian kepala akibat lemparan batu. BRIPDA Matias Oktovianus Mbeda mengalami luka lebam di bagian punggung kanan. BRIPDA Reform E.R. Wirayaan luka pada bagian belakang.

Sedangkan masyarakat yang diamankan di Polres Merauke sebanyak 27 (duapuluh tujuh) untuk di identifikasi dan dimintia keterangan Sat reskrim Polres Merauke.

Dalam keterangan tersebut dilaporkan hanya dua korban dari pihak masyarakat yang terluka atas nama Melkior Jebo (20) asal Mappi dan Badebasius (20) mahasiswa STAK asal Mappi. Melkior dilaporkan hanya mengalami luka gores pada bagian perut sementara Badebasius mengalami luka di bagian kepala. 

Hal ini berbeda dengan keterangan yang diterima marjinnews.com pada Minggu (25/11/2018) pagi dimana korban ada tiga orang atas nama Bonivasius Buyopu Sirmi yang mengalami pendarahan di bagian kepala setelah dipukul 5 kali dengan menggunakan Popor Senjata aparat dan mendapat dua pukulan di tubuh bagian belakang. 

Selain Bonivasius, Anselmus Erro juga dipukul sebanyak 3 kali di bagian kepala dan dua kali di bagian belakang. Adapun Melkior Jebo, di pukul di bagian belakang kepala dan juga ditembak dari belakang sehingga peluru menembusi tubuhnya sebelah kiri, korban saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Merauke dan harus menjalani operasi karena peluru masih bersarang di tubuh korban.

Kondisi terkini Melkior Jebo dinyatakan masih dirawat di ruang ICU RSUD Marauke. Menurut keterangan keluarga korban melalu Sekretaris Jenderal PMKRI Cabang Marauke, Joseph Epifanus bahwa akibat dari penembakan itu membuat korban mengalami kebocoran pada organ vital seperti limpa, paru-paru dan lambung.

"Korban masih dirawat di ruang ICU. Informasi yang kami dapat dari keluarga korban bahwa Melkior mengalami kerusakan serius di beberapa organ vital dalam tubuhnya seperti kebocoran limpa, paru-paru dan lambung" ujar Joseph kepada marjinnews.com via WhatsApp.

Adapun PMKRI Cabang Marauke diinformasikan akan melakukan jumpa pers pada Senin (26/11/2018) dengan menggandeng LBH dan SKP Keuskupan Agung Marauke untuk mengusut kasus ini. (AA/MN)