Tersangka Widastri Melawan dengan Praperadilan, Togar Situmorang: Kalau Merasa Benar Buktikan Saja di Pengadilan

Togar Situmorang  SH., MH., MAP. (Foto: MarjinNews)

Denpasar, Marjinnews.com -- Notaris Wayan Widastri sudah menjadi tersangka karena diduga membuat akta palsu atas kepemilikan lahan di Pecatu, Balangan, Kuta Selatan Badung.

Kasus ini juga ikut menyeret kepala Pengampon Pura Plaba yaitu Anak Agung Ngurah Agung.

Keduanya ikut terlibat dalam hal sewa menyewa lahan pura  pelaba Uluwatu dan mengikat perjanjian selama 50 tahun dengan akta palsu.

Setelah ditetapkan tersangka oleh Kepolisian, nampaknya Wayan Widiastri melakukan perlawanan dengan mengajukan Praperadilan di Pengadilan Denpasar. Sidang Praperadilan itu akan digelar pada Selasa (9/10) mendatang.

Merespons Praperadilan yang dilakukam oleh Notaris Wayan Widastri ini, kuasa hukum dari pemilik sah lahan tersebut yakni Togar Situmorang SH., MH., MAP mengatakan, Praperadilan yang dilakukan oleh Notaris Wayan Widastri hanyalah mengulur-ulur waktu saja.

Menurut Togar Situmorang, kalau memang dia (Wayan Widastri-red) benar menjadi pemilik sah lahan tersebut tinggal dibuktikan di Pengadilan.

"Mari kita buktikan di Pengadilan secara transparan. Jangan malah memperhambat ini," ujar Togar.

Togar juga tidak merasa keberatan terkait dengan pengajuan peraperadilan yang ditempuh oleh Notaris Wayan Widastri. Sebab kata Togar, itu semua sudah diatur dalam Undang-Undang.

Namun, menurut pemilik julukan Panglima hukum ini, Praperadilan boleh saja dilakukan oleh Wayan Widastri, tetapi pihak mereka sudah memiliki bukti yang kuat.

"Boleh mengajukan Praperadilan itu haknya dia (Wayan Widastri-red). Tapi kita kan punya bukti, bahwa dia punya keterangan itu palsu. Buktinya gugatan perdatanya ditolak oleh pengadilan," tegas Togar Sitomorang.

Togar Situmorang menjelaskan, Notaris Widastri dilaporkan ke Polisi dengan Nomor Polisi LPD/68/1/2018 tetanggal 17 Januari 2018.

"Notaris Widastri telah kami laporkan di Polresta Denpasar yaitu dengan nomor laporan ialah LPD/68/1/2018 tanggal 17 Januari 2018 lalu, Pelapornya atas nama Wayan Wakil klien saya. Dimana laporan tersebut tentang kaitannya dengan akta 02 dan akta 03 diduga isinya adalah Palsu," terang Togar Situmorang.

Lanjut Togar Situmorang, sehingga pada tanggal 21 September 2018, Notaris Wayan Widastri ditetapkan menjadi tersangka bersama ketua Pengempon Pura Ulu Watu atas nama Anak Agung Ngurah Agung oleh Polisi.

"Hasil dari penetapan tersangka ini, pada Senin kemarin keduanya telah dipanggil pihak kepolisian. Dimana salah satu saksi yang dihadirkan oleh tergugat Wayan Widasti yaitu Anak Agung Ngurah Agung dalam isi kesaksiannya itu ia menyebut tanah tersebut masih dalam keadaan sengketa," papar Togar Situmorang.

Atas dasar itu, Togar Situmorang menilai katanya, "dimana logikanya, tanah sewa menyewa seperti dalam keterangan saksi Anak Agung Ngurah Agung itu boleh dibuatkan akta oleh Wayan Widastri pada tahun 2007 di notaris Wayan Adnyana sementara putusan PK dari Mahkamah Agung baru keluar pada tanggal 26/11/2014. Inilah dasarnya klien saya Bapak Wayan Wakil melaporkan Notaris Widastri ke penegak hukum," papar Togar Situmorang.

Pada kesempatan tersebut, Togar Situmorang juga meminta kepada mejelis Hakim agar bersikap objektif dalam memutuskan Praperadilan yang dilakukan oleh Widastri. karena menurut Togar, pihaknya memilik bukti-bukti kuat atas kepemilikan lahan tersebut.

"Kami minta hakim nanti, dalam putusannya tolong harus objektif," pinta Togar.

Sebelumnya, kuasa hukum Wayan Wakil, Togar Situmorang SH., MH., MAP menjelaskan, dalam akta perjanjian tersebut Ni Wayan Widastri mengaku sebagai pegawai swasta. Padahal, kata Togar, di tahun tersebut Ni Wayan Widastri telah mengantongi izin sebagai pejabat notaris.

“Ini saja sudah ada pembohongan publik. Belum lagi transaksinya, belum lagi nilai uangnya,” ungkap pengacara kondang yang dijuluki “panglima hukum’ tersebut saat ditemui di Denpasar, Senin 23 September 2018.

Ia menilai uang yang diserahkan kepada AA Ngurah Agung semestinya ada proses clean and clear. Artinya, transaksi yang sah di mata undang-undang. Salah satu buktinya yaitu adanya sertifikat hak milik asli yang harus dihadirkan pada saat transaksi sewa menyewa tanah tersebut.

Padahal, sertifikat tersebut tidak dihadirkan di notaris I Wayan Adnyana saat proses penyusunan akta. “Kenapa dibuatkan aktanya yang diberi judul sewa menyewa dan kenapa bisa dilakukan transaksi. Padahal, sertifikat masih jadi obyek perkara di tempat yang lain. Pemilik lahan tersebut yakni I Wayan Wakil tidak pernah diberitahu adanya transaksi sewa menyewa di atas lahannya, sehingga timbul pertanyaan itu,” terang Togar.

Lantaran bukti yang kuat dengan dasar yang bisa dipertanggungjawabkan di muka hukum, maka Wayan Wakil didampingi Togar Situmorang melaporkan keduanya yakni, AA Ngurah Agung dan Ni Wayan Widastri ke Polresta Denpasar.

Proses hukum yang berlangsung mulai Januari hinga 21 September itu pihak penyidik Polresta Denpasar menyimpulkan hasil gelar perkara dengan menetapkan keduanya yakni, AA Ngurah Agung dan Notaris Ni Wayan Widastri ditetapkan sebagai tersangka. “Akan dilakukan pemeriksaan keduanya pada minggu depan,” terang Togar.

Seperti diketahui, lahan yang disengketakan seluas 3,8 hektar berlokasi di Banjar Cengkiling, Balangan, Pecatu. Selama berpuluh-puluh tahun I Wayan Wakil telah berdiam di lokasi tersebut.

Dalam kasus perdata yang dilayangkan oleh para tersangka ke PN Denpasar, dimenangkan dimenangkan oleh I Wayan Wakil sebagai pemilik tanah. Sedangkan untuk kasus pidana yang dilaporkan di Polresta Denpasar tertanggal 21 September 2018 telah terbit surat penetapan tersangka Notaris I Wayan Widastri dan AA Ngurah Agung.

Berbagai modus kerap dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk mengambil manfaat dari lahan yang dimiliki I Wayan Wakil. Termasuk, seorang bos besar berinisial AM pemilik sebuah perusahaan ternama di Indonesia yang telah melakukan transaksi dengan Wayan Wakil.

“Padahal, sampai detik ini Pak Wayan Wakil tidak pernah bertransaksi dengan seseorang yang bernama AM tersebut. Ini yang menimbulkan pertanyaan di benak kita,” ujar Togar.

Apa yang diungkapkan Togar bukan tanpa sebab. Pasalnya, apa yang dilakukan oknum-oknum ini jelas telah melanggar hak hukum dan faktanya, lahan tersebut masih dimiliki oleh I Wayan Wakil.

“Kami ke depannya juga akan mempertanyakan dan peranan orang-orang ataupun notaris yang menyatakan seolah-olah transaksi ini sah. Mereka pun akan kami perkarakan, pasti itu,” ancam Togar dengan mimik serius.

Togar akan melihat waktu yang tepat untuk memperkarakan orang atau notaris lain yang terlibat setelah AA Ngurah Agung dan Notaris Ni Wayan Widastri dipenjarakan.

“Kita segera kirimkan somasi pada mereka (notaris lain,) menyangkut keterangan palsu pada akta otentik yang mereka buat. Notaris yang kita laporkan ada yang dari Bali, juga ada yang dari Surabaya. Kan banyak itu notarisnya AM. Kita tunggu saja,” pungkasnya.

Laporan: Remigius Nahal

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,163,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,180,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,567,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,36,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,277,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,117,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,61,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,288,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,250,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,414,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1123,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,36,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,64,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Tersangka Widastri Melawan dengan Praperadilan, Togar Situmorang: Kalau Merasa Benar Buktikan Saja di Pengadilan
Tersangka Widastri Melawan dengan Praperadilan, Togar Situmorang: Kalau Merasa Benar Buktikan Saja di Pengadilan
https://4.bp.blogspot.com/-HsMb9qjo0nU/W7nW7BRWcPI/AAAAAAAAC-4/TaXsvcFLtgkqSUCKxbCtXULz7QpVQEUBwCLcBGAs/s320/20181007_175019.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-HsMb9qjo0nU/W7nW7BRWcPI/AAAAAAAAC-4/TaXsvcFLtgkqSUCKxbCtXULz7QpVQEUBwCLcBGAs/s72-c/20181007_175019.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/10/tersangka-widastri-melawan-dengan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/10/tersangka-widastri-melawan-dengan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close