Batalkan Pernikahan Secara Sepihak, Pria ini Dilaporkan Ke Pengadilan
Cari Berita

Batalkan Pernikahan Secara Sepihak, Pria ini Dilaporkan Ke Pengadilan

27 November 2018

Foto: Ilustrasi
MALUKU, marjinnews.com - Pernikahan merupakan sebuah keputusan yang tidak terjadi begitu saja tetapi atas dasar pertimbangan yang cukup matang antara dua orang yang saling mencintai untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Bagi sebagian orang, pernikahan merupakan sesuatu yang istimewa dan menjadi momen paling penting serta berbahagia untuk dikenang karena hanya terjadi sekali seumur hidup.

Namun, apa yang dialami oleh kedua pasangan ini sungguh di luar dugaan. Abubakar Loku (28), seorang calon mempelai laki-laki di Desa Tolonou, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara terpaksa dilaporkan pihak keluarga mempelai wanita, Sulfat Lidawa (27) ke Pengadilan Negeri Tobelo karena membatalkan pernikahan dengan calon istrinya secara sepihak.

Kisah tragis pada momen spesial ini bermula ketika waktu ijab kabul yang direncanakan pada Sabtu (17/11/2018), pihak mempelai wanita sudah menunggu dari pukul 09.00 WIT sampai dengan pukul 13.00 WIT. Namun, mempelai laki-laki tak kunjung datang dan kabarnya melarikan diri. 

Kuasa hukum pihak keluarga mempelai perempuan, Muhjir Nabiu membenarkan bahwa Abubakar telah dilaporkan ke pihak terkait atas perbuatannya. 

“Sudah kami laporkan kasus itu di Pengadilan Negeri Tobelo dengan Nomor Perkara: 93/PDT/2018/PN/TOB. Untuk jadwal sidangnya itu telah ditetapkan akan dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2018 mendatang” kata Muhjir Nabiu pada Selasa (27/11/2018).

“Jadwal sidang pun sudah ditetapkan yaitu tanggal 5 Desember 2018 nanti,” katanya lagi.

Muhjir mengaku, kasus yang ditanganinya ini merupakan kasus yang langka dan bisa dibilang baru pertama kali terjadi di Maluku Utara. Menurutnya, apa yang dilakukan mempelai pria ini merupakan perbuatan melawan hukum (PMH) sehingga tidak bisa dibiarkan begitu saja.

“Saya pastikan kasus ini akan terus kami dampingi, karena kasus ini secara tidak langsung selain melawan hukum juga telah mencederai adat istiadat," ujarnya.

Hal yang sama disampaikan kuasa hukum lainnya yaitu Jurait Lidawa, SH yang tidak lain adalah saudara kandung mempelai wanita. Menurutnya, apa yang dilakukan tergugat Abubakar Loku telah mencederai hubungan silaturahmi keluarga karena melakukan pembatalan pernikahan secara sepihak pada saat ijab kabul.

”Tentunya ini melanggar hukum positif dan hukum adat sesuai hukum perjanjian perdata, oleh karena itu kami sudah memasukan gugatan dan seluruh dokumen dengan melampirkan bukti-bukti atas perbuatan tak terpuji tersebut dengan mematok denda sebesar Rp 15 miliar,“ ujarnya seperti dilansir tribunnews.com.

“Tindakan ini sangat memalukan, sebab di tengah keramaian, mereka tidak hadir. Ini jelas perbuatan melawan hukum, apalagi alasannya” kata Jurait lagi.

Jurait menilai, alasan pihak mempelai lelaki tidak masuk akal. Mempelai laki-laki ingin memajukan jadwal pernikahan dari hari Sabtu pukul 09.00 WIT menjadi hari Jumat pukul 21.00 WIT. Selain itu, pihak keluarga pria meminta setelah pernikahan langsung dibawa ke rumah mempelai pria.

“Yang namanya pernikahan digelar dengan adat, maka usai pernikahan ada upacara adat. Ini hanya persoalan teknis memajukan jadwal pernikahan. Mereka lari dari pernikahan, ini melanggar hukum positif dan hukum adat,” ujarnya. (EC/MN)