Nasibmu Tuti Tursilawati
Cari Berita

Nasibmu Tuti Tursilawati

31 October 2018

Foto: Istimewa
Editorial, marjinnews.com - Kabar telah dihukum matinya Tuti Tursilawati benar-benar menjadi pukulan telak bagi bangsa Indonesia. Belum habis duka kita atas bencana di Lombok, tsunami di Palu dan Donggala hingga kecelakaan pesawat Lion Air JT610 dua hari lalu yang jika ditotal telah menimbulkan korban jiwa hingga ribuan orang.

Pada Senin, 29 Oktober 2018 seorang Tenaga Kerja Indonesia yang telah divonis bersalah sejak tahun 2011 atas kasus pembunuhan terhadap majikannya di Arab Saudi untuk tujuan membela diri karena sering mengalami kekerasan dan ancaman pemerkosaan telah dihukum pancung tanpa sedikit pun niat baik Arab Saudi berbicara dengan pemerintah Indonesia.

Tuti adalah orang kelima yang sudah dieksekusi mati di Arab Saudi. Hingga saat ini masih ada 13 orang TKI terjerat hukuman yang sama di negara itu. Data Kementrian Luar Negeri RI menyebutkan bahwa sejak tahun 2011 hingga 2017 ada setidaknya 103 orang WNI yang terancam mati dan 85 orang dari jumlah itu sudah berhasil dikeluarkan atau bebas.

Ini bukanlah hal yang mudah. Namun, selama kita bersedia membantu dan mendukung pemerintah untuk terus mengkawal setiap kasus yang menimpa para TKI kita di luar negeri niscaya semuanya bisa terselesaikan. Duka keluarga Tuti adalah duka kita semua.

Kronologi Hukum Mati Terhadap Tuti
Tuti diberangkatkan ke Arab Saudi oleh PT Arunda Bayu pada 5 September 2009 dan dipekerjakan di keluarga pengguna (majikan) Suud Malhaq Al Utaibi, Kota Thaif. Tuti sebagai TKI penata laksana rumah tangga menggunakan jasa agensi di Arab Saudi yaitu Adil for Recruitment.

Pada 11 Mei 2010, Tuti diketahui melakukan pembunuhan terhadap Suud Malhaq Al Utibi dengan cara memukulkan sebatang kayu kepada Suud di rumahnya. Pemukulan dilakukan oleh Tuti karena tindak pelecehan seksual oleh majikannya.

Atas peristiwa pembunuhan itu, Tuti kemudian kabur sekaligus membawa uang senilai 31.500 Real Saudi berikut satu buah jam tangan dari rumah keluara majikannya. Pelarian Tuti berakhir setelah ditangkap aparat kepolisian setempat.

Dalam pemeriksaan oleh penyidik badan investigasi kepolisan setempat pada 18 Mei 2010 yang didampingi pihak Konsulat Jenderal RI Jeddah, Tuti mengakui seluruh perbuatannya. Atas perbuatannya Tuti ditahan di penjara Kota Thaif sampai saat ini.

Proses peradilan terkait kasus Tuti telah berjalan hingga akhir di samping melibatkan peran Lembaga Ishlah Wal-`afwu (lembaga perdamaian dan pemaafan) sebagaimana lazimnya berlaku di Arab Saudi untuk mengupayakan perdamaian dengan keluarga korban.

Melalui pengacaranya keluarga korban telah mengajukan permohonan kepada otoritas pengadilan di Arab Saudi supaya dilaksanakan hukuman mati (qishash) terhadap Tuti Tursilawati setelah berakhirnya musim haji tahun 2011.

Pernah Diperkosa Oleh 9 Orang
Sesaat setelah melakukan aksi pemukulan terhadap majikannya, Tuti sempat kabur dari rumah sang majikan  di kota Thaif, pada 11 Mei 2010. Namun, nasib nahas menimpanya, Tuti bertemu sekelompok pria, sekitar sembilan orang. Awalnya, pria-pria itu menjanjikan bantuan membantu perjalanan Tuti ke Mekah, lepas dari rumah majikannya di Thaif.

Namun ternyata Tuti dibawa ke rumah kosong. Menurut keterangan Haryanto, Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dalam acara Mata Najwa pada Rabu, 28 Maret 2018, Tuti pada waktu itu mengalami pelecehan seksual. Dia digilir sembilan orang sampai pagi.

Hingga vonis dijatuhkan atas Tuti berlaku sejak kejadian pembunuhan itu, para pria yang memperkosanya tidak pernah dipersoalkan sampai dia dihukum mati tanpa pemberitahuan terlebih dahulu oleh pihak kepolisian Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia.

Malang nian nasibmu Tuti, semoga tenang di sisi kanan Bapa di Surga.*)