September Jangan Salah Kutuk

Foto: Dok. Pribadi Pada bulan September akhir kemarin, adalah suatu momen dimana bangsa Indonesia telah mengalami duka yang begitu luar ...

Foto: Dok. Pribadi
Pada bulan September akhir kemarin, adalah suatu momen dimana bangsa Indonesia telah mengalami duka yang begitu luar biasa. Peristiwa yang ajek disebut dengan gerakan 30S PKI adalah puncak dari ganasnya pertikaian antar kelompok bangsa sendiri.

Tulisan ini akan mengajak semua yang masih memiliki potensi kepala cair, mencintai tersusunnya pengetahuan yang tanpa ada tendensi emosional, ringkasnya tulisan ini bukan teruntuk pemilik kepala batu yang lebih mengutamakan daya emosional daripada daya rasional.

Kita menyadari begitu peliknya permasalahan ini, pro dan kontra memang nyata terjadi, sampai pada seorang tokoh pendiri bangsa Bung Karno sendiri yang tidak mampu berkutik di akhir hayatnya untuk membuka delik masalah agar menjadi terang benarang. Itu semua perlu dicatat bahwa lebih pentingnya persatuan daripada segala perseteruan yang akan terjadi.

Bung karno sendiri tidak kuasa menyebut peristiwa kelam itu dengan istilah G 30S PKI, akan tetapi beliau selalu menyebutnya dengan istilah GESTOK atau Gerakan Satu Oktober pada dini hari.

Jika kita amati pemilihan istilah tersebut bukan berarti hanya persoalan teknis waktu yang telah memasuki tanggal 1 Oktober, melainkan hal tersebut juga berkaitan dengan tidak kuasanya Bung Karno menuduh bahkan hingga mengutuk suatu tindakan kelompok yang didasarkan pada suatu ideologi. Pun jika hal tersebut memang dilakukan berdasarkan suatu ideologi, bagi Bung Karno sendiri itu hanyalah suatu kebelingeran sebagian oknum penganut ideologi tersebut.

Hal inilah yang memang perlu kita catat, logika inilah yang dapat menghantarkan kita pada suatu tindakan terang benderang ke depan, agar kita sama-sama tidak selalu termakan logika kacau yang justru selalu memperkeruh keadaan.

Satu contoh demikian, terdapat warta yang memberitakan bahwa ada kejadian pembunuhan pada suatu tempat, sebut saja kasus begal yang kerap terjadi. Lantas apakah kita akan menyelidiki pelaku dengan mencari tahu apa ideologi yang dianut, apa agama yang dianut, sehingga memiliki sikap bengis dan begitu tega melakukan tindakan terkutuk tersebut? Tidak, hal tersebut bukanlah suatu dampak dari ideologi atau bahkan agama yang dianut, melainkan suatu yang bisa terjadi karena persoalan isi perut atau tuntutan gaya hidup.

Sehingga tidak bisa disini kita generalisasikan setiap tindakan-tindakan bengis itu adalah dampak dari suatu ideologi dan bahkan agama yang dianut. Baik ideologi, agama serta ilmu pengetahuan itu sebenarnya  tidak ada yang bisa kita kutuk dan kita persalahkan. Semua itu adalah objek yang berdiri tanpa ada nilai baik dan buruk.

Lantas pertanyaannya adalah mengapa ideologi itu bisa salah dan bahaya? Mengapa agama juga bisa salah dan juga bahaya? Serta mengapa ilmu pengetahuan itu bisa membahayakan kehidupan? Semua masalah itu bukanlah pada objek-objeknya, melainkan pada pelaku, pada pengguna, para subyek-subyeknya, adalah manusia-manusianya sendiri. Bahwa tidak ada suatu keperibadian pada benda, pada mesin, pada ilmu pengetahuan dan pada ideologi.

Ringkasnya suatu kendaraan mobil dan motor itu tersusun karena ilmu pengetahuan, bermanfaat melaju dengan seimbang melawan waktu, memudahkan kehidupan manusia modern. Akan tetapi atas adanya kendaraan moden itu tersebut juga bisa dengan mudah membawa celaka kepada manusia, bahkan berpotensi menghilangkan nyawa jika tidak digunakan secara baik dan hati-hati.

Begitulah sifat dasar objek, sifat dasar ideologi, sifat dasar ilmu pengetahuan, jangankan kendaraan produk ilmu pengetahuan sebagaimana motor dan mobil yang memiliki daya manfaat sekaligus celaka, agama yang sejatinya mempunyai misi suci pada kehidupan manusia, tentu juga bisa dimanfaatkan demikian, dengan menggunakan kedok ibadah maka muncul fenomena travel umroh bodong, perkawinan bodong, penipuan berkedok agama dan lain-lain sebagainya.

Karenanya itu tidak bisa menjadi penerimaan mutlak pula bahwa setiap pembela rakyat kecil itu pasti identik dengan kelompok kiri, dan kelompok kiri seketika identik dengan semangat marxis, dan semangat marxis seketika dituduh sebagai seorang ateis, itulah logika yang benar kocar-kacir.

Simpulnya adalah baik ideologi, agama hingga ilmu pengetahuan itu adalah gugur logika jika dipersalahkan, apalagi sampai adanya tindak pelarangan dan pengkutukkan. Semoga bermanfaat.


Oleh: Milada Romadhoni Ahmad, S.Sos

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,9,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,45,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,157,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,259,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,88,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,352,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,26,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: September Jangan Salah Kutuk
September Jangan Salah Kutuk
https://1.bp.blogspot.com/-rLiwqQjjFpU/W7MRGxU6RTI/AAAAAAAAC4U/iuPWB4A8P9EN-A8FRk8U4iELbhAI_FdpQCLcBGAs/s1600/IMG-20181002-WA0014.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-rLiwqQjjFpU/W7MRGxU6RTI/AAAAAAAAC4U/iuPWB4A8P9EN-A8FRk8U4iELbhAI_FdpQCLcBGAs/s72-c/IMG-20181002-WA0014.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/10/september-jangan-salah-kutuk.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/10/september-jangan-salah-kutuk.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close