Sikapi Carut Marut Pembangunan Pariwisata, Mahasiswa Mabar di Bali Menggelar Diskusi dengan Tokoh Pariwisata Mabar

Foto: MarjinNews

Denpasar, Marjinnews.com -- Puluhan Mahasiswa asal Manggarai Barat yang sedang mengenyam pendidikan di Pulau Dewata, Bali menggelar diskusi bertajuk responsif terkait jejak pembangunan di Manggarai Barat lebih khusus kepariwisataan yang saat ini tengah menggeliat.


Diskusi tersebut berlangsung di Kafe Dini, jalan Akasia, Tanjung Bungkak, Denpasar Timur pada Minggu (21/10) malam.


Para mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap kampung halamannya tersebut menggelar diskusi itu bersama tokoh Parawisata Mabar, Stanislaus Tan yang sudah cukup senior bergelut di dunia pariwisata Manggarai Barat.
Dalam Diskusi tersebut, dihadapan para Mahasiswa asal Mabar tersebut, Stanislaus Tan memaparkan beberapa problem yang tengah terjadi di Manggarai Barat.

Ia memaparkan, pariwisata di Mabar bukanlah leading sektor. Sebab kata Stanislaus, jika pariwisata dianggap sebagai sektor unggulan itu artinya pariwisata itu bisa menopang sektor lain diantaranya pertanian, dan sejumlah sektor lainnya.

Ia mencontohkan, dalam hal kebutuhan akan sayur-sayuran, Manggarai Barat masih disuplay dari luar yaitu dari propinsi tetangga NTB. Kebutuhan akan Ikan Salmon, masih didatangkan dari Italia.

Stanislaus menambahkan, masalah lain yang tengah terjadi di Mabar ialah belum tegasnya regulasi mengenai tata kelola sampah.

"Masalah sampah di Mabar juga masih menjadi momok yang belum juga bisa diatasi. Masa, masyarakat diberi pilihan dikelola sendiri atau dibuang oleh petugas. Bagaimana bisa begitu. Seharusnya pemerintah tegas dalam hal ini," ujar Stanislaus.

Pada kesempatan tersebut Stanislaus Tan juga mendiskusikan terkait masalah yang sedang terjadi di Manggarai Barat saat ini yakni
Polemik ASDP yang akan mendatangkan fery angkutan wisata di Labuan Bajo,

Menurut Stanislaus, bukan soal murah atau mahal, bukan juga soal bicara persaingan usaha, tapi ini masalah prinsip, pemerintah yang merupakan fasilitator dan regulator malah hadir sebagai kompetitor ditengah masih amburadulnya regulasi.

Kapal Ferry untuk angkutan wisatawan tersebut yang diadakan oleh pemerintah itu bisa dianggap sebagai kompetitor baru terhadap masyarakat kecil ditengah kondisi usahaa milik mereka masih kondisi yang tidak baik.

"Adanya kapal Ferry ini dianggap menjadi pesaing baru bagi masyarakat. Pemerintah seharusnya pembuat regulator. Bukan kompetitor. Sebab masih banyak kapal-kapal milik masyarakat lainnya yang mengaku masih sepi," ujar stanislaus.

Semakin aneh lagi menurut Stanislaus, bahwa pengadaan kapal ferry itu
memposisikan rakyat kecil sebagai target pasar yang membeli paket wisata.

"Seharusnya masyarakat lokal harus diperdayakan, bukan justru menggiring masyarakat lokal sebagai pembeli paket wisata. Kenapa dibuat terbalik. Biaya TDF, Biaya Saill Komodo mahal-mahal dengan dalih promosi pariwisata, kok ujung-ujungnya hanya bermimpi menggaet masyarakat lokal jadi wisatawan," papar Stanislaus.

Menurut Stanislaus, sangat tidak masuk akal jika pemerintah menjadikan konsumen pariwisata itu adalah masyarakat lokal sendiri.

"Aneh jika prioritas pengadaan kapal Ferry itu ialah untuk masyarakat Mabar atau untuk masyarakat lokal Manggarai. Bagaimana bisa dia berwisata. Sementara masalah ekonominya masih morat-marit. Tidak terurus. Dan masyarakat lokal bukan dijadikan konsumen, dia itu jadi bagian produsen dari usaha parawisata tersebut. Pola pikir seperti ini sangatlah mengolok masyarakat Mabar sendiri. Ditengah kondisi kehidupan masyarakat masih memperihatinkan," imbuh Stanislaus.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya sebagai pegiat Pariwisata setuju, jika saja pengadaan kapal ferry tersebut dikelola sendiri oleh Perusahaan Daerah bukan oleh BUMN.

"Kalau Perusahan daerah yang mengelolah kita dukung. Ini tidak, BUMN yang kelola. Berarti kita harus berurusan dengan Jakarta terus. Yang kita urus sendiri apa. TNK Pusat yang kelolah, Marine Park pusat yang kelola. Yang dikelola sendiri oleh Mabar apa?" terang Stanislaus.

Satanislaus Tan kemudian mengajak mahasiswa Mabar yang ada di Bali untuk secepatnya mengambil sikap terkait polemik ini. Ia mengajak agar suara-suara dari Bali secepatnya didengungkan. Sebab menurutnya, apabila Mahasiswa Mabar dari Bali yang bersuara itu cocok karena mereka  berada di daerah pariwisata. Merasakan sendiri bagaimana geliatnya pariwisata.

Sementara itu, Juman Ngampu, yang menjadi koordinator Mahasiswa Mabar yang peduli dengan masalah ini kepada MarjinNews memaparkan bahwa masalah ini menjadi tanggung jawab bersama para mahasiswa untuk secepatnya disikapi. Sebab, kata Juman, ini demi kelangsungan masa depan generasi Manggarai Barat ke depan.

Mahasiswa asal Rekas, Sano Nggoang ini menjelaskan diskusi ini merupakan ajang konsolodasi seluruh mahasiswa asal Mabar yang ada di Bali untuk menyamakan presepsi terkait masalah yang tengah terjadi sekarang di Manggarai Barat.

"Diskusi yang dilaksanakan ini. Sebagai awal konsolidasi. Dalam waktu dekat, mungkin satu dua hari kedepan kami akan mengambil sikap terkait masalah yang tengah terjadi sekarang yakni polemik ADSP ini," papar Mahasiswa Fisipol Universitas Warmadewa ini.

Juman juga mengajak kepada para mahasiswa Mabar lainnya yang ada di Bali yang mempunyai kepedulian yang sama terhadap masalah ini untuk bisa bergabung berjuang bersama.

"Harapannya teman-teman lain yang berasal dari Mabar bisa bergabung untuk menyusun kekuatan dalam perjuangan ini. Semoga ini semua bisa memberi dampak positif bagi perkembangan pariwisata Mabar kedepannya," terang Juman.
Juman Ngampu. Foto: Ist

Ditanya terkait langkah apa yang akan dilakukan Mahasiswa Manggarai Barat Bali dalam menyikapi polemik ini, Juman Ngampu menjelaskan, pihaknya akan mengkaji dulu persamasalahannya.

"Akan kami kaji dulu. Nanti hasilnya apa akan kami eksekusikan. Semoga saja perjuangan ini bisa berhasil," pungkas Juman Ngampu. (*)

Editor: Remigius Nahal

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,114,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,278,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,206,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1046,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Sikapi Carut Marut Pembangunan Pariwisata, Mahasiswa Mabar di Bali Menggelar Diskusi dengan Tokoh Pariwisata Mabar
Sikapi Carut Marut Pembangunan Pariwisata, Mahasiswa Mabar di Bali Menggelar Diskusi dengan Tokoh Pariwisata Mabar
https://2.bp.blogspot.com/-AYnsOqs0hS4/W8zs-bmS0DI/AAAAAAAADLw/fDBJtDBXp_ci3u9xpBFmhYAoA09IyfU3ACLcBGAs/s320/20181022_051635_0001.png
https://2.bp.blogspot.com/-AYnsOqs0hS4/W8zs-bmS0DI/AAAAAAAADLw/fDBJtDBXp_ci3u9xpBFmhYAoA09IyfU3ACLcBGAs/s72-c/20181022_051635_0001.png
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/10/sikapi-carut-marut-pembangunan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/10/sikapi-carut-marut-pembangunan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy