Menata Komunikasi Virtual

Foto: Ilustrasi

Perkembangan teknologi digital dengan segala kompleksitasnya masing-masing telah merambah ke seluruh ranah kehidupan manusia. Hal ini menjadi salah satu bukti berkembangnya peradaban manusia di era kontemporer.

Kita patut mengakui bahwa representasi media sosial sangat memudahkan manusia dalam hal berkomunikasi tanpa mengenal batas. Setiap orang mampu menciptakan beraneka ragam informasi secara cepat dan efisien, juga dapat membagi atau menukarkan informasi atau berita yang terjadi disini dan kini (hic et nunc) dengan mudah.

Informasi dijadikan komoditas yang produktif dan dapat dipertukarkan dan dikonsumsi oleh masyarakat daring (dalam jaringan) tanpa batasan kelas dan hierarki dalam masyarakat. Kemudahan tersebut membuat media sosial sebagai media yang fleksibel dan instan karena semua informasi yang ada bersifat sementara, mudah datang dan mudah pergi, mudah diingat dan mudah dilupakan.

Namun, perlu diketahui bahwa di dalam ruang digital khususnya media sosial, tidak ada urutan zaman, status sosial serta hierarki nilai. Satu atau banyak sulit diputuskan karena setiap pengguna media sosial bisa memiliki banyak (ribuan) pemirsa.

Naiknya hierarki hanya sejauh satu klik saja dan mengandung provokasi. Mayoritas para pengguna media sosial telah banyak menonjolkan sensasi dan bukan rasionalisasi. Berbagai macam kreativitas ditampilkan asalkan bersifat sensasional.

Sedangkan sedikit pula dari antaranya yang memanfaatkan media sosial sebagai penyalur ikatan sosial-virtual dan komunitas kerja sama atau dalam istilah Marx yakni sebagai medium kerja sama sosial. Dalam hal ini setiap orang membentuk komponen sistem yang dipersatukan melalui media komunikasi sosial daring.

Revolusi digital yang ditandai dengan maraknya media sosial yang tercipta pada dasarnya bertujuan untuk meraih kebebasan baru. Namun dalam realitasnya, kebebasan baru ini berhasil menegasikan kendali dan pengawasan moral sebagaimana dalam komunikasi korporeal. Kebebasan yang melambung jauh justru mendorong setiap orang mendapati dirinya sebagai hakim dan tuhan atas yang lainnya.

Salah satu contoh dari praktik kebebasan baru yang menyesatkan tersebut adalah aksi penyebaran berita bohong atau hoaks. Data Kemenkoinfo mencatat bahwa hingga kini ada sekitar 800.000 situs di Indonesia telah terindikasi sebagai penyebar informasi palsu. Sebut saja contohnya yakni: hoaks yang dilakukan oleh seorang perempuan yang mengunggah konten di media sosial untuk membohongi publik dengan menulis akan terjadi gempa besar di Pulau Jawa juga yang aktual terjadi yaitu kasus Ratna Sarumpaet yang menyebarkan berita bohong tentang penganiyaan yang menimpa dirinya. (www.liputan6.com).

Rentetan penyebaran berita bohong ini menyebabkan peningkatan jumlah konten bermuatan SARA, provokasi hingga ujaran kebencian untuk memicu terciptanya konflik horizontal, sikap oportunisme, persekusi negatif dan populisme yang akut. Bagi masyarakat yang minus nalar kritis, patologi sosial ini seakan-akan menjadi “teradministrasikan” atau menangkap dari satu dimensi saja yaitu dimensi afirmatif.

Dimensi afirmatif maksudnya adalah masyarakat tak memiliki daya kritis dan cenderung mendukung dan membenarkan sistem dan struktur manipulatif yang ditawarkan melalui media sosial. Dan jika hal ini tetap terjadi maka media sosial sebagai media komunikasi virtual menjadi ruang yang menciptakan ketimpangan sosial dan defisit moral serta harga diri.

Tawaran Praktis

Lantas bagaimana upaya tegas untuk mengatasi realitas tersebut? Sejak awal filsuf generasi kedua dari Teori Kritis yaitu Jurgen Habermas telah menawarkan rasionalitas komunikatif sebagai jalan emansipatoris untuk menangkal rasionalitas instrumental yang sifatnnya hegemoni dan homogen.

Realitas hoaks sejatinya merupakan contoh dari tindakan rasionalitas instrumental yang dipraksiskan dalam bentuk komunikasi virtual dengan menggunakan media sosial. Oleh karena itu untuk menangkal realitas penyimpangan komunikasi (informasi) virtual Rasionalitas Komunikatif menwarkan beberapa klaim utama yakni: pertama, understandability: kejelasan apa yang akan dikatakan sehingga apa yang dikemukakan dapat dimengerti. Kedua, truth; mengungkapkan sesuatu yang benar. Ketiga, sincerity; mengungkapkan diri apa adanya, maksudnya berkata dengan jujur. Keempat, rightness; menyatakan sesuatu sesuai dengan aturan/norma komunikasi.

Keempat klaim validitas komunikasi tersebut sejatinya dapat dipraksiskan melalui penataan baru komunikasi secara demokratis, yakni: Pertama; yurisdifikasi interaksi digital; legislasi undang-undang yang makin rinci untuk menata ruang digital. Kedua; moralisasi ruang; menyusun etika komunikasi digital, di mana setiap partisipan dituntut untuk menaati asas-asas dasar etika, seperti keadilan, kehendak baik, dan respek kepada setiap individu. Ketiga; solidarisasi jejaring komunitas-komunitas digital untuk melakukan penjegalan secara komprehensif dan terus menerus terhadap hoaks. Apabila penataan ini dapat diimplementasikan secara konsekuen dan konsisten maka media sosial tetap menjadi media yang cerdas dan konstruktif.

Oleh: Konstan Aman (Penghuni Biara Camillian – Maumere)

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,108,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,142,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,174,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,529,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,51,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,199,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,15,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1021,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,89,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,84,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,18,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,43,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,43,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Menata Komunikasi Virtual
Menata Komunikasi Virtual
https://2.bp.blogspot.com/-xoLNS9mY1wE/W8ix3P2oWUI/AAAAAAAADJ8/DvSrOAfSRnAdMWCt-15Upj8qN_Awzz1AwCLcBGAs/s320/20181019_001318_0001.png
https://2.bp.blogspot.com/-xoLNS9mY1wE/W8ix3P2oWUI/AAAAAAAADJ8/DvSrOAfSRnAdMWCt-15Upj8qN_Awzz1AwCLcBGAs/s72-c/20181019_001318_0001.png
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/10/menata-komunikasi-virtual-perkembangan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/10/menata-komunikasi-virtual-perkembangan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy