Aduh!! SPBU Mena Ruteng Lakukan Kecurangan Terhadap Pembeli BBM
Cari Berita

Aduh!! SPBU Mena Ruteng Lakukan Kecurangan Terhadap Pembeli BBM

MARJIN NEWS
29 November 2018

Foto: Ilustrasi
RUTENG, marjinnews.com - Praktik kecurangan kerap dilakukan oleh petugas nozzle di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Buktinya, di SPBU  54.865.09 Mena, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT pwtugas di Stasiun pengisian BBM ini kerap mencurangi pembeli. 

Beberapa korban menuturkan kerap membayar lebih dari total harga BBM yang diisi ke tangki kendaraannya.

"Saya beberapa kali minta isi BBM penuh tangki tapi petugas isi sampai tumpah dari tanki supaya kita bayar lebih. Lalu harganya dibulatkan ke atas. Misalnya Rp 19.100 dibulatkan menjadi Rp 20.000," ujar seorang tukang ojek, Rabu (28/11).

"Saya juga mengalami hal yang sama. Bahkan berulang-ulang. Hampir setiap kali saya isi BBM," ujar salah seorang warga Kecamatan Langke Rembong, Ardy.

"Meskipun hanya ambil Rp 500 atau Rp 1.000-2.000 untuk setiap kali pengisian, itu kan jadinya banyak. Kalikan saja dengan ratusan kendaraan yang antre per hari," lanjutnya.

Dilansir mediaindonesia.com, untuk membuktikan itu media ini memperhatikan perilaku petugas ketika mengisi BBM pada SPBU tersebut, Kamis (29/11) pagi.

Saat itu, petugas diminta untuk mengisi BBM jenis pertalite hingga tangki sepeda motor penuh. Tak lama mengisi, BBM pun penuh dan layar pada mesin pengisian menunjukkan angka Rp13.000 lebih.

Petugas yang diminta menghentikan pengisian, terus saja mengisi hingga BBM tumpah.

"Isi sampe lima belas ribu saja," ujar petugas sembari menoleh untuk melihat angka pada layar mesin.

BBM terus mengalir dan tumpah keluar tangki. Petugas berseragam merah yang tak terlihat tulisan namanya itu lalu ditegur untuk menghentikan pengisian.

"Kau minta isi penuh tangki to. Makanya saya isi sampai penuh. Kecuali kalau kau bilang isi hanya Rp 13.000," tukasnya kasar tanpa merasa bersalah.

Ia pun terus marah ketika ditanya apakah isi penuh tangki sama dengan mengisi hingga tumpah, lalu memaksa pembeli membayar BBM yang tumpah akibat kesengajaan petugas.

Ia baru menghentikan pengisian saat angka di layar mesin mencapai Rp 14.200. Dengan wajah sinis, ia menerima uang pembayaran senilai Rp 50.000 lalu hanya mengembalikan Rp 35.000.

Sementara itu, Pengawas SPBU yang dihubungi melalui selulernya hanya menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan pembeli. Ia tak menyebutkan sanksi atas kecurangan yang berulang kali dilakukan anak buahnya itu.

"Ok baik Pak. Sebentar saya cek. Mohon maaf untuk kelalaian operator kami," ujar pengawas SPBU, Petrus Alkantar.

Sumber: MI
Editor: R. Nahal