Rangkaian Acara Adat Manggarai Warnai Syukuran 50 Tahun Paroki St.Fransiskus Asisi Karot dan Peresmian Gedung Gereja yang Baru

Foto: MarjinNews Ruteng, Marjinnews.com -- Tarian Caci, yang merupakan tarian adat Manggarai, Flores, NTT mewarnai syukuran 50 tahun Par...

Foto: MarjinNews
Ruteng, Marjinnews.com -- Tarian Caci, yang merupakan tarian adat Manggarai, Flores, NTT mewarnai syukuran 50 tahun Paroki St. Fransiskus Asisi Karot yang sekaligus juga meresmikan gedung gereja yang baru.

Dalam menyambut dua peristiwa istimewa ini, selain menggelar tarian caci, umat Paroki dari gereja yang berada tepat di bawah kaki Golo Curu ini juga menggelar berbagai kegiatan lainnya.

Yohanes Hambur, ketua panitia sekaligus ketua Dewan Paroki St. Fransiskus Asisi Karot dalam wawancara khusus dengan MarjinNews menjelaskan, dalam merayakan 50 tahun usia dari Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Karot dan misa pemberkatan gedung gereja baru berbagai acara akan ditampilkan.

Rangakaian acara yang akan dilakukan umat
Paroki St. Fransiskus Asisi Karot dalam menyambut dua moment istimewa ini, menurut Yahones Hambur terbagi menjadi dua kegiatan antara lain kegiatan hiburan dan liturgis.

"Untuk hiburannya yaitu pertandingan atraksi tarian Caci, pertandingan sepak bola kategorial U 13 dan voli putri," jelas Yohanes Hambur.

Dalam atraksi budaya tarian Caci, kata Yohanes Hambur, yang menjadi "Meka Landang (Tamu-red) berasal dari Kampung Rangat, Paroki Bea Mese, kecamatan Cibal.

Acara liturgis perayaan misa kudus pemberkatan gedung baru Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Karot akan dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober mendatang, yang bertepatan dengan pesta St. Fransisku Asisi dan misa dipimpin langsung oleh Yang Mulia Uskup Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San Pr.

Adapun peresmian gedung baru Gereja
Paroki St. Fransiskus Asisi Karot ini, kata Yohanes Hambur sebelum misa pemberkatan terlebih dahulu akan dilaksanakan acara adat Co'it gendang di dua rumah gendang yang terdapat di Paroki St. Fransiskus Asisi Karot (Gendang Curu, dan Gendang Tadong).

Kemudian dilanjutkan dengan acara Teing Hang (Persembahan kepada leluhur) yang akan dilaksanakan di rumah Pastoran Paroki St. Fransiskus Asisi Karot. Dan acara adat "kebeng" yang akan dilaksanakan pada hari ini Senin (1/10) pukul 19.00 Wita.

Hal yang Mendorong Pembangunan Gedung Baru Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Karot.

Pada kesempatan tersebut, Yohanes Hambur, menjelaskan hal mendasar alasan gereja Karot dibangun yang baru dan dengan design yang baru karena melihat ukuran Gereja yang lama sudah tidak memadai dalam menampung umat dan kondisi bangunan yang sudah tua serta banyak kayu-kayu bangunan yang lapuk.

Salah satu contoh menurut Yohanes, kayu-kayu bangunan yang terdapat di belakang Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Karot banyak yang terjatuh akibat lapuk.

Yohanes Hambur juga menjelaskan, pembangunan Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Karot sejak awal tidak ada gambar.

"Pembangunan gereja kami sejak awalnya tidak ada gambar. Yang ada hanya terdiri dari sketsa-sketsa," terang Yohanes Hambur.

Adapun hasil seperti yang terlihat sekarang merupakan improfisasi. Sebab, kata Yohanes, karena dari sketsa awal tidak ada yang final.

"Setelah konstruksi pokoknya selesai baru ada permintaan pikiran dari para arsitektur," ujarnya.

Dalam pembangunan gereja baru ini, setidaknya terdapat dua arsitek yang ikut terlibat. Namun hanya satu yang bisa diterima.

"Arsitek yang pertama diminta gambar bangunan. Setelah kami diskusi ternyata tidak diterima karena tidak sesuai dengan konstruksi bangunan," terang Yohanes.

Lanjut Yohanes, tidak lama datang arsitek yang kedua.

"Kami berkenalan dengan arsitektur tersebut. Kami bangun diskusi tidak lama gambarnya dia (arsitek-red) bisa dipertanggungjawabkan secara estetika dan konstruksi," papar Yohanes.
Yohanes Hambur, Ketua Panitia Pembangunan, sekaligus Ketua Dewan Paroki St. Fransiskus Asisi Karot. Foto: MarjinNews
Kiat yang dilaksanakan Dewan Paroki dalam mencari sumber-sumber dana dalam pembangunan gereja ini menurut ketua Dewan Paroki St. Fransiskus Asisi Karot ini yakni pada saat awal dibangun setiap KK sepakat menyumbang Rp.500 sampai Rp.1000.000.

Namun kata Yohanes Hambur, beban dengan nilai seperti itu agak serek.
Sehinnga pada waktu pemasangan bata dinding pihaknya menempuh cara lain yaitu beban diberikan Per KBG. Nampaknya cara ini efektif.

"Kami tempuh cara lain. Kami limpahkan ke KBG yaitu dibebankan 1000 bata, 10 sak semen dan dua ret pasir. Itu jauh lebih efektif. Hasilnya luar biasa."

"Saya juga beri contoh, pembuatan kosen jendela. Kami tidak menetapkan harganya berapa. Kami hanya menunjukan designnya. Umat sangat responsif. Ada yang datang bilang kami tanggung satu jendela. Ada yang tanggung dua jendela. Hingga selesai jendelanya. Itulah pola yang kami lakukan," papar Yohanes.

Menurut Yohanes, pembangunan gereja ini dilemparkan ke umat tahap demi tahap hingga selesai.

Pada kesempatan tersebut, Yohanes Hambur juga menjelaskan terkait dengan design gereja ini, secara konstruksi tidak ada ciri khas yang menggambarkan corak OFM yang merupakan naungan utama dari gereja St. Fransiskus Asisi Karot. Akan tetapi, secara pemilihan warna seperti pada tiang dan balok-balok diberi warna yang sesuai dengan khas Fransiskan yaitu warna coklat tua. Dan di dalam gereja juga akan ditempatkan patung Fransiskan.

Adapun harapan umat Paroki St. Fransiskus Asisi Karot setelah mempunya gereja baru ini kata Yohanes Hambur, yaitu merasa bangga. Kebanggaan umat terpancar lewat kerja bakti menjelang acara puncak dimana sangat membeludak dalam kehadiran untuk bekerja bakti.

Harapan Yohanes Hambur selaku Ketua Panitia pembangunan gereja ini dan juga sekaligus Ketua Dewan Paroki
St. Fransiskus Asisi Karot ialah dengan adanya gerrja yang megah ini, kehidupan iman umat Paroki St. Fransiskus Asisi Karot secara batiniah juga bisa berkembang.

Sejarah Singkat Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Karot

Untuk diketahui, Pastor Paroki St. Fransiskus Asisi Karot pertama yang mengabdi ialah Pater Ignasio OFM. Pater Ignasio datang sekitar awal tahun 1970.

Pada saat kedatangan pater Iganasio umat Paroki St. Fransiskus Asisi Karot
dalam beribadah menggunakan gedung SD. Pada tahun 1972 Pater Ignasio bersama umat berhasil membangun gereja kecil yang terbuat dari papan

Tahun 1980 gereja St. Fransiskus Asisi Karot berhasil dibuat lebih besar oleh pastor paroki Yosef Tote Tolok.

Awal tahun 2000, seluruh umat Paroki St.Fransiskus Asisi Karot bersepakat untuk membangun gereja baru. Sehingga di tahun 2008 dilaksanakan peletakan batu pertama.

Dalam sejarah gereja St. Fransiskus Asisi Karot setidaknya sudah 10 pastor yang berkarya selama 50 tahun. Semua imam tersebut berasal dari ordo OFM.

Penulis: Paul
Editor: Remigius Nahal

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,9,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,45,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,157,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,259,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,88,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,352,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,26,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Rangkaian Acara Adat Manggarai Warnai Syukuran 50 Tahun Paroki St.Fransiskus Asisi Karot dan Peresmian Gedung Gereja yang Baru
Rangkaian Acara Adat Manggarai Warnai Syukuran 50 Tahun Paroki St.Fransiskus Asisi Karot dan Peresmian Gedung Gereja yang Baru
https://1.bp.blogspot.com/-T-AO0h3IUvw/W7HEXPm-ipI/AAAAAAAAC2c/wrOyKlTc3YI_64rhqG8oYI1CCxAm5eiRACLcBGAs/s320/FB_IMG_15383751730195034.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-T-AO0h3IUvw/W7HEXPm-ipI/AAAAAAAAC2c/wrOyKlTc3YI_64rhqG8oYI1CCxAm5eiRACLcBGAs/s72-c/FB_IMG_15383751730195034.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/10/rangkaian-acara-adat-manggarai-warnai.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/10/rangkaian-acara-adat-manggarai-warnai.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close