Anggota PMKRI Marauke Ditembak Oknum Polisi, Peluru Masih Bersarang dalam Tubuh
Cari Berita

Anggota PMKRI Marauke Ditembak Oknum Polisi, Peluru Masih Bersarang dalam Tubuh

25 November 2018

Foto: marjinnews.com
MARAUKE, marjinnews.com - Sebuah peristiwa penganiayaan diduga dilakukan oleh oknum anggota Polres Marauke terhadap tiga orang warga pada Sabtu, 24 November 2018 kemarin malam. Peristiwa penganiayaan bermula dari ketika warga kompleks area belakang RSUD Marauke itu dihebohkan dengan isu yang berkembang beberapa waktu belakangan di wilayah tersebut soal maraknya aksi penculikan anak untuk diambil ginjal dan organ vital lainnya untuk dijual. Emosi mereka tersulut ketika melihat orang bukan warga kompleks (tak dikenal .red) berada di kompleks tersebut pada Sabtu malam.

Menurut informasi yang diterima marjinnews.com, warga Jalan Sulawesi RT 01 RW 01 sempat beramai-ramai mengejar orang tak dikenal tersebut hingga arah Sumur Bor sekitar RSUD Marauke namun tidak berhasil. Pada pengejaran kedua yang dilakukan pasca mereka mendengar teriakan seorang ibu atas dugaan adanya orang tak dikenal lain di wilayah itu pada malam yang sama juga tidak membuahkan hasil. Orang tak dikenal tersebut berhasil melarikan diri.

Tepat sebelum Pukul 19.00 WIT, warga Kelurahan Karang Indah, Distrik Marauke itu pun bersepakat untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Beberapa saat kemudian, beberapa oknum polisi datang menggunakan mobil dan menyuruh warga untuk kembali ke rumah. Warga yang tengah melakukan hal serupa (kembali ke rumah .red) pun menjawab arahan tersebut seadanya dan meminta oknum polisi tersebut untuk pulang.

Pada saat itulah, konflik mulai tersulut. Bermula dari adu mulut sampai kemudian kedua belah pihak adu fisik. Konflik tidak bisa dihindarkan. Mereka saling menyerang menyebabkan satu orang terkena tembakan aparat dan dua orang lainnya mendapat pukulan menggunakan Popor Senjata.

Korban dalam peristiwa tersebut adalah Bonivasius Buyopu Sirmi yang mengalami pendarahan di bagian kepala setelah dibukul 5 kali dengan menggunakan Popor Senjata aparat dan mendapat dua pukulan di tubuh bagian belakang. Selain Bonivasius, Anselmus Erro juga dipukul sebanyak 3 kali di bagian kepala dan dua kali di bagian belakang. 

Adapun Melkior Jebo, di pukul di bagian belakang kepala dan juga ditembak dari belakang sehingga peluru menembusi tubuhnya sebelah kiri, korban saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Merauke dan harus menjalani operasi karena peluru masih bersarang di tubuh korban.

Menurut keterangan yang diterima marjinnews.com, Bonivasius dan Melkior adalah anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Marauke yang turut dalam aksi pengejaran orang tak dikenal di wilayah tersebut bersama warga setempat.

"Betul bahwa dua dari tiga korban itu merupakan kader PMKRI Cabang Marauke. Saya datang ke UGD RSUD Marauke ini setelah mendengar dari teman-teman perhimpunan ada anggota kami dipukul dan ditembak oknum polisi pada Sabtu malam" ujar Joseph Epifanus, salah satu anggota PMKRI Marauke kepada marjinnews.com pada Minggu (25/11/2018) melalui pesan singkat.

Sekjen PMKRI Cabang Marauke itu juga menekankan sangat mengutuk aksi tidak manusiawi tersebut. Menurutnya, siapapun pelakukanya harus dihukum sesuai UU yang berlaku.

"Kami dari PMKRI Cabang Marauke sangat mengecam tindakan tidak manusiawi ini. Bukan hanya karena ada anggota kami yang menjadi korban tetapi ini soal bagaimana tupoksi polisi untuk mengayomi dan melayani masyarakat. Lebih penting dari pada itu adalah bagaimana manusia dihargai sebagaimana layaknya seorang manusia" ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, baik masyarakat maupun PMKRI sendiri masih mengurusi rekan-rekan mereka yang masih dirawat di RSUD Marauke. Adapun pihak kepolisian setempat masih coba dihubungi marjinnews.com namun belum mendapat jawaban. (AA/MN)